
BAB INI BERGENRE FANTASI.
Tap....tap....tap....
"Kau beneran datang. Reno" ucap Yudha.
"Huh...Apa yang ingin kau rencanakan,dimana temanmu itu? Apa dia takut sehingga kau sendiri yang datang." Ucap Reno tanpa basa-basi.
"Aku sendiri yang memang ingin bertemu denganmu.jangan membawa temanku!" tegas yudha.
"Oh...lalu apa hubungannya gadis ini dengan diriku?! Kenapa kemarin saat aku melihat fotonya ,seakan pernah bertemu dengannya" ucap Reno.
"Kau..sungguh ingin tau?" tanya yudha dengan mengejek.
"Jangan main-main denganku yudha!!! Cepat katakan!" bentak Reno dengan mencengkram kera baju yudha.
"Kau adalah orang pintar lalu..Untuk apa kau sekarang memohon kepadaku?" ejek yudha.
"Kau!!! Huh!!" hempas Reno membuat yudha terjatuh.
"Kau ingin bermain-main denganku huh?! Baiklah!! Akan ku temani sampai selesai" ucap Reno melangkah pergi meninggalkan yudha.
"Vertika" Ucap yudha membuat langkah kaki Reno terhenti.
"Vertika....." Ucap Reno.
Bruk...
"Tuann....Ada apa dengan anda.? "Tanya anak buah Reno dengan membantu Reno berdiri.
"Vertika...dia...dia siapaa..aaaa kepalakuu" teriak Reno menahan sakit di kepalanya.
"Reno..." (Gambaran yang terlintas di ingatan Reno)
"Renoo..."(Gambaran yang terlintas di ingatan Reno).
"Siapa yang memanggilku!! Aaaaaa kamu!!! Si..siapa kamuu!!!!!" Ucap Reno tanpa sadar dan berteriak-teriak seperti orang gila.
Puk...
"Yudha!! Siapa vertika!!!!" Ucap Reno menggoyangkan tubuh yudha.
"Huh....Kau sangat ingin tau siapa vertika?" tanya yudha.
"Apa yang kau inginkan"
"Tentu saja persahabatan.hanya saja kau orang bodoh yang di pergunakan oleh adik mu" Ucap yudha.
__ADS_1
"Apa maksud perkataanmu!!"
"Lihat foto ini baik-baik" Ucap yudha menunjukkan sebuah foto gadis yang sama yang pernah ia perlihatkan ke pada Reno.
Bruk...
"Dia...siapa diaa...kenapa...kenapa hatiku tiba-tiba berdenyut kencang dan kepalaku sakit...si..siapa sebenarnya dia.." Ucap Reno.
"Dia kekasih kecilmu namanya adalah vertika.ingatanmu telah di hapus oleh adikmu"
"Bagaimana mungkin!!!Yudha jangan membodohi ku!!" Bentak Reno.
"Ouh...tidak masalah jika tidak percaya,yang penting aku sudah memberitahu yang sebenarnya,tinggal bagaimana kau ingin mengatasinya."
"Reno..."(Gambaran yang terlintas di ingatan Reno).
"Ver.....(bruk)
"Tuan!!!" ucap bawahan Reno dan membantu Reno yang tidak sadarkan diri.
***
"Reno....pergilah....aku tidak sepandangan denganmu..pergilahh"
"Vertika!!! Tunggu aku !!!"
"Vertika!! Aku tidak perduli dengan keluargamu atau keluargaku.aku hanya mencintaimu...mencintaimu...."
"Jangan memaksaku untuk melakukan hal yang tak ingin kau lihat!! Reno! Pergilah!!"
"Tidak!! Vertika..ayo pergi bersama...kita jalani hari-hari indah kita berdua.."
"Jangan memaksaku Reno!!"
"Vertika...Kemari lah...jangan menyusahkan ku.."
"Baiklah!! Jangan salahkan aku Reno!! Mungkin di kehidupan ini kita tidak berjodoh..tapi di kehidupan berikutnya kuharap kau dan aku bisa terlahir di keluarga biasa dan bersama selamanya....agar tidak ada lagi yang mengancam ku atau melukaimu.."
"Vertika...tidak...kau bicara apa!! Kemari lah!!"
Sruk....(Suara pisau menusuk perut)
"Vertika!!!!!!!" teriak Reno terbangun dari mimpi.
"Vertika!! Dimana vertika!!!" ucap Reno dengan heboh.
"Kau sudah mengingatnya?" Tanya yudha.
__ADS_1
"Dia...dia adalah gadis yang di foto ini"
"Ya."
"Lalu apa hubungannya dengan adikku"
"Pelan-pelan yang penting Berjalan.Kau akan mengingat jika kau mau bersabar "ucap yudha menepuk punggung Reno untuk memberi ketenangan dan berjalan pergi.
"Vertika..." Ucap reno.
"Ingat satu hal Reno"ucap yudha berhenti melangkah.
"Jika kau masih bersih keras ingin menghancurkan keluarga satria.Kau tidak akan menemukan apa-apa di masalalumu" lanjut yudha dan berjalan meninggalkan Reno.
"Baik!! Sepakat! Aku tidak akan menyentuh keluarga satria.Tapi kau harus.menanggung nya dengan cara membantuku mencari tau tentang masa lalu ku dan......vertika" ucap Reno.
***
"Bunga kau sudah tidak apa-apa?"tanya ratu khawatir.
"Aku tidak tau perutku sakit dan kepalaku pusing..."
"Kau terlalu banyak makan" ucap ratu.
"Tidak..dia bukan kebanyakan makan sayang.."Sahut satria.
"Lalu?"
"Dia mungkin saja sedang hamil"
"Ha..hamill" Girang bunga dan ratu.
"Wahh...bunga selamat!!"
"Ah iya...Ratu aku sangat senang"
"Baiklah..jaga kesehatanmu bunga jangan sampai kau terlalu banyak aktivitas nanti akan mempengaruhi bayimu" ucap satria.
Bunga pun mengangguk iya dan terus tersenyum karna ia hamil anak yudha.
Waktu terus berjalan namun belum ada tanda-tanda akan kepulangan yudha yang membuat bunga jadi cenderung tak semangat.
Ia ingin sekali segera bertemu suaminya dan memberikan kabar baik agar bisa bersama-sama merasakan kebahagiaan.
"Yudha....Dimana dirimu...." Ucap bunga di balik jendela menatap langit-langit yang gelap Namun dipenuhi dengan bintang-bintang.
Bersambung......
__ADS_1