PAK DOSEN

PAK DOSEN
Chapter 22. "Aku Tidak Ingin Sendirian. "


__ADS_3

Yoona mengendap pelan. Setengah dari kepalanya menyumbul, mengintip seorang pria yang berdiri di depan kelas seraya menjelaskan mata kuliahnya. Dosen itu, Mr Siwon.


Senyumnya mengembang sendiri dengan malu-malu. Yoona memegangi kedua pipinya yang bersemu merah dan terkikik geli melihat Mr Siwon yang kini tengah serius mendengarkan pertanyaan dari salah satu murid.


Ah, gemasnya.


Sebelah tangan Yoona melambai sendiri ke arah Mr Siwon yang tentunya Dosen itu tak menyadari keberadaan Yoona. Kening Yoona bergelombang dengan bibir yang mengerucut, yang kemudian wanita muda itu mengangguk sendiri seperti seorang yang mendengarkan seorang anak kecil berbicara.


"Apa yang kau lakukan?"


"Astaga!" Yoona tersentak kaget. Wanita muda itu memegangi dadanya yang berdetak kecang karna terkejut.


Melihat Sehun yang memandangnya datar Yoona jadi mengela napas, seakan bersyukur yang memergokinya adalah Sehun. Yang berikutnya Yoona mengernyit melihat Sehun yang mengenakan pakaian casual tak serapih seperti biasanya.


"Sedang apa?" tanya Sehun.


Yoona mengerjap, tersadar. Wanita muda itu menggaruk belakang telinganya, salah tingkah. Ia berdeham kemudian, "Mister sendiri, tumben berpakaian santai," sindir Yoona sebenarnya hanya ingin mengalihkan pembicaraan.


"Saya mencarimu," kata Sehun.


"Ha?"


Sehun melengos, "ada yang ingin saya bicarakan," jelasnya. "Ikut saya!" tintahnya yang kemudian berlalu lebih dulu.


Yoona memandang itu, terdiam beberapa saat mencoba untuk menebak pembicaraan apa yang akan Sehun bicarakan dengannya?


Yoona masuk ke dalam mobil silver Sehun. Wanita muda itu duduk di samping Sehun yang duduk di balik kemudi.


Parkiran kampus lenggang karna sebagian mahasiswa memilih untuk tidak membawa kendaraan dan pergi menggunakan bus atau kereta bawah tanah.


Sehun memandang lurus ke depan. Pria itu mengetuk-ngetuk setir di depannya, merasa canggung untuk pertama kalinya dengan Yoona.


"Yoona," panggil Sehun tanpa menatap Yoona.


Yoona menoleh, "hm?"

__ADS_1


"Ini tentang pernikahan kita," kata Sehun. Pria itu menarik napas dan mengembuskannya perlahan yang kemudian menoleh pada Yoona membuat tatapan mereka bertemu.


Yoona meneguk ludah. "Ya?"


"Tanpa saya beritahu kau sudah mengetahuinya, kalau saya mempunyai kekasih," Sehun menjeda beberapa saat mencoba memilah kalimat yang sekira tak menyinggung Yoona. "Bagaimana pun juga memiliki anak bersamamu itu adalah hal yang takan bisa saya lakukan. Sudah saya katakan kalau—"


"Lalu bagaimana?" potong Yoona. Ia tak ingin mendengar lebih jauh penjelasan tak berguna dari Sehun.


"Saya akan membawa dia ke depan Dad," jawab Sehun yang kini sukses membuat Yoona kaget dan tak percaya. "Sebelumnya, Dad sudah tahu dan—"


"Hm, baguslah. Lagi pula bukan hanya Mister yang tak ingin melakukan hal itu," Yoona kembali memotong kalimat Sehun. Wanita muda itu menyandarkan punggungnya dan mengalihkan pandangannya jadi menatap lurus ke depan. Bersamaan dengan itu, netranya menangkap sosok Jaehyun yang berjalan akan memasuki area parkir bersama Eunwoo.


"Lakukan seperti yang Mister ingin, kabari aku jika hasilnya seperti yang Mister harapkan," ujar Yoona seraya membuka pintu mobil, "dan mari memutuskan hubungan setelahnya," tambah Yoona kemudian berlalu keluar setelah melemparkan senyum manisnya.


"Hei, Jung Jaehyun!" teriak Yoona memanggil Jaehyun.


Sementara Sehun terdiam. Tubuhnya terpaku tak mengira Yoona akan tersenyum seperti itu. Senyum yang biasanya hanya ditunjukkan pada Siwon kini ditunjukkan pada Sehun?!?


"Jaehyun!" Yoona melompat seraya melambaikan satu tangannya seperti anak kecil memanggil teman sekolahnya dengan riang.


Yoona menyeruak diantara Jaehyun dan Eunwoo. Wanita muda itu melompat, merangkul bahu Jaehyun membuat pemuda itu sedikit membungkukan tubuhnya. Sementara Eunwoo di sebelah kirinya terkekeh melihat kedekatan kedua sahabat ini.


***


Yoona menjatuhkan diri pada sofa yang ada di dalam kamarnya. Teringat lagi pembicaraannya dengan kedua orangtuanya. Yoona melengos keras seraya mengacak rambutnya dengan frustrasi.


Yoona sadar, sampai kapan pun, ia takan pernah bisa lepas dari permainan ini. Tapi di sisi lain juga Yoona tahu, kalau ia tak bisa bertahan dalam permainan ini karna semakin lama rasanya berbeda.


"Yoona?"


Mendengar namanya disebut dan bahunya disentuh, membuat Yoona tersentak kaget. Lamunannya buyar.


"Ha?"


"Kau baik-baik saja?" tanya Jaehyun yang sedari tadi melihat Yoona diam dan menatap kosong.

__ADS_1


"Ha?"


Yoona nampak linglung. Wanita muda itu menatap Jaehyun dan ke sembarang arah seolah mencari kesadaran dirinya.


"Ahh, aku, aku hanya tak tahu harus melakukan apa," jawab Yoona akhirnya.


Saat ini Jaehyun sedang berada di kamar Yoona, apartemen Yoona. Mengerjakan tugas dari Profesor Taeil yang lagi-lagi ia di pasangkan dengan wanita muda ini. Bukan apa-apa, tapi semenjak kejadian itu Jaehyun merasa sedikit canggung dengan Yoona walau pun Yoona seolah sudah melupakan kejadian itu.


"Apakah kau ingin istirahat? aku bisa mengerjakan ini di ruang tamu atau aku pulang saja—"


"Tidak!" potong Yoona cepat seraya mencegat dan menarik tangan Jaehyun membuat pemuda itu kembali mendudukan diri di samping Yoona.


Yoona merunduk, wanita itu tanpa sadar semakin mencengkram tangan Jaehyun yang masih dalam genggamannya.


"Yoo–Yoona—"


"Aku tidak ingin sendirian," lirih Yoona hampir menyerupai bisikan.


Jaehyun meneguk ludah, matanya melirik pada ranjang yang tak jauh dari tempatnya duduk. Pemuda itu menggeleng berusaha mengusir pikiran kotornya.


Jangan seperti ini, harusnya Jaehyun bersyukur Yoona memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka dan tetap berteman.


Yoona lalu menoleh, bersamaan dengan itu Jaehyun juga melakukan hal serupa membuat tatapan mereka saling bertubrukan.


Jaehyun meneguk ludah, lagi. Hatinya berdesir melihat wajah cantik Yoona sedekat ini. Yoona itu cantik, sangat cantik. Di mata Jaehyun, Yoona itu sempurna. Tak memiliki cacat sedikit pun. Wanita seperti ini, apakah bisa ia miliki saat ia sadar di samping wanita ini ada pria yang jauh lebih segalanya darinya?


Jaehyun yang bukan siapa-siapa ini, apakah akan terlalu serakah untuk berharap pada Yoona?


"Yoo ... na ..." suara Jaehyun hampir tak terdengar jika saja jarak Yoona tak sedekat ini.


"Jaehyun, apa kau ingin—"


"APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI?!"


Yoona dan Jaehyun kompak tersentak dan menjauhkan diri dan sama-sama memandang ke sumber suara itu yang kemudian semakin terkejut saat menemukan Sehun yang berdiri di ambang pintu dengan rahang yang sudah mengeras dan tatapan yang tajam menusuk di arahkan pada dua muda-mudi di depannya.

__ADS_1


---


__ADS_2