
-
Chapter 12 — Di Rumah
Yoona diam, berdiri. Wanita muda itu mengusap kelopak matanya yang basah, menarik kuat isaknya sambil menarik napas sedalam mungkin, yang kemudian kakinya kembali melangkah, berbelok pada belokan koridor yang mangarah pada kelas selanjutnya.
Baru satu langkah Yoona berbelok. Wanita muda itu kini mengumpat kasar kala mendapati seorang yang ternyata sudah menunggunya, mungkin. Berdiri tepat pada ujung koridor dengan punggung bersandar dengan santainya.
Yoona kembali mengumpat kala orang itu menyadari kedatangannya. Wanita muda itu kini dengan tak sopannya mengusap hidung merahnya yang mengeluarkan cairan yang kemudian tangan yang terkena cairan itu ia usapkan pada dinding koridor, tepat dan dekat dengan orang yang bersandar itu.
Taehyung mengernyit, jijik. Kini berdiri tegak dengan kakinya, menghadap tepat pada Yoona yang balas menatap malas.
Hening cukup lama.
Yoona mendecak. Wanita muda itu memutuskan untuk berlalu namun belum saja kakinya melangkah, Taehyung sudah lebih dulu mencekal gelangan tangan Yoona. Mencegah wanita muda itu.
"Lukamu."
"Ha?" Yoona mengerjap dan jadi tersentak sendiri saat Taehyung meraih gelangan tangannya dan menariknya untuk mengikuti pria itu.
Tak jauh dari tempat mereka. Seorang pemuda memandang itu dengan sorot tak terbaca.
o0o
Yoona menggigit pelan bibir bawahnya. Wanita muda itu nampak canggung saat Taehyung mengusapkan antiseptik ke permukaan kulitnya yang terkena goresan dari kuku-kuku sialan milik Eunji.
Taehyung yang menyadari kecanggungan yang Yoona rasakan hanya bisa menahan senyum gemas. Anehnya, dengan jarak sedekat ini dan perlakuan lembut yang ia lakukan belum bisa membuat kulit Yoona berubah warna, malah kulit putih bersih wanita muda itu semakin memias.
"Aw!" Yoona tersentak saat merasakan Taehyung menekan lukanya yang juga membuatnya refleks menapik tangan Taehyung dari pipinya.
Taehyung mengerjap, tersadar. "Sa-sakit?" tanya Taehyung, tergagap sendiri.
"Iyalah!" jawab Yoona cepat. "Pelan-pelan, ini pipi ya bukan batang kayu!" sewot Yoona, galak.
__ADS_1
"Ya, maaf ..."
Yoona mencibir tak memberikan komentar apapun. Pikirannya kembali teringat pada perdebatannya dengan Sehun. Bagaimana Sehun yang mengatakan semua keluhan tentang sikap dan sifat Yoona selama ini. Harus Yoona akui, ia sangat terkejut melihat bagaimana Sehun melepaskan semua emosinya, padahal yang Yoona tahu Dosen jahanam itu tidak akan mengatakan apapun dan menyelesaikan semua masalah Yoona tanpa Yoona tahu kapan Dosen jahanam itu bertindak.
Senyum miris Yoona terlukis.
Ah, mungkin tadi adalah puncak kesabaran Sehun menghadapi Yoona yang selalu bersikap kekanakan.
"Kalau kau diam karna memikirkan apa yang di pikirkan oleh Mister Sehun, jangan memperlelah otakmu yang kecil itu," tandas Taehyung tajam seraya mengemas antiseptik dalam kotak P3K.
"Hn?"
Taehyung tersenyum kecil. Pria itu mengetuk pelan kening mulus Yoona yang hanya ditutupi oleh poni tipis. "Mendengar dari kalimatmu, sepertinya kau tahu kekasih Mister Sehun sebelum menikah denganmu-"
"WAIT!!! KAMU TAHU HUBUNGAN AKU DENGAN PRIA JAHANAM ITU?!!!" pekik Yoona dengan lebaynya wanita muda itu memundurkan diri dengan mulut yang ia tutup dengan kedua telapak tangan. "HEH, SERIUS?!!!"
Taehyung menipiskan bibir yang kemudian mengangguk sebagai jawaban.
