PAK DOSEN

PAK DOSEN
Chapter 27. Menghindar


__ADS_3

Chapter 27— Menghindar


Rasanya seperti mendapat serangan nuklir di atas kepalanya langsung. Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, untuk pertama kalinya Yoona bangun tanpa bantuan alarm atau telepon dari Jaehyun. Punggungnya seperti patah dan sesuatu dalam dirinya seperti dirobek, seluruh tubuh Yoona rasanya tak ditempatkan di tempat yang seharusnya, rasanya sakit sekali.


Lagi-lagi Yoona bertindak bodoh. Padahal dulu Yoona sudah bertekat akan menjaga dirinya, tubuhnya sendiri untuk suaminya di masa depan tapi kini ia justru melemparkan diri ke pria ini. Yoona mengerang tertahan saat ingatan semalam diputar lagi oleh ingatannya. Gila! Yoona sudah gila! Bagaimana bisa Yoona mengatakan itu pada Sehun!?


Rasanya menangispun tak berguna untuk sekarang. Karna yang lebih penting adalah, apa yang akan Yoona lakukan setelah Sehun bangun? Haruskah Yoona membekap Sehun yang sedang tidur dengan batal hingga napas pria itu putus?


Yoona menggeleng. Tidak, itu namanya pembunuhan.


Atau haruskah Yoona saja yang mati? Ya, kan? Meski pun itu tidak buruk tapi Yoona belum melihat Allerie hancur.


Yoona melirik Sehun yang masih terlelap. Saat pria itu mengubah posisi, Yoona langsung menahan napasnya seraya menutup wajahnya saat selimut yang menutupi tubuh Sehun sedikit tersingkap. Yoona meneguk ludah, salah satu tangannya bergerak menarik selimut untuk menutupi tubuh Sehun dan sebisa mungkin tak menyentuhnya. Setelahnya kaki Yoona bergerak turun sementara kedua tangannya memegang erat selimut agar tak turun. Di bawah, kakinya berusaha meraih kemeja yang tergeletak di lantai setelah berhasil, Yoona segera memakainya dan turun dari ranjang. Untuk beberapa saat, Yoona melirik Sehun yang masih lelap dalam tidurnya. Ada perasaan aneh dalam dirinya dan Yoona tahu tapi Yoona tak ingin membenarkan itu.


Yoona berlalu dengan hati-hati, memunguti pakaiannya dan Sehun. Setelahnya Yoona memilih untuk kembali ke apartemen-nya. Mungkin Yoona akan mengurung diri sampai Sehun lupa tentang kejadian ini.


Rencananya, sih, gitu. Tapi, Senior sialan itu memang sialan.


"Kau tampak berbeda hari ini, apa, yaa?" ujar Taehyung menatap lekat Yoona yang baru saja keluar dari gedung apartemen.


"Ck. Buang pikiran hinamu itu!" sengut Yoona seraya menoyor Taehyung, membuat kepala Taehyung terdorong mundur dengan lemahnya. "Kenapa kau memanggilku di pagi buta ini?" sambung Yoona bertanya.


Taehyung melengos keras. Tangannya gatal ingin membalas perbuatan wanita muda ini tapi Taehyung sadar tak ada gunanya juga.


"Kita mulai sekarang."


"Ha?"


"Menghancurkan Dosen Jahanam itu!"


"HAA?!"


***

__ADS_1


Kalau ditanya siapa yang ingin Yoona hantam kepalanya dengan batu marmer yang ada di depan Universitas, jawabannya adalah Taehyung.


Pria muda itu seenaknya menyeret Yoona dan membawa Yoona ke ruangan Organisasi Mapala. Bahkan Taehyung belum menjelaskan maksud dari 'menghancurkan Dosen Jahanam' yang tadi dia katakan.


Saat Yoona baru memasuki ruangan, netranya langsung menangkap keberadaan sosok Jung Jaehyun. Pemuda itu nampak kaget melihat Yoona terlebih yang membawa Yoona adalah Taehyung.


