
"Satria..."panggil ratu dengan suara lemahnya.
"Iya sayang?" tanya satria yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Ada apa?" lanjut satria dengan memegang bahu istrinya.
"Kenapa aku merasa perutku tidak berat dan tidak lagi merasa tendangan dari anak kita?" tanya Ratu dengan memegang perutnya.
"Dia mungkin tidur sayang.." Satria kembali bersedih jika istrinya tau betapa sakitnya ia kalau tau anaknya sudah tiada.
Ratu yang mendengar hiburan satria pun kembali tenang dan tersenyum manis.
"Tidurlah besok kita sudah harus pulang" satria membaringkan tubuh Ratu agar bisa rileks.
Cup...
Ratu mencium bibir satria sekilas namun sangat terasa di bibir satria.
"Sayang kau nakal sekali..mau menggodaku disini ya?" ucap satria mendekatkan wajahnya di wajah Ratu.
"iiih udahh" elak ratu karna risih.
"Awas saja...akan ku buat kau tidak bisa jalan 1minggu" Ancam satria dengan mencubit hidung ratu.
__ADS_1
"Aaa satriaaa..." rengek ratu dan kembali tertawa.
"Ya tuhan...Semoga istriku bisa tersenyum seperti ini seterusnya...jauhkan dia dari segala hal yang tak diinginkan..dan kasihkan saja kepadaku.."ucap satria dalam hati dan mengusap wajah ratu dengan lembut.
Cup...
"Tersenyumlah selalu sayang...aku rindu senyuman mu.." satria mencium bibir ratu lama namun tanpa lumatan.
Ratu pun tersenyum dan melihat mata satria yang berkaca-kaca ia langsung mengusapnya.
***
"Sayang...ayo sudah siap pulang?" tanya satria menggandeng tangan Ratu.
"Iya..."
Mereka berjalan hingga keluar ke halaman rumah sakit dan langsung memasuki mobil.
Sesaat di mobil satria sudah merencanakan untuk jahil ke ratu karna ia benar-benar rindu istrinya.
Dalam perjalanan satria selalu menoel-noel pipi ratu yang membuat ratu risih.
"Ishhh satriaa, diemm" ucap ratu.
__ADS_1
"ayo kita lakukan sekarang.." goda satria.
"mesum, duduk yang benar" perintah ratu yang membuat satria terkekeh dan menutup tirai antara kursi penumpang dan kursi pengemudi.
Satria mendekat ke wajah Ratu dan
Cup..
Satria mencium bibir ratu sekilas dan tersenyum ke arahnya.
"Satriaa" ucap ratu pelan dan mencubit perut satria kecil.
"aw Sakit" rengek satria yang terdengar oleh sopir sehingga sopir terkejut dan berfikiran yang tidak tidak.
"Mangkanya diam!" Ucap Ratu mendelik ke arah satria.
"Yatuhan..Kuatkan jiwa-jiwa jomblo hamba" ucap sopir dalam hati dan kembali fokus ke depan.
"Awas saja jika sudah di kamar ya!!" ancam satria kembali menoel pipi ratu.
bugh...
"aaaaa" teriak satria dibuat-buatnya yang membuat sopir langsung merinding.
__ADS_1
ratu yang melihat satria hanya tertawa dan melihat ke arah luar jendela.
Bersambung..