Pacarku Si Cowok Nakal 2

Pacarku Si Cowok Nakal 2
Ingatan Ratu 2.


__ADS_3

"Satria!!! Berhenti!!!" teriak bunga membuat Eveline,Reno,Yudha terkejut.


"Ada apa?" tanya satria berbalik badan dan berjalan menuju bunga.


"Satria..apa yang akan kau lakukan?" tanya yudha yang khawatir dan segera menghampiri satria yang berjalan ke arah istrinya dengan tatapan marah.


"Kau adalah temannya,Aku mohon jaga dia baik-baik" ucap satria dengan menepuk bahu bunga yang membuat yudha lega karna tadinya ia sangat cemas satria akan melakukan hal yang tidak dinginkan oleh semua orang.


"Kau akan kemana?" tanya Reno.


"Aku akan pergi,mungkin Ratu selamanya tidak akan ingin melihatku" ucap satria berjalan pergi meninggalkan teman-temannya.


"Kalau gitu pergilah!! Dan jangan pernah kembali!!!" teriak seseorang yang membuat langkah satria kembali terhenti dan melihat ke arah sumber suara yang sangat ia rindukan.


"Ratu.." ucap satria dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Pergilah!!" teriak ratu sekali lagi dan pergi meninggalkan satria yang hendak berbicara.


"Ratu!! Tunggu!!" satria pun ikut berlari dan mengejar ratu.


Ratu POV*

__ADS_1


Tuk...tuk...tuk...(suara memotong sayuran).


"eh..kau bisa masak?" tanya marwan.


"Menurutmu?" tanya ratu kembali melanjutkan aktivitas memasaknya.


"Kalau begitu aku masakkan makanan yang paling kau bisa asal enak" pinta Marwan.


"Sayang...masakkan aku makanan yang paling lezat" ucap satria(ingatan ratu).


Tuk..tuk...tukkk(suara memotong sayuran).


"Aaaa" jerit ratu terkejut karna tangannya tergores pisau begitu juga dengan Marwan yang langsung menghampiri ratu dan melihat tangan ratu.


"Tidak apa,hanya luka kecil" ucap ratu enteng dengan Manahan sakitnya.


"Jangan berpura-pura lagi,pergilah jika rindu padanya" ucap Marwan meniup-niup tangan ratu.


"Apa maksudmu?" tanya ratu dengan tertawa namun mata berkaca-kaca.


"Jangan menangis.Tidak ada gunanya,lebih baik kau lihat dia,dan dengarkan penjelasannya,sebelum semuanya terlambat" ucap Marwan.

__ADS_1


"apa yang kau bicarakan" tanya ratu lagi-lagi.


"Ratu! Aku tau kau sangat marah,kecewa,tapi hanya karna 1 kesalahan kamu melupakan seribu perjuangan,masih ingatkah kamu ? Dia melindungi mu dan menyayangimu lebih dari dirinya sendiri.dan dia mungkin meninggalkan mu karna dia benar-benar tidak tau harus bagaimana lagi menghadapi trauma kematian orang tuanya" ucap Marwan dengan serius dan memegangi kedua bahu ratu.


"Tapi aku tidak suka di bohongii,aku tidak suka di tinggal pergi tanpa alasan yang jelas,aku tidak suka!!!" ucap ratu mengelak tangan Marwan.


"Dia bukan karna tidak ada alasan,hanya saja kamu yang tidak mengerti dia! Bukankah dia juga kembali sesuai omongannya? Bukankah dia setia kepadamu? Bahkan dia rela di skorsing karna memukul siswi yang berbicara tidak sopan kepadamu,dan bahkan dia menghiburmu,membantumu dan juga menjagamu saat di bawah tanah.masih banyak lainnya apa kau tidak mengerti?" ucap Marwan dengan suara sedikit keras.


"Aku tidak mengerti dan tidak ingin ku mengerti!! Yang jelas ! Aku benci dengan dia!!!" ucap ratu tak kalah keras dari Marwan.


"Mungkin saja, dia memang sudah bikin kau marah,kecewa dan membuatmu khawatir bertahun-tahun,bahkan saat sudah bertemu kembali dia melecehkanmu,tapi dia juga melindungi mu,menjagamu ratu!! Semua itu dia lakukan untuk menebus kesalahannya yang dulu,yah!! Memang dia salah,dia bodoh,dan dia lelaki yang tidak bertanggung jawab,tapi apakah kamu tidak bisa memberinya kesempatan?" Marwan kembali memegang kedua bahu ratu dengan erat dan menatap mata ratu dengan sangat dalam.


"Hiks...hiks....Brengsek..hikss....hikss....kalian para lelaki tidak mengerti hati seorang perempuan...hiks...kau anggap kita ini apa....walaupun sudah kenal dari kecil..tidak seharusnya ia melecehkan seorang wanita...bukankah kalian lelaki sejati...bahkan bilang akan menjaga? Mana hiks...kalian cuma besar omongan doang...jika ia menjaga seharusnya menjaga seluruh nya entah itu dari bahaya,dan sentuhan sebelum kita menikah..hiks..." ucap ratu menangis dengan sangat tertekan.


"Yah..kami lelaki memang brengsek....aku juga brengsek...aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu bahwa aku akan slalu didekatmu...dan saat aku sudah bertemu denganmu ,aku malah mengubah identitasku dan melakukan segala cara agar bisa mengetahui tentang dirimu...maafkan aku..." ucap Marwan memeluk ratu.


"Hiks...brengsek.."


"Tapi...bukankah kalian sekarang sudah menikah..jadi apalagi yang di sesalkan" ucap Marwan menepuk punggung ratu pelan.


"Yha untung saja menikah,jika tidak aku akan tetap mengejar nya untuk meminta pertanggung jawabannya ,walaupun dia menolak,maka dia juga akan ditolak oleh wanita lain" ucap ratu mengusap air matanya.

__ADS_1


"Kalau begitu sekarang..temui dia dan dengarkan penjelasannya...karna kalian adalah sepasang suami istri dan juga kau sedang hamil,jangan mempengaruhi bayi yang ada di dalam kandunganmu." ucap Marwan yang di balas ratu anggukan.


Bersambung.....


__ADS_2