"Yoona—" kalimat Jaehyun menggantung saat Yoona mengangkat salah satu tangannya, meminta Jaehyun untuk diam. Netranya melirik Taehyung yang menyeringai kecil. Pria muda itu menarik Yoona untuk duduk di salah satu bangku kosong setelahnya Taehyung mengatakan sesuatu pada Yoona yang hanya dibalas dengan desisan sinis lalu Taehyung keluar.


"Yoona?"


Yoona menoleh, sedikit terkejut saat melihat Jaehyun yang sudah ada di sampingnya. Kapan pemuda ini mendekat?


"Jae—"


"Kenapa kau bisa datang bersama Senior?"


Yoona mengernyit mendengar nada tak suka dari Jaehyun.  "Kenapa?"


Sejak saat itu, Jaehyun menyadari kalau Taehyung memiliki maksud pada Yoona. Dan melihat Yoona bisa terlihat dekat dengan Taehyung, itu artinya Yoona belum mengetahui tentang itu.


"Permisi?" seorang wanita muda menyumbulkan kepala, mengintip. "Apakah di sini ada yang bernama Lim Yoona?" kata wanita muda itu, bertanya. Dan tanpa menunggu sahutan dari orang bernama Yoona, wanita muda itu kembali bersuara, "ditunggu Mister Sehun di ruangannya," dan setelah mengatakan itu, dia berlalu pergi.


Yoona tertegun di tempat. Katanya, jangan pernah lari dari masalah, tapi bagi Yoona sekarang lebih baik Yoona lari sejauh-jauhnya.


"Yoona?"


"Jung, ayo kita pulang."


"Ha?"


"Pulang ke rumahmu."


"HAA—EH?" Jaehyun mendelik saat Yoona menarik tangannya, menyeretnya keluar dari ruangan. "Tu–tunggu, Yoona. Sebentar lagi aku ada kelas—"

__ADS_1


"Cha Cha!!" panggil Yoona. "Titip absen Jaehyun, ya—"


"Yoona, ada tugas yang belum aku—"


"Sekalian berikan tugas Jaehyun juga, oke?!"


"Hn?"


"Makasih, ganteng!"


Cha Cha yang dimaksud Yoona adalah Cha Eunwoo, salah satu anggota Mapala juga teman Jaehyun, dia hanya bisa bergeming mendengar itu ditambah melihat Jaehyun yang diseret-seret Yoona. Selanjutnya Eunwoo hanya bisa menggelengkan kepala, merasa kasihan pada Jaehyun.


o0o


Apartemen Jaehyun adalah tipe studio tapi karna semua barangnya tertata rapih, menjadikan tak terlalu sempit.


Yoona menatap Jaehyun yang sedang memungut sesuatu. Yang kemudian Yoona duduk di sofa, melihat setiap sudut ruangan. Ini pertama kalinya Yoona berkunjung ke apartemen Jaehyun dan harus Yoona akui, Jaehyun benar-benar pandai menata barangnya.


Jaehyun kembali. "Sebenarnya ada apa?!" tanya Jaehyun, menurut penjelasan.


Awalnya Yoona bungkam tapi Jaehyun terus menuntut Yoona untuk menjelaskan semuanya sampai akhirnya Jaehyun mengancam akan menghubungi Sehun barulah Yoona menceritakan semuanya pada Jaehyun.


"A–aku takut, Jaehyun." lirih Yoona.


Jaehyun sendiri masih kaget dan masih belum ingin percaya dengan cerita Yoona tapi melihat Yoona yang sangat gelisah seperti ini membuat Jaehyun sadar kalau semua cerita yang Yoona ceritakan tadi memang benar-benar sebuah kenyataan.


"Yoona..."


"Bagaimana kalau dia marah? Aku tidak ingin menemuinya karna pada akhirnya akan tetap sama."


Jaehyun memandang Yoona. Entah kenapa melihat Yoona seperti ini seperti melihat dirinya sendiri tapi Jaehyun tak suka melihat Yoona yang seperti ini.


"Kau bisa di sini untuk sementara waktu," ujar Jaehyun.

__ADS_1


---


__ADS_2