
BAB INI BERGENRE FANTASI.
Klik....
"Ratu?"panggil satria yang melihat ratu seperti orang ketakutan dan berlari ke arah ratu.
"Ratu ada apa.." tanya satria dan memeluk tubuh ratu.
"Anak kecil itu...anak kecil itu...dia..dia selalu datang di mimpiku...." ucap ratu.
"Tenanglahh..aku disini...sudah tidak apa" ucap satria memberi ketenangan.
"Dia...apakah masalalu? Ingatanku yang hilang? Tapi..tapi...kenapa begitu menyakitkan...ingatan itu seorang sepasang anak kecil yang sudah saling suka namun yang cowok sangat tega ninggalin si cewek" ucap ratu.
"Ratu..tenanglah..jangan dipikirkan...itu sudah masalalu."
"Apanya yang masalalu? Apa itu beneran ingatanku?" ucap ratu melepas pelukan satria.
"Ratu..lupakan itu oke..jangan seperti Ini" elak satria.
"maksud kamu?" tanya ratu melihat ke arah satria dengan raut wajah yang heran.
"oke...itu masalalu kita,gadis kecil itu adalah kamu,dan yang kau panggil kakak dulu adalah aku" jelas satria dengan menghelang nafas panjangnya.
"Satria.....ternyata Dulu ternyata kau meninggalkan akuu.?..Kenapa.....Kau tidak lihat kah? Betapa malangnya gadis kecil itu setelah kau pergi!! Lalu kau datang lagi dan menganggunya sampai dia menjadi liar bahkan lupa akan harga dirinya,dan lebih parahnya lagi orang itu adalah aku!!! Satria!!!!" teriak ratu membuat seisi rumah sakit menjadi heboh dan berkumpul ke sumber suara.
"Ratu... tenanglah...dulu aku sangat terpaksa..aku ingin melupakan kejadian di masalaluku yang telah membuat ayah ibuku meninggal dengan hati yang tidak tenang,jadi aku pergi...maafkan aku ratu" ucap satria.
"Kau hanya memikirkan dirimu sendiri! Apa kau juga memikirkan aku? Apa kau tidak berfikir bahwa aku sangat menyukaimu sangat takut kehilanganmu..kau memberiku kebahagiaan,tapi kau juga memberiku luka yang dalam!!!,satria bagaimana bisa aku mengenalmu,bagaimana bisa aku hidup bahagia denganmu sedangkan kau tidak pernah menceritakan masalaluku yang kelam"
"Justru itu!! Aku tidak menceritakannya karna takut kamu akan memikirnya terus menerus...dulu aku berjanji akan menjemputmu dan sekarang bukankah sudah kutepati aku ingin bersamamu membangun sebuah keluarga yang hangat denganmu" ucap satria lembut.
"Tapi aku benar-benar menyesal!!! Kau jahat!! Pergi dengan seenaknya dan datang kapanpun kau inginkan!! Kau fikir aku apa!!,aku sangat percaya padamu bahwa kau lelaki yang benar-benar bisa ku andalkan,tapi ternyata kau tak kalah dari sampah!!!" teriak ratu dengan air mata yang sudah deras membasahi pipinya.
"Ratu...maafkan aku...bisakah kita jangan memperpanjang masalah ini..kita bicarakan baik-baik..sekarang kesehatanmu lebih penting..kumohon" ucap satria mendekat ke arah ratu,namun ratu menghindar dan berlari keluar ruangan yang membuat orang-orang menatapnya bingung.
"Ratu..tak seharusnya kau seperti ini" ucap seseorang yang daritadi melihat satria dan ratu.
"Hiks...satria..kau jahat...hiks..." ucap ratu berlari dengan menangis.
"Hahahaha sini kejar aku kak.." ucap suara anak kecil perempuan yang sedang berlari.
__ADS_1
"Ratu..berhenti duluu jangan lari,aku ada bunga cantik untuk kamu" ucap suara anak kecil lelaki.
"Apa kak" tanya anak kecil itu dan berhenti lalu menghampiri lelaki yang tak lain adalah satria dan dia sendiri adalah ratu di waktu kecil.
"aaa kepalaku kenapa tiba-tiba sakit" ucap ratu.
"Lihat ini.apa kau suka?" tanya satria.
"Wahhh,bunga yang cantik,Terimakasih kakak" ucap ratu dengan tersenyum.(gambaran yang terlintas di ingatan ratu)
"Aaaa.. kepalakuu sakittt" ucap ratu berhenti berlari dan memegangi kepalanya yang makin terasa nyeri.
"Ratu..tunggu aku besok ya..aku akan datang mencarimu lagi" ucap satria.
"Memang kakak mau kemana?" tanya ratu mulai bersedih.
"Jaga dirimu baik-baik " ucap satria melepas genggaman tangan ratu.
"Kakak...jangan pergii" pinta ratu dengan mulai menangis. Namun satria tidak menghiraukan ucapannya dan langsung pergi berlari meninggalkan ratu.
"Kakakk" teriak ratu menangis.
"Kak satriaa..hiks..jangan pergi..."(gambaran yang terlintas di ingatan ratu)
"Hai...Siapa nama kamu?" tanya anak kecil laki-laki yang melihat ratu bersedih di taman.
"Aku tidak ingin di ganggu,kamu pergilah"
"Wahh...kamu galak sekali...aku hanya ingin bermain denganmu..apa kau mau?" tanya anak kecil itu dengan memasang wajah imutnya agar ratu kecil luluh kepadanya.
"Huh...baiklah..hanya sebentar yaa" ucap ratu.
"Baiklahh"
"Siapa namamu?" tanya ratu.
"Namaku lintang,kalau namamu?" tanya anak kecil laki-laki itu yang bernama lintang.
"Namaku ratu.."
"Salam kenall kak ratu"
__ADS_1
"Woahh..manis sekalii" ucap ratu kecil.(gambaran yang terlintas di ingatan ratu)
"ughh....siapa anak kecil itu...aaaa...kepalaku.....ughhh....... berattt" ucap ratu.
"Lintang...aku pergi dulu ya,terimakasih selama ini sudah mau bermain denganku" ucap ratu kecil.
"Yha..jaga diri kakak baik-baik.." ucap lintang dengan mata yang berkaca-kaca.ratu pun melangkah pergi meninggalkan lintang.
"Kak ratu!!Jangan bersedih lagi yaa!! Lintang akan menyusul kakak dan menjaga kakak!!" teriak lintang keras.(gambaran yang terlintas di ingatan ratu)
"Tunggu dulu" Ratu menghentikan langkah Marwan yang hendak berjalan.
"Ada apa?" Marwan menaikkan sebelah alisnya.
"Kamu...bukan orang jahat kan?" tanya ratu dengan wajah memelas.
"Bukan kok .jika tidak percaya nih bawa aja ktp aku" Marwan meletakkan ratu dan merogo sakunya.
Ratu melongo melihat ktp Marwan yang ternyata umurnya 2 tahun dari ratu.
"Ada apa?" tanya Marwan.
"Kau? Kenapa beda sekali bentuk tubuh dan umurmu "
"Berarti aku tumbuh dengan sehat.oh ya ,Maaf nama kakak siapa?"
"Ratu fitria panggil aja Ratu, jangan kakak" Ucap ratu tersenyum manis.
"Baiklah..." Marwan pun kembali menggendong tubuh ratu.(gambaran yang terlintas di ingatan ratu).
Bruk....
Tubuh ratu terbaring ke lantai dan dengan tetap memegangi kepalanya yang masih terasa nyeri.
"Marwan...apakah kau lintang kecill?"tanya ratu dengan suara melemah.
"Yha..kak ratu..,,kau sudah mengetahuinya.."ucap Marwan memapah tubuh ratu yang lemah.
"Lin.......(ucapan tarpotong saat tangan ratu hendak memegang wajah Marwan)
"Ratu!! Bangun!! Ratu!!!" panggil Marwan keras Dan menggoyangkan tubuh ratu.
__ADS_1
"Satria!!!Dimana kau!!!!" teriak Marwan keras.
Bersambung....