
BAB INI BERGENRE FANTASI.
"Satria!!! Woi!! Tunggu kami!!!" teriak yudha dari belakang dan mengejar satria yang berlari secepat kilat.
"Satria!!! Jangan gegabah!!!" teriak Reno.
Namun satria tidak memperdulikan ucapan mereka dan terus berlari mencari keberadaan ratu agar tidak terjadi hal yang dulu membuatnya hancur.
***
"Ratu..kapan bangunmu?suamimu mencarimu" ucap Marwan.
"Satria..." ucap ratu pelan dengan mata yang masih terpejam,Marwan yang mendengar ucapan ratu pun tersenyum dan mengusap lembut kepala ratu.
"Wanita yang malang,selalu mendapat musibah,segeralah bangun dan kembalilah suamimu menunggumu" ucap Marwan lembut dan memakaikan sebuah gelang ke tangan ratu.
"Gelang ini adalah pemberian ayahku yang pernah menolongmu untuk keluar dari makam,,mungkin terlihat biasa..tapi aku selalu aman jika dengan gelang ini saat di timpa musibah...jaga dirimu baik-baik ratu"ucap Marwan dan beranjak pergi meninggalkan ratu,karna ratu akan segera bangun.
Beberapa menit kemudian.
"Mmmmm...dimana aku..."ucap ratu memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Jaga dirimu baik-baik " ucap satria melepas genggaman tangan ratu.
"Kakak...jangan pergii" pinta ratu dengan mulai menangis. Namun satria tidak menghiraukan ucapannya dan langsung pergi berlari meninggalkan ratu.
"Kakakk" teriak ratu menangis.
__ADS_1
"Kak satriaa..hiks..jangan pergi..."(Gambarang yang terlintas di ingatan ratu)
"Aaaa...sakit sekaliii kepalakuu" ucap ratu sedikit keras.
"Hahahaha sini kejar aku kak.." ucap suara anak kecil perempuan yang sedang berlari.
"Ratu..berhenti duluu jangan lari,aku ada bunga cantik untuk kamu" ucap suara anak kecil lelaki.
"Apa kak" tanya anak kecil itu dan berhenti lalu menghampiri lelaki yang tak lain adalah satria dan dia sendiri adalah ratu di waktu kecil.
"Lihat ini.apa kau suka?" tanya satria.
"Wahhh,bunga yang cantik,Terimakasih kakak" ucap ratu dengan tersenyum.
"Ehh siapa bilang buat kamu" goda satria yang membuat ratu cemberut dan malu.
"Huh"
"Yeee marah..maafin satria dongg"
"Gamau,kak satria jahil" ucap ratu dengan tetap mengerucutkan bibirnya.
Satria yang melihat ratu sangat imut saat marah pun langsung meletakkan bunga ke kepala ratu.
"Wah cantik sekali" ucap satria.
"Hihi makasih kak satria" ucap ratu.(gambaran yang terlintas di ingatan ratu)
__ADS_1
"Aaaaaaa...." teriak ratu.
"Siapaa anak kecil yang di ingatanku kenapa wajah mereka sangat buram ,,aaaaaa kepalaku sakitt sekaliii" teriak ratu.
"Kak satria...aku menyukaimuu"(suara yang terdengar di telinga ratu sendiri)
"Ratu...aku juga menyukaimu berjanjilah untuk menungguku..."(suara yang terdengar di telinga ratu sendiri)
"Aaaaaaaaaaaa" teriak ratu makin kencang.
Brakk.....(suara pintu di tendang keras oleh seseorang)
"Ratu!!!!" teriak satria dan menghampiri ratu.
"Ratu!! Kau kenapa!!! Katakan!! Ada apa denganmu!!" tanya satria khawatir,namun ratu tidak menjawab dan kembali pingsan.
***
Rumah sakit.
"Sepertinya ada sesuatu yang membuat nyonya Ratu untuk mengingat kejadian masalalu,namun karna sebagian dari otaknya tidak bisa menerima jadi terjadilah sakit kepala karna tidak seimbang,untuk mengingat dan tidak ingin mengingat." ucap dokter menjelaskan ke satria.
"Apa? Bagaimana bisa? "Tanya satria.
"Saya tidak tau...tapi saya sarankan...jangan biarkan dia stress dahulu..karna sekarang dia sedang hamil.mohon jaga istri anda baik-baik" ucap dokter menepuk bahu satria dan berjalan pergi.
Satria yang mendengar ucapan dokter pun langsung tersenyum dan berterimakasih kepada tuhan yang telah memberikan anak bagi dia lagi,dan memohon untuk tidak terjadi hal yang tak diinginkan dan akan menjaga anaknya sampai ia lahir.
__ADS_1
Bersambung....