PAK DOSEN

PAK DOSEN
Chapter 19. Drama


__ADS_3

Chapter 19 — Drama


Yoona memainkan kerikil kecil dibawah sepatunya. Tubuh mungilnya kini terbalut jaket bomber kebesaran yang hampir membuat tubuhnya tenggelam. Yoona mendenguskan hidung merahnya. Mata sembab juga wajah yang kucel akibat tangisnya beberapa saat yang lalu membuat Yoona kehilangan riasan di wajahnya.


Yoona sendirian di sini, menunggu bus di halte terdekat dengan kampusnya. Suasana sunyi membuat Yoona teringat kembali pada Jaehyun yang beberapa saat lalu mengejarnya.


Yoona merengek tiba-tiba seraya menjatuhkan tubuhnya sampai terduduk dan menyembunyikan wajahnya diantara lutut. Sebenarnya dari dasar hatinya paling dalam Yoona menyesali perbuatannya. Jung Jaehyun itu satu-satunya teman yang Yoona punya dan hanya pemuda itu yang selalu Yoona andalkan dalam situasi apapun. Tapi sekarang mungkin Jaehyun akan menjauhi Yoona karna perbuatan Yoona pada Jaehyun.


Walau sebenarnya Yoona ingin menyangkal kalau itu bukan sepenuhnya salahnya tapi kenyataanya memang salah Yoona.


Yoona yang tak bisa mengontrol emosinya, Yoona yang tak bisa memikirkan akibat dari tindakan yang dipilihnya, Yoona yang tak bisa melakukan semuanya dengan benar. Dan akibat terburuknya adalah Yoona akan ditinggal sendirian, lagi.


Seperti saat Seungwoo meninggalkannya bahkan mungkin ini akan lebih menyakitkan.


Suara klakson mobil menyadarkan Yoona dari lamunan kelamnya. Wanita muda itu itu mengangkat wajah dan menemukan mobil SUV silver berhenti di depannya. Kaca mobil itu turun dan memperlihatkan seorang pria duduk di balik kemudi. Yoona buru-buru merapihkan tampilannya dan langsung memasang wajah datar.


"Masuk." titah Sehun tanpa basa-basi.


Yoona pura-pura tuli. Wanita muda itu itu justru membuang muka.


"Masuk." titah Sehun, lagi. Ternyata pria itu masih mempunyai kesabaran untuk menghadapi Yoona.


"Sir—"


"Dad mengundang kita di acara perusahaan klien dia," potong Sehun. "Dan kau bisa berbicara dengan orangtuamu untuk rencana perceraian kita, seperti apa yang kau inginkan," tambah Sehun dan kali ini Yoona merasa ditembek tepat.


"Aku takkan menahanmu," kata Sehun, acuh.


Yoona merapatkan bibir yang kemudian mengela napas panjang dan akhirnya menurut. Wanita muda itu duduk di kursi samping kemudi, memasang sabuk pengaman dan diam sepanjang perjalanan.


Hatinya entah mengapa terasa panas setelah mendengar perkataan Sehun. Ya, Yoona sadar kalau dirinya tak pernah mendapatkan perasaan apapun dari Sehun. Hubungan mereka hanya sebuah permainan rumah-rumahan yang diinginkan oleh keluarga mereka dan Yoona juga percaya pada perasaannya yang masih menginginkan satu orang.


Mister Siwon.


Tapi, kok, panas, ya?

__ADS_1


"Semua yang terjadi pada Kakak mu, bukan salah mereka. Kau sadar itu, kan?" suara Sehun akhirnya lebih dulu mengisi keheningan dalam mobil. Membuat satu-satunya manusia bersamanya itu menoleh dengan pandangan dingin.


Sehun melirik sesaat yang kemudian berdeham singkat. "Ini masalah hati, kau sendiri yang bilang kalau—"


"Hm, tapi akan lebih baik kalau yang dikatakan oleh wanita itu bukan sesuatu yang akan menyakiti perasaan Seungwoo. Kalau memang dia tak pernah menaruh rasa pada Seungwoo jangan bertingkah seolah dia memilikinya dan seolah menjadi wanita paling beruntung karna Seungwoo juga—ah, ya, dia wanita paling beruntung karna sampai akhir hayat Seungwoo, wanita sialan itu yang masih Seungwoo cintai."


"Ta—"


"Astaga! ini gila!" erang Yoona tiba-tiba bahkan sampai membuat Sehun di sampingnya terlonjat kaget karnanