
Rumah Viona.
"Sayangg...kamu kenapa?" tanya Ratu kepada anaknya.
"Ini??" tanya satria kepada Juan.
"Oh...hallo om nama saya Juan " ucap juan memperkenalkan diri.
"Oh hai,saya ayahnya viona,Ada apa dengan
Viona?" tanya satria berjongkok ke hadapan juan agar tidak membuat juan takut kepadanya.
"viona dibully sama segerombolan anak-anak di pinggir jalan tadi" ucap juan.
"Bagaimana bisa,viona kau mengganti pakaianmu lagi?" tanya satria menatap ke arah viona,yang membuat viona terdiam.
"Haizzz,,,terimakasih ya,,anak kami memang begini,dia tidak suka berpakaian mewah,terimakasih banyak" ucap satria.
"Tidak apa-apa om,saya pulang dulu,,tante,,viona,,juan pamit pulang ya" ucap ucap yang di balas anggukan dan senyuman dari ibu dan anak yang di hadapannya.
"Hati-hati di jalan juan"teriak viona.
"Yooo,anak kita sudah mulai tumbuh benih-benih suka" ucap satria yang menggoda ratu.
"Sayang...kau memeliki perasaan suka kepada juan?" tanya ratu kepada anaknya.
"Mama...apa yang kau bicarakan ,aku tidak memiliki perasaan apapun" ucap viona.
__ADS_1
"Baiklah,kalau begitu mari kita bicarakan masalah yang tadi, kenapa kau selalu tidak mau menuruti kami berdua,padahal yang kami lakukan untuk kebaikanmu" ucap satria dengan serius.
"Ayah..aku hanya tidak ingin mereka bergaul denganku hanya karna hartaku" ucap viona menunduk.
"Lalu? Apa yang terjadi sekarang? Kau benar-benar sudah tidak punya teman bukan?" ucap satria yang membuat viona menunduk.
Tap....tap....tap...(suara seseorang yang sedang menuruni anak tangga).
"Kevin? Mau kemana?" tanya ratu.
"Aku mau ke tempat tenis,bibi" ucap kevin.
"Aku ikutttt" teriak viona.
"Siapa yang mengajakmu?Tidak! Aku tidak mau" tolak kevin dingin dengan berjalan ke arah meja makan.
"Belum dia masih terhanyut dalam mimpi indahnya" ucap kevin.
"Aiyo kenapa kau belum berubah sama sekali" ucap satria menepuk punggung Reno.
"Apa yang paman bicarakan ,aku tidak pernah berubah menjadi ini dan itu" ucap kevin memakan roti.
"Baiklah-baiklah" lerai satria mengalah.
"Baiklah bibi,aku pergi dulu" ucap kevin selesai makan roti dan meminum susu.
"Baiklah hati-hati dijalan" ucap ratu.
__ADS_1
"Paman" panggil kevin yang di sahut satria anggukan.
"Tadaaa!!!!"teriak viona yang bermaksud memberi kejutan kepada kevin agar memperbolehkan dia ikut dengannya.
"Apa yang kamu lakukan,hampir saja membuatku mati terkejut" ucap kevin.
"Aku ikut dengan mu pergi" pinta viona memelas.
"Tidak"
"Kumohon."
"Tidak"
"Huh!! Awas saja kau!! Aku akan membuat kamar tidurmu berantakan lagi" ucap viona mengancam yang membuat satria dan ratu tertawa kecil mendengar ucapan putri kecilnya yang sudah pandai mengancam seseorang untuk memenuhi permintaannya.
"Kamuu!!!"
"Wekkkk" ejek viona.
"Ayoo!!!" ajak kevin dengan menggandeng tangan viona.
"Woahhh" kagum satria.
"Lihat..itu sifat jelek kamu,kenapa kau sangat suka mendekati kevin hingga ia meniru sifat dan sikap dinginmu? " ucap ratu.
"Hehehe aku hanya bermain sedikit dengan dia dulu,sekarang tidak" manja satria agar istrinya tidak marah kepadanya.
__ADS_1
Bersambung....