PAK DOSEN

PAK DOSEN
Chapter 17. Wanita Muda


__ADS_3

---


Chapter 17 - Wanita Muda


[]


Taehyung menguap untuk kesekian kalinya. Pria muda itu nampak kebosanan hingga mengantuk, namun kalau sedetik saja ia menutup matanya akan ada tangan dengan jari lentik menabok dan mencakar wajah tampannya. Sayangnya, Taehyung tidak ingin aset paling berharga yang ia punya dilukai oleh orang lain.


Mati-matian pria itu mempertahankan mata yang berkali-kali bergerak sendiri ingin di pejamkan.


"Bisa kita lanjut nanti? Aku pingin pulang," ujar Taehyung. Pria itu akhirnya tak tahan dan memotong cerita juniornya membuat juniornya itu langsung melotot dan menaboknya dengan keras.


"He, senior sial, aku jadi seperti ini karna kamu, ya!" sengut Yoona seraya menabok keras lengan Taehyung.


Taehyung meringis sakit. Memang hanya Yoona yang berani memperlakukannya seperti ini.


"Dasar junior tidak tahu sopan santun---" Taehyung menarik pipi Yoona dengan gemas.


Yoona menggeram kesal. Wanita muda itu lalu menendang keras tulang kering seniornya yang kemudian dilanjutkan dengan menjambak rambut membuat kepala Taehyung mendongak.


"Ouch!"


Pertikaian kecil itu bukan tidak mungkin langsung mencuri atensi mahasiswa yang berada di sekitar.


"Oh, sekarang kau berani melawanku? Nantangin? Mau sparing?"


Taehyung memegang tangan Yoona yang masih menjambak rambutnya. Pria itu tersenyum manis membuat Yoona yang melihatnya bergidik ngeri. "Kalau aku menang, apa yang akan aku dapat, kan?" ujar Taehyung bertanya seraya memainkan kedua alisnya.


"Cih, dasar senior sialan! memang apa yang kau mau?"


Taehyung tak langsung menjawab. Pria mengulum bibir, menahan senyum gelinya. "Cium," jawabnya.

__ADS_1


Yoona melebarkan kedua bola matanya yang kemudian merapatkan bibir. Memandang Taehyung yang tersenyum kalem. Yoona menggeram jengah dan tanpa peringatan apapun, wanita muda itu memajukan wajahnya dan menarik paksa kepala Taehyung.


Taehyung tersentak kaget. Pria itu merintih saat kepalanya beradu dengan kepala Yoona dengan keras. Ditambah Yoona yang langsung mendorong tubuhnya hingga jatuh dari bangku panjang yang tadi ia duduki.


Yoona berdiri. "Maman tuh cium!" sengutnya kesal.


Taehyung masih merintih seraya mengusap kepalanya.


o0o


Jaehyun menutup laptop yang beberapa saat lalu menjadi kesibukannya. Pemuda itu memandang lurus seorang wanita muda yang berdiri tak jauh dari tempatnya kini juga menatap ke arahnya.


Jaehyun mengela napas yang kemudian berdiri dan menghampiri wanita muda di sana.


Sementara wanita muda itu mengulas senyum saat melihat Jaehyun menghampirinya. "Hai," sapanya lebih dulu.


Jaehyun tersenyum kecil. Pemuda itu memasukan tangan dalam saku celana. Gelagat kaku dengan ekspresi datar saat ini ia tampilkan.


"Hei, Jung Jaehyun sialan!!" teriakan itu langsung membuat kedua muda-mudi kompak menoleh ke sumber suara.


Seorang wanita muda dengan gaya rambut barunya mendengkus kesal. Langkahnya panjang, berjalan mendekat melewati wanita muda di depan Jaehyun begitu saja. Kini ia berdiri tepat di depan Jaehyun, membelakangi wanita muda itu.


"Ku dengar kau punya kenalan polisi, kenalka naku!" tukasnya tanpa basa-basi.


"Ada, tapi untuk apa?"


"Aku akan mengurus surat perceraian."


Jaehyun hampir mengumpat. Pemuda itu dengan gemas menoyor kepala Yoona membuat kepala itu terdorong ke belakang dengan lemahnya.


Yoona tak mau kalah, wanita muda itu membalas dua kali lipat lebih keras. "Ini kepala berisi otak! Kalau otaknya geser kau mau tanggung jawab?!" amuk Yoona.

__ADS_1


Hari ini moodnya jauh dari kata cerah ceria. Wanita muda itu sudah kehilangan mood cerah ceria sejak kemarin. Dan Jaehyun malah semakin memperkeruh suasana hatinya.


Ingin mati, ya?!


Jaehyun mengela napas berat, ia berusaha untuk tetap sabar. "Kau ingin mengurus surat cerai? Kenapa datang ke polisi?"


"Jaehyun ****! Salah satu tugas polisi, kan, mengayomi masyarakat! Ah, sudah, lah, dasar teman tak berguna!" ujar Yoona kesal. Wanita muda itu berbalik yang kemudian tersentak saat ia hampir menabrak seseorang yang berdiri di belakangnya.


Yoona mengerang kesal. Merapihkan rambut sebahunya yang kemudian menatap tajam orang itu. Tapi saat netranya memandang orang itu, tatapan tajamnya lenyap tergantikan dengan mata yang membola, kaget.


Kedua wanita muda itu saling pandang. Tak ada yang mereka katakan untuk beberapa saat, hanya keheningan bahkan Jaehyun yang masih di sana ikut diam menatap bergantian wanita muda di dekatnya.


"Yoona," ucap wanita muda itu.


Masih dengan mata membola, bibir Yoona bergerak menggumamkan kata, "kau ..." dan detik selanjutnya tatapan tajam yang semula lenyap kembali tercipta. Kali ini tatapan itu bukan hanya tajam tapi terlihat jelas ada kilatan kebencian pada tatapan Yoona.


Kedua tangan Yoona terkepal kuat dengan garis wajah kaku, mengeruh, sangat memperlihatkan kalau ia tak menyukai wanita muda di depannya. Yoona membuka bibirnya, berniat akan mengatakan sesuatu namun suara lain lebih dulu mengintrupsi, menghentikannya.


"Seola?"


Kedua wanita muda itu kompak menoleh ke sumber suara. Bahkan Jaehyun pun ikut menoleh.


Mata Yoona semakin membulat saat melihat Sehun. Pria itu menyebut nama wanita muda di hadapannya. Kini mata bulat Yoona memandang Sehun dengan kerlipan penuh tanya.


"Seh---Ah, Mister," ralat Seola. Wanita muda itu tersenyum kecil.


Untuk sesaat Sehun melirik pada Yoona dan Jaehyun, bergantian yang kemudian menatap tepat wanita muda bernama Seola itu.


[]


---

__ADS_1


__ADS_2