"HEEEEEEE???" kedua mata Yoona membelalak dengan sorot yang menatap tak percaya pada Taehyung. "Darimana kau tahu tentang itu?"
"Wait! Biar aku tebak!" potong Yoona, "kau menyukai wanita sialan itu, kan? karna kau tahu wanita sialan itu menyukai pria jahanam itu jadi kau melakukan apapun untuk membalas rasa sakit hatimu itu?" sambung Yoona mengungkapkan isi pikirannya tanpa peduli dengan kebenaran yang mungkin berbeda dengan jawaban Taehyung.
Yoona mengangguk, seolah mengerti. "Hmmm, tapi kau salah kalau menargetka naku, pria jahanam itu ... hubungan kami tidak sebahagia yang kau pikirkan."
"Aku tahu, karna itu ... kenapa tidak menghancurkan hubungan yang tidak pernah dalam kondisi baik? Kalau sudah hancur sejak awal kenapa tidak sekalian kita hancurkan saja?"
Yoona membelalak mendengar penuturan tanpa beban dari Taehyung. Kedua matanya mendelik kecil, menatap Taehyung yang kini menyeringai kecil ke arahnya.
o0o
Jaehyun diam dengan tatapan yang menyorot pada Dosen di depan, mengisi kelas. Pemuda itu lantas kembali menoleh untuk kesekian kalinya ke arah yang sama. Wanita muda itu belum kembali. Kemana Taehyung membawa Yoona pergi?
"Jung Jaehyun, Jaehyun! Jung Jaehyun!?"
__ADS_1
Jaehyun terlonjak kaget, ia bahkan sedikit terlompat mendengar seseorang meneriaki namanya. Detik berikutnya, pemuda itu mengerjap dan menatap lurus ke depan.
"Ya, sir?"
Di depan. Sehun diam sejenak. Pria itu menipiskan bibir yang kemudian melengos pelan. "Temui saya setelah kelas terakhirmu selesai," ujar Sehun.
Jaehyun tak memberikan respon lebih, pemuda itu hanya mengangguk singkat dan kembali berpura-pura memandang layar laptopnya yang masih menampilkan gambar layar depan. Benar, selama kelas berlangsung, Jaehyun tak benar-benar menyimak apa yang disampaikan oleh Sehun.
Sama halnya dengan Jaehyun. Sehun tak henti-hentinya melirik ke arah pintu masuk, pikirannya terasa aneh, seperti mengharapkan sesuatu untuk segera datang dan mengisi salah satu kursi kosong di kelas ini.
Tak lama setelahnya, seperti sebuah harapan yang terkabul. Pintu di sana terbuka dan seorang wanita muda, masuk.
Yoona melongok masuk, namun gadis itu diam sejenak di ambang pintu. Wanita muda itu seperti sedang berbicara dengan seseorang di luar kelas.
Sehun melihat itu. Dan dapat ia lihat, bayangan seseorang di luar sana. Detik berikutnya, kepala Sehun benar-benar tertoleh saat melihat sebuah tangan bertengger di atas kepala Yoona. Mengacak pelan rambut wanita muda itu membuat si empu rambut menggeram jengkel.
Yoona mengela napas yang kemudian berbalik siap melangkah masuk dalam kelas yang sudah di isi oleh Dosen jahanam itu.
"Lim Yoona."
Seperti terkena sihir, kaki Yoona langsung berhenti melangkah mendengar pria jahanam itu menyebut namanya. Tubuhnya terasa kaku di tempat.
"Setengah jam lagi kelas saya selesai. Dan darimana saja kau baru masuk kelas-"
Yoona menggeram tertahan, kedua tangannya terkepal kuat dengan telinga yang terasa panas karna lagi-lagi mendengar omelan dari pria jahanam itu. Yoona berbalik, tiba-tiba. Menghadap tepat ke arah Sehun yang sedikit tersentak kaget.
"Simpan omelan Mister, kita lanjut di rumah!"
Bukan hanya Sehun tapi seisi kelas membelalak mendengar kalimat Yoona. Kalimat yang seolah membuat pernyataan lain yang tak diketahui oleh orang lain.
Apa itu?
---
__ADS_1