
"Kevin apakah kau lapar?" tanya viona.
"Sedikit..tapi aku sudah nyaman dengan posisiku" ucap kevin dengan mata terpejam.
"Tapi aku lapar" ucap viona yang membuat langsung membuka matanya.
"Baiklah..ayo masak" ajak kevin.
"Masak? Aku belum bisa"
"Yaudah ayo belajar,kau adalah seorang gadis,harus pandai-pandai memasak untuk dirimu sendiri kelak besok untuk suamimu juga" ucap kevin mengulurkan tangannya.
"suamiku adalah kamu" ucap viona tersenyum.
Tuk....(kevin mensentil kepala viona)
"Bicara apa kamu,ayo buruan" ucap kevin langsung mengarah ke pintu kamar ratu dan berjalan kearah tangga untuk turun.
"Kau bisa masak?" tanya viona.
"Menurutmu?"
"Tidak"
"Apa maksudmu? Walau aku laki-laki aku juga pandai memasak oke?" ucap kevin.
"Baiklah kalau begitu masak kan saja aku"
"Kalau enak?"
"Kalau enak,kau akan ku beri coklat"
__ADS_1
"Baiklah"
"Kalau gak enakk....."
"Apa?" tanya kevin berbalik badan.
"Kau harus menggendong ku besok setelah turun dari mobil sampai ke kelasku" ucap viona.
"Baiklah" angguk kevin.
Setelah selesai memasak...
"Wahhh...wangii banget" ucap viona.
"Ayo makan keburu dingin" ucap kevin mengambil sendok.
"Tadi saat masak kamu keren sekalii" puji viona menatap ke arah kevin.
"Huh" acuh viona,namun tidak kevin perdulikan.
Tuk...tuk...tukkk...(viona yang makan dengan banyak tingkah untuk mencari posisi nyamannya,yang membuat kevin merasa terganggu karna gadis didepannya sungguh membuatnya kesal).
"Apa kau benar-benar tidak bisa diam????" tanya kevin.
"Hmmmm" dehem viona lalu duduk dengan kasar.
Bruakkkk.....(viona terjatuh)
"Puftttt" tawa kevin menahan.
"Apa yang tertawakannn!!! Kevin!!!! Bantu aku" ucap viona memegangi pantat nya yang terasa sakit akibat terjatuh.
__ADS_1
"Ini balasan karna kamu dari tadi tidak bisa diam" ucap kevin membantu viona berdiri.
"Apakah sakit?" lanjut kevin bertanya saat melihat kaki viona merah.
"Tidak hanya sedikit nyeri" ucap viona.
Kevin yang tidak tega melihat viona terlukapun langsung ia gendong ke sofa dan mencari salep untuk luka viona agar tidak makin parah.
"Ini hanya luka kecil,kenapa harus dikasih salep?"
"Diem,jangan berisik" ucap kevin mengoleskan salep di kaki viona.
"Terimakasih"
"Sudah ayo ke kamar" ajak kevin.
"Ha ngapain?"
"Tidur,bukannya kamu mengantuk." ucap kevin sontak membuat viona terkejut dan pipinya memerah.
Tuk....(lagi...kevin mengetuk kepala viona)
"Apa yang kau pikirkan,aku hanya mengantar mu kekamar lalu kau bisa tidur,setelah itu aku juga akan kembali kekamar mengerjakan tugas" ucap kevin.
"Ohhh okee" kikuk viona dengan senyum yang di paksakan karna malu ia sudah berfikir yang tidak-tidak.
Sesampai dikamar
"Baiklah...selamat tidur" ucap kevin mengelus kepala viona sebelum keluar kamar viona.
Bersambung....
__ADS_1