Pacarku Si Cowok Nakal 2

Pacarku Si Cowok Nakal 2
Menuruti Halusinasi.


__ADS_3

BAB INI BERGENRE FANTASI, ACTION.


Rumah.


"viona...aku keluar dulu ya" ucap kevin berpamitan kepada viona.


"tunggu"henti viona dengan menarik baju kevin.


"ada apa?"


"aku ikut"


"tapi hany.....(aku ikut kevin)"belum selesai bicara langsung di sela oleh viona,yang membuat kevin mengalah.baiklah berganti bajulah.


jalan.


"kita akan kemana?" tanya viona menatap ke arah kevin.


"sepertinya kau sudah mengetahui lebih dulu" ucap kevin melihat layar ponselnya sedangkan viona mengalihkan pandangannya dan melihat kearah luar jendela.


drrr...drrr..drrrr.


"ada apa?" tanya kevin lewat telfon.


"tuan orang yang membunuh tuan besar satria dan nyonya besar ratu adalah tino"ucap bawahan kevin.


"baik aku akan segera kesana.apa orang yang bernama tino juga disana?"


"iya tuan"


"baik! jangan biarkan dia kabur!" perintah kevin menutup telfon,dan langsung menelfon juan.


"juan,aku sudah menemukan orang yang merusak keluargaku,segera datang aku akan segera mengirim lokasinya" ucap kevin langsung mengakhiri telfonnya. dan menatap viona yang masih diam tak beraksi.


"hei.apa kau tidak dengar? bahwa orang tuamy dibunuh oleh orang yang bermama tino" tanya kevin.


"aku sudah dengar" ucap viona.


"lalu? kenapa kau diam? biasanya langsung berinisiatif untuk segera mengetahui kebenarannya."


"aku ikut denganmu hanya ingin segera berkomunikasi dengan dunia luar,bukan untuk mencari kebenaran kematian orang tuaku" ucap viona.


"ha?"


"kevin...terimakasih sudah membantuku selama ini,aku sudah melupakannya.jangan membunuh orang itu atau menyiksa biarkan dia saja"

__ADS_1


"ada apa denganmu viona?" tanya kevin dengan bingung.ada apa dengannya? tidak biasanya dia seperti itu.


"ayah..ibu..tidurlah yang tenang...aku akan menuruti perintahmu...yang tidak akan mempunyai rasa dendam dan kembali menjadi viona yang ceria dan murah senyum...entah itu dirimu yang berbicara lwar mimpi atau hanya halusinasiku saja..yang penting aku akan tetap menuruti perkataan kalian...maafkan aku belum sempat membuat kalian bahagia..." ucap vuona dalam hati.


Viona POV.


"tidurlah" ucap kevin dan melangkah pergi meninggalkan viona yang masih menangis dalam kamar.


"ayah...mama...aku aku akan segera membalas dendam kepada mereka yang sudah membunuhmu."ucap viona dan terbaring menatap langit-langit kamar,entah darimana asal gambaran dan wajah-wajah orang tuanya itu muncul di hadapannya.sontak membuat viona membuka matanya lebar-lebar.


"apa ini?"tanya nya bingung melihat gambaran yang ia lihat.


"apa ini halusinasi?" tanyanya lagi.


"Cepat!! kejar mereka!" perintah tino kepada bawahannya.


"heii!! kalian berhenti!!" teriak bawahannya kepada dua orang pria dan wanita yang memakai baju hitam.


"ada apa ini?" tanya satria.


"tuan..tuan tolong saya,mereka ingin membunuh kami..tuan kumohon..." pinta orang asing itu kepada satria.


"heii!!!"


"apa yang kalian lakukan! bertindak semena-mena di lingkunganku!" ucap satria dengan menepukkan tangannya,keluarlah 30 orang dan berdiri dibelakangnya.


"justru aku yang seharusnya bertanya.siapa kau beraninya membuat onar di lingkunganku" tanya satria melangkah maju yang diikuti 30 orang bawahannya.


"tu..tuan...mari kita bicarakan baik-baik" ucap tino mulai takut dan terpundur.


"oh..baiklah..katakan apa maumu" tanya satria.


"hanya ingin menagih hutang?,namun tidak di sangkah mereka menipuku" ucap tino.


"katakan berapa nilainya"ucap satria.


"100 juta" ucapnya langsung.


"berikan dia uang 200juta dan segera pergi dari sini" perintah satria dan berbalik.


sebuah peluru yang tidak disangkah tiba-tiba meluncur dan mengenai perut satria.


"satria!!!!!!!"teriak Ratuu dan berlari menghampiri suaminya.


"ughh..sss...ugg...raatuuu"ucap satria dengan memaksa dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


"satria!! satria!!! "panggil ratu histeris dan menangis.


"siapa yang melakukannya!!!!" teriak tino.


"Kalian munafik!!!"teriak ratu dan menatap ke arah tino.


"tidak..nona..saya tidak melakukannya" ucap tino membela diri.


"munafik!!! Habisi diaa!!!" perintah ratu kepada bawahannya satria yang langsung terjadi perkelahian yang luar biasa.


"nona..tolong bicara kan baik-baik..saya benar-benar tidak melakukannya"


"satria...aku akan menemanimuu..tunggu aku..."ucap ratu menangis dan merogo sakunya untuk mengambil ponsel dan menelfon seseorang.


"bungaa...tolong jaga anakku" ucap ratu dan mengakhiri telfonnya secara singkat.berdirilah ratu dan mengambil tembak dari perut tino,mengarahkan senjata tajam itu kepada perutnya.


"nona!!! apa yang kamu lakukan!! lepaskan senjata tajam itu" teriak tino,yang tidak di dengarkan oleh ratu.


Dan.


Dorrrrrrrr!!!!


sebuah tembakan yang suaranya amat besar membuat semua orang bawahan satria maupun tino berhenti dan melihat sumber suara yang terdengar keras.


Bruk....


"Nyonya!!!!!!"Teriak bawahan satria dan menghampiri Ratu.


"dia sudah mati.ayo kita pergi dari sini"


"Ayo lari saja..kita tidak bisa berlama-lama disini"


"benar ucapanmu sekarang tuan dan nyonya ratu telah meninggal,kita tidak akan aman berlama-lama disini.ayo lari!!" ucap bawahan satria dan berlari meninggalkan ratu dan satria yang tergeletak di lantai dengan darah yang masih mengalir dengan deras.


"Tuan...Polisi akan segera datang.ayo kita segera lari juga" ucap bawahan tino,yang di jawab tino anggukan dan merogo sakunya untuk mengambik ponsel.


tit..


"Hallo...juan" panggil tino.


"tuan...bagaimana dengan kedua mayat ini?" tanya bawahan tino,namun di abaikan oleh tino karna ia sedang berbicara kepada anaknya.


"juan...juan baik-baik saja ya...jaga diri juan baik- baik..ayah mungkin pulang agak lama...jangan khawatirkan ayah disini..karna ayah akan baik- baik saja...jaga diri juan baik-baik ya...ayah tutup telfon dulu" ucap tino dan mengakhiri telfonya.


"bereskan yang lain,sisakan mereka berdua saja...Dan ayoo tinggalkan tempat ini" ucap tino dan berjalan,namun sebelum melangkah kepintu luar ia sempat berbalik dan menatap kearah satria dan ratu sekilas.lalu kembali dengan melangkah keluar pintu untuk meninggalkan tempat kejadian.

__ADS_1


"a..ayahh..ibu...jadii kematian ka..kaliann...berhubungan dengan ayah juan..." ucap viona menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Bersambung.....


__ADS_2