Pacarku Si Cowok Nakal 2

Pacarku Si Cowok Nakal 2
Kevin&Viona


__ADS_3

Lapangan tenis...


"Kevin!!" teriak teman kevin dari kejauhan yang membuat kevin langsung melihat kearah sumber suara.


"Sini!!" lanjutnya.


Kevin pun berjalan kearah temannya dengan tetap menggandeng tangan viona.


"Wah siapa nih manis banget" ucap teman kevin yang bernama candra.


"Pacar kamu vin?" tanya teman lainnya.


"Bukan" sahut kevin cepat yang membuat viona menunduk.


"Terus?" tanya candra menatap ke arah tangan kevin yang sedang menggenggam tangan kevin viona.


"Adek" ucap kevin.


"Ohh adek,haha iya lah kamu aja masih umur 11 tahun,apalagi dia"canda temannya kevin yang lain bernama fian.


"Eh jangan sembarangan ngomong kamu,walaupun si kevin masih 11 tahun,tapi lihat sikap dan sifat dia kaya udah umur 18 tahun aja,iya gak hahahaha" ucap candra bermaksud bercanda.


"Berisik kalian,jadi main gak" ucap kevin dingin dan melepas tangan viona.


"Kamu duduk aja disana,kalau laper beli makanan di sana,kalau kebelet,toilet ada di sebelah kiri kamu,kalau kanan itu buat cowok" lanjut kevin yang berbicara kepada viona.


"Pinjem hp dong" pinta viona.


"Buat apaan,masih kecil ga usah hp-hpan" larang kevin.


"Cuma buat game" pinta viona sekali lagi.

__ADS_1


"Nih...udah sana duduk" perintah kevin dan berbalik menuju ke arah teman-temannya.


Bruk....


"Aduhhhh..." jerit seorang gadis seumuran viona.


"Berdiri,manja banget" ucap kevin dingin tanpa rasa bersalah.


"Kamuuu udah nubruk gak minta maaff" omel gadis tersebut dan berdiri tegak hendak memukul kevin.


Plak....


"Viona!!!" ucap kevin dengan suara keras yang membuat anak-anak di lapangan tenis menatap kearahnya.


"Kamu!! Berani sekali!!" lanjut kevin dan menggenggam pergelangan tangan gadis itu dengan erat yang membuat ia merinti kesakitan.


"Aaaa mama papa!! Cowok ini menindaskuuuu" teriak gadis kecil itu yang membuat orang tuanya mendengar dan segera berlari ke arahnya.


"Hei! Kamu!! Masih kecil sudah mau jadi anak nakal ya! dimana orang tuamu!!" ucap papa tara dengan marah,sedangkan mama tara memeluk anaknya.


"Memang apa urusannya kepada anda" ucap kevin.


"Kamu!! Dasar ******** kecil" ucap ayah tara dengan keras.


"Kalau begitu bagaimana dengan anak anda?" tanya kevin menahan amarahnya,ayah tara pun menatap ke arah anaknya.


"Huh!! Terlalu dimanjakan hingga tidak tau bahwa anak anda lah yang sering membuat ulah kepada anak-anak lainnya,kalau aku jadi anda,sudah ku buang anak itu ke lautan" ucap kevin dan menggandeng tangan viona untuk pergi meninggalkan lapangan tenis.


Kantin..


"Apakah sakit?" tanya kevin meniup-niup ke arah wajah viona.

__ADS_1


"Sshhh,,tidak" ucap viona menahan perih.


"Kamu tuh gak bisa merasakan sakit,kenapa masih maksa saja,dasar bandel" ucap kevin mengusap kepala viona.


"Haii kevin" sapa suara perempuan seumuran kevin.


"Hai gita" sahut kevin melanjutkan meniup-niup wajah viona.


"Hai ini siapa" sapa gita kepada viona.


"Haii namaku viona" ucap viona memperkenalkan diri.


"Wahh manis sekali senyuman mu" puji gita.


"Dia adek aku" ucap kevin yang membuat viona tertunduk lagi dan lagi.


"Oh adek,mangkanya kok kelihatan masih imut-imut" ucap gita tersenyum dan mengusap kepala viona.


"Muka adek kamu kenapa vin?" lanjut gita bertanya.


"Habis di pukul sama tara" ucap kevin dingin.


"Anak itu lagi?? Haizz dia anak yang benar-benar nakal" omel gita.


"Kau memanggilnya dengan sebutan anak ,lalu kau apa? Tante gitu?" ucap kevin heran kepada gita.


"iiiihhh kevin kamu kok gitu,maksudnya dia itu anak nakal " elak gita.


"Oh,kalau begitu kau anak baiknya?" tanya kevin.


"Buk......(sudah-sudah jangan bicara lagi,aku mau pulang,gak ada waktu buat bicara sama kamu yang ga ada pentingnya,,ayo viona)"ucapan gita terpotong oleh kevin yang hendak pergi dan menggandeng tangan viona lagi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2