
"CEO.. anda serius dengan ucapan anda yang barusan?" tanya Della dengan gemetar.
Kevin pun maju tepat di hadapan della.
"Jika kau tidak minta maaf sekarang,maka aku yang akan meminta maaf padamu, bagaimana?" tanya kevin menatap mata Della.
"Saya minta maaf,saya saja yang minta maaf kepada anda, CEO...Tidak..Nyonya...Nyonya Kevin...Saya Minta maaf" Ucap Della Dengan Nada ketakutan.
semua yang melihat pun ikut merinding dan akan mengingat kejadian ini, di lain hari akan hormat kepada viona dan jika tidak maka nyawa akan jadi taruhannya.
"Kau berlebihan, Aku sudah memaafkanmu" ucap Viona tersenyum.
"Tapi,lain kali jangan biarkan aku melihatmu lagi" lanjut viona yang membuat seluruh orang di sekitarnya makin merinding.
"Baiklah! Semua nya sudah dengar Dan kamu Della apa sudah mengerti?" tanya kevin yang di balas della anggukkan dengan cepat.
"Baiklah,semuanya bubar! kembali bekerja" lanjut kevin,semuanya pun kembali ke tempat kerja nya masing-masing sedangkan della langsung berlari pergi karna ia sudah sangat takut dan malu.
"Bukankah kau sudah memaafkannya? lalu kenapa kau masih memperingatinya?" tanya kevin mendekat ke viona.
"aku tidak tau" ucap viona.
"sifatmu sulit di tebak, jangan menyimpan dendam" ucap kevin menggandeng tangan viona dan langsung menuju keruang kantornya.
"Apa sifat dendamku masih ada?" tanya viona dalam hati.
***
"kak juan, Bagaimana kelanjutannya permainan ini?" tanya Farah.
"Aku lelah sayang, bisakah kita istirahat sebentar?" ucap juan dan langsung merebahkan tubuhnya.
"ah dasar lemah!"
"Apa katamuu" Ucap Juan yang langsung mendorong tubuh Farah dan menimpanya.
Deg..
Deg...
__ADS_1
Deg.....
"kenapa diam?" tanya juan masih tetap dengan posisi diatas farah.
"kak juannn...aku kesulitan bergerakk" ucap farah yang berusaha mendorong tubuh juan.
"Kenapa?"
"akuu akuu tidak bisa bernafasss, tolong..bisakah kau menyingkir?"
Cup...
"Ayo kita beli makanan" ucap juan berdiri dan membenarkan bajunya,sedangkan farah masih berbaring bengong.
"kenapa masih diam lagi? ayo kita makan dulu,aku benar-benar lapar" ucap juan.
"ahh memalukannn!!!" Ucap Farah dalam hati dan menyembunyikan wajahnya yang merah, juan pun hanya tersenyum melihat tingkah farah yang imut baginya.
Dijalan.
"Mau makan apa?" tanya juan.
"Ayam Bakar"
"hanya itu?"
"Sebutkan"
"Aku ingin Ayam Bakar, Soto, Nasi Campur, Roti Coklat, Coklat, Jus Jambu, Sempol, Pentol, Sama makanan penutup" Ucap Farah.
"Baiklah ayoo kita beli itu semua"
"hAh?"
"Ada apa? bukankah kau ingin semua itu? ayo jalan" Ucap juan menggandeng tangan Farah.
Farah pun tersenyum dan senang,ia pun ikut mengenggam tangan juan dan berjalan dengan semangat, yah mereka jalan kaki, sengaja biar kelihatan romantis.
Sesampainya di Toko.
__ADS_1
Klik...
"Selamat Datang Tuan dan Nona"
"Sayang pesanlah" Ucap juan.
"Wahh pemuda itu tampan sekali"
"pemudi itu juga cantik sekali"
"apa mereka sepasang kekasih?"
"apa kau tidak dengar? pemuda itu baru saja memanggil pemudi itu sayang, pasti lah mereka sepasang kekasih"
"kali aja adek kakak?"
"ah mana mungkin"
Gosip ciwi-ciwi yang melihat juan dan farah.
"baiklah saya ingin semua ini, bungkus dalam waktu 30 menit" ucap juan langsung menggandeng tangan farah dan duduk di meja yang menurutnya nyaman.
"kak...juann terimakasih" Ucap farah tersenyum.
"hanya itu?"
"lalu?"
"sinii" tunjuk juan ke pipi.
"inii ada banyak orang disinii"
"apa kau malu menciumku?"
"tidakk bukan begituu"
"kalau begitu tunggu apa lagi?"
Farah pun langsung bangkit dari duduknya dan.
__ADS_1
Cup...
Bersambung...