Pacarku Si Cowok Nakal 2

Pacarku Si Cowok Nakal 2
Marwan.


__ADS_3

Tap...tap...tap...


"Terimakasih.." ucap satria.


"Buat apa?" tanya Marwan dan berbalik ke arah satria.


"Kau sudah menolong ratu 2× aku berhutang budi kepadamu" ucap satria.


"Kalau kau sudah tau begitu,lunasi dengan menjaganya" ucap Marwan dingin.


"Kau mencintai Ratu?" tanya satria.


"Tidak"ujar Marwan langsung.


"Lalu? Kenapa kau selalu menolongnya? Dan tau kalau dia dalam bahaya?" tanya satria.


"Kau banyak bertanya,aku masih ada urusan.jaga dia baik-baik,jika dia dalam bahaya lagi tanpa kau ketahui.aku akan mengambilnya darimu" ucap Marwan dan beranjak pergi meninggalkan satria.


"Bukankah kau bilang tidak cinta ke ratu? Kenapa kau sekarang ingin mengambilnya?" teriak satria yang membuat Marwan berbalik badan.


"Jika aku katakan cinta.apakah kau akan memberikannya kepadaku? Tidak kan?,maka jaga dia atau aku yang akan menjaganya" ucap Marwan melanjutkan langkahnya untuk pergi meninggalkan satria.


Satriapun menghelang nafas dan merogo sakunya untuk mengambil ponselnya.


Bip...


"Tuan..." ucap bawahan satria.


"Cari tau asal-usul tentang Marwan dalam 3 hari" ucap satria dan mematikan telfonnya.


***


Di mobil.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar ingin melepas gadis kecil itu?" tanya teman Marwan yang bernama tio.


"Tidak masalah,kalaupun tidak ku lepas,dia pasti juga akan berusaha melepaskan diri,jadi buat apa aku repot-repot mengurungnya?" tanya Marwan.


"Kau sudah menyukainya selama 12 tahun ,,dan menjaganya diam-diam,apa tidak rugi?" tanya rio.


"Jika aku berfikiran sepertimu,aku tidak akan melakukan hal yang tidak berguna seperti ini" ucap Marwan dingin.


"Lalu untuk apa kau masih melakukan hal ini?"


"Untuk menjaganya agar tetap aman.mencintai tidak harus memiliki bukan?" tanya Marwan melirik ke arah temannya.


"Oke oke aku mengerti,singkirkan tatapan matamu itu dariku okey?"


"Jalan." ucap Marwan.


***


"Yudha bantu aku selidikan seseorang" ucap satria.


"Marwan"


"Marwan? Bukankah itu yang menelfonmu tadi untuk memberikan kabar dan lokasi ratu berada? Untuk apa kau mau selidiki dia? Apa dia berbuat masalah denganmu?" tanya Reno.


"Tidak,hanya saja aku curiga dengan dia"


"Ya,aku juga berfikiran seperti itu,sejak kapan dia menjadi dekat dengan ratu dan selalu datang disaat ratu dalam bahaya" tanya yudha menghelang nafas.


"Identitas nya ditutup dengan sangat rapat"ucap satria.


"Bagaimana kau bisa tau?" tanya yudha.


"Jika tidak,bagaimana bisa dia sangat tenang tapi juga misterius" ucap satria.

__ADS_1


"Baiklah.aku akan berusaha." ucap yudha.


"Baiklah,ayo bubar,aku harus menjenguk evelineku dulu" ucap Reno.


"Eveline,bunga,kau disini?" tanya satria yang membuat yudha dan Reno berbalik badan.


"Iya,kami Habis beli minuman" ucap bunga.


"Sayang...kau jangan meminum sembarangan ,,apakah ini sehat?" tanya yudha.


"Tidak apa..ini hanya minuman sehat" ucap Eveline.


"Oh kalau gitu aku ingin mencobanya" ucap Reno mengambil minuman dari tangan Eveline.


"Renoo" teriak Eveline namun tidak keras.


"Hahahha"tawa Reno menggoda eveline.


Satria yang melihat teman-temannya seperti melihat dirinya dengan istrinya di waktu dulu membuat satria menghembuskan nafas dengan kasar dan berjalan pergi meninggalkan Mereka tanpa mereka ketahui.


Tap...tap...tap...


"Jika aku katakan cinta.apakah kau akan memberikannya kepadaku? Tidak kan?,maka jaga dia atau aku yang akan menjaganya"(suara yang hanya terdengar di telinga satria).


"Hallo!! Ada apa!!!!" teriak satria dengan emosi.(suara yang hanya terdengar di telinga satria).


"Jika kau ingin tau keberadaan ratu,aku share lokasinya,segeralah kemari.dia membutuhkan mu" (suara yang hanya terdengar di telinga satria)


"Kau sudah menolong ratu 2× aku berhutang budi kepadamu" (suara yang hanya terdengar di telinga satria)


"Kalau kau sudah tau begitu,lunasi dengan menjaganya" (suara yang terdengar di telinga satria).


"Marwan..siapa kamu sebenarnya" ucap satria frustasi dan menghelang nafas panjangnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2