PAK DOSEN

PAK DOSEN
Chapter 11. Diadili


__ADS_3

Chapter 11 — Diadili 


Sehun menarik napasnya sedalam mungkin, mengembuskannya panjang. Ia menutup pintu ruangannya, kini menatap wanita muda yang sudah lebih dulu masuk. Kini melangkah menghampiri wanita muda yang kini sudah memosisikan diri duduk di sofa tunggal dekat dengan mejanya.


Yoona mendesis beberapa kali, luka cakaran dari Eunji mulai terasa perih di beberapa titik kulitnya. Sebenarnya berusaha tak gentar dengan suasana yang terasa mencekam, mengisi ruangan ini. Manik matanya melirik kecil, Sehun mendekat dengan kedua tangan yang di masukan dalam saku celana bahannya. Sampai akhirnya pria itu berhenti tepat di hadapannya.


Yoona meneguk ludah. Diam-diam berusaha menguasai diri.


Sehun menatap Yoona dengan tatapan tak terbaca.


Hening cukup lama di ruangan itu.


Sehun menarik napas dalam, mencoba menguasai diri. "Bisa nggak, sekali saja jangan buat masalah?" tanya Sehun, mulai menghakimi.


Yoona diam, tak menjawab.


"Kamu sadar nggak kalau kamu itu trouble maker? Suka membesar-besarkan masalah, selalu melakukan sesuatu tanpa pikir panjang," Sehun mengela napas tajam. "Kamu sehaus perhatian itu, hah?" tambah Sehun yang membuat Yoona tersentak, merasa tertohok.


"Saya lelah, Yoona."

__ADS_1


Yoona mengepalkan tangan, merunduk terdiam sambil menggigit bibir kuat dengan mata yang mulai terasa panas.


"Saya ingin satu hal darimu," Sehun menjeda, kerlipan matanya perlahan meredup kala melihat kedua mata Yoona mulai basah. "Berhenti membuat masalah."


Yoona tertohok. Harga dirinya merasa terluka. Kenapa Sehun langsung menghakiminya tanpa ingin tahu bagaimana pertikaian tadi tercipta, bahkan Sehun tak menanyakan kondisi Yoona sekarang. Sebegitu tak pentingnya, kah, Yoona di mata Sehun?


Oke, Yoona mungkin tak masalah dengan itu. Tapi setidaknya Yoona ingin menuntut untuk bersua, Yoona ingin menyuarakan pembelaan bukan langsung dihakimi seperti ini.


"Kekanakan, egois, pendek akal, ganjen! Apalagi—"


"Iya, itu semua adalah aku! Lalu kenapa?" potong Yoona, wanita muda itu menguatkan diri membalas perkataan Sehun. "Kalau Mister lelah, jangan hirauka naku, aku bukan anak kecil—"


Yoona tersentak. Perkataan Sehun benar-benar menembaknya dengan tepat.


"Saya malu, Yoona." kata Sehun, pelan. "Di sini bukan hanya Jaehyun yang mengetahui tentang hubungan kita, mau sampai kapan kau bersikap kekanakan dan membuatku terus tebal muka di depan mereka yang tahu tentang kita?"


Sehun mengembuskan napas panjang, dadanya naik-turun, terengah karna menahan emosi yang bergejolak dalam dadanya.


Yoona menggigit bibir yang kemudian berdiri, tiba-tiba. Matanya nyalang, menatap Sehun dengan kerlipan dingin. "Mister pikir saya juga tidak malu? saya tidak lelah?" balas Yoona. "Mister pikir saya tidak tahu bagaimana kolega Ayah memandangku? Saya tahu Mister!" Yoona menarik napas tajam. Tangannya terkepal kuat.

__ADS_1


"Yoona—"


"Kalau memang begitu, ingin mengakhiri semua permainan konyol kita?"


Sehun melebarkan mata. Menatap lurus pada wanita muda dihadapannya dengan sorot tak percaya.


Yoona menarik isak, merasakan kedua matanya semakin memanas. "Sejak awal semuanya hanya sebuah permainan konyol, kan?" kata Yoona, bertanya. "Kita ... sama-sama benasib sial karna harus memalui hubungan sialan ini," tambah Yoona.


Yoona mendesah berat, berusaha menyamarkan getar dalam suaranya. "Mister tidak akan merasa malu dan terbebani lagi


... karna sikapku yang ... kekanakan ..."


"Yoona..." panggil Sehun dengan suara lirih karna masih tak percaya kalimat itu kembali diucapkan oleh wanita muda dihadapannya.


Yoona menarik isaknya kembali, "...  maaf," wanita muda itu berusaha menahan tangis dengan menggigit kuat bibir bawahnya. Ia merunduk, beranjak dan meninggalkan Sehun seraya mengusap kelopak matanya yang basah. Dengan perasaan yang terluka, Yoona membuka pintu yang kemudian berlalu keluar dari ruangan itu.


Sehun diam, tak menahan wanita muda itu. Pria itu terlalu hilang kata dan merasa kebingungan dengan perasaan sesak yang menyusup di balik dadanya. Tenggorokan yang juga terasa kering tak bisa bersua untuk menahan wanita muda itu.


Sehun kali ini benar-benar merasa tak mengerti pada dirinya sendiri. []

__ADS_1


---


__ADS_2