Pacarku Si Cowok Nakal 2

Pacarku Si Cowok Nakal 2
apa dia cemburu?


__ADS_3

Dijalan.


"Kevin,aku mau coklat" pinta viona.


"Bisakah kau memanggilku kakak? Aku lebih tua darimu ok?" ucap kevin berhenti berjalan dan melihat ke arah viona.


"Memang nya kau anak dari ayah ku? Atau dari mamaku?" ucap viona menatap ke arah kevin.


"Tidak,tapi aku lebih tua darimu" ucap kevin.


"Huh,hanya selisih 1 saja di perhitungkan" acuh viona.


"Manggil kakak gak?" tanya kevin.


"Gak!!"


"Yaudah" ucap kevin berjalan meninggalkan viona.


"Yaudahh!!!" balas viona ikutan berjalan namun beda arah untuk meninggal kan kevin.


"Heii mau kemana" teriak kevin mengejar viona yang terlihat jauh.


"Aku mau beli coklat" ucap viona cuek.


"Sini aku beliin" ucap kevin.


"Gak usah"


"Apa salahnya sih manggil aku kakak? Kan itu tandanya menghormati" ucap kevin menghentikan viona yang berjalan.


"Memangnya kamu akan mati jika aku tidak memanggil mu kakak?" tanya viona menatap kevin dengan tatapan kecewa.


" haizzz sudah-sudah baiklah terserah kau panggil aku apa,tapi jangan marah lagi,oke?" lerai kevin mengalah kepada viona yang di balas viona hanya anggukkan dan berjalan menuju supermarket.

__ADS_1


"Viona" panggil seorang laki-laki yang pernah menolong viona tak lain adalah juan.


"Juan,beli coklat juga?" tanya viona.


"Iya nih kamu beli coklat juga?" tanya balik juan kepada viona.


"Iya hehe"


"Nih aku beli 2,ku kasih kamu" ucap juan.


"Tidak,aku beli sendiri saja" tolak viona dengan lembut.


"Tidak apa-apa ,lagian aku tidak akan habis kalau beli 2" ucap juan tersenyum.kini kevin yang merasa di asingkan pun berjalan pergi meninggalkan 2 seseorang yang mengobrol seakan tak layak untuk diganggu,viona yang melihat kevin tiba-tiba keluar dari supermarket pun langsung ikutan keluar untuk mengejar kevin.


"Kevin,mau kemana" teriak viona mengejar kevin.


"Pulang" sahut kevin.


"Kok gak ajak aku"


"Cemburu yaa" goda viona.


tuk...(kevin mensentil kepala viona namun tidak keras).


"Kau tau apa tentang cemburu,masih kecil juga" ucap kevin menggandeng tangan viona dan berbalik.


"mau kemana?" tanya viona heran.


"Beli coklat,katanya ingin?"


"Okeeee" girang viona dengan senang hati.


Sampai rumah.

__ADS_1


"Wahh kalian udah pulang" ucap bunga menyambut kevin dan viona.


"Aduh kecil-kecil udah kaya berkencan saja pakai gandengan" ucap Eveline juga menyambut kevin dan viona.


"Mama mana ,bibi?" tanya viona sehabis bersalaman kepada bunga dan Eveline.


"Mama kamu sama ayah kamu lagi keluar sebentar" ucap bunga.


"Yaudah ayo masuk ngapain ngobrol di luar" ajak Eveline.


"Farah,,sini sayang" panggil Eveline.


"Iyaa ma" teriak farah berlari.


"Aduh-aduh jangan lari-lari nanti jatuh" ucap bunga.


"Haii kak kevin,hai viona" sapa farah tersenyum.


"Hai farah" sahut kevin dan viona secara bersamaan.


"Kalian Habis dari mana?" tanya farah.


"Dari tempat tenis"ucap kevin.


"Lahh itu wajah viona kenapa?" tanya farah terkejut saat menyadari wajah sebelah kanan viona sedikit merah yang membuat bunga dan Eveline menoleh kearah viona.


"Viona kamu kenapa sayang?" tanya bunga cemas bersamaan dengan Eveline.


"Gapapa bibi hanya terbentur dinding saat jatuh tadi" ucap viona berbohong yang langsung membuat kevin menatap ke arahnya.


"Haduh....kevin,kamu gimana sih,masa viona luka gini kamu gak obati" ucap bunga memarahi putranya.


"Sudah kok bi,tadi sudah di olesi salep sama kevin" lerai viona agar tidak terjadi peperangan antara ibu dan anak.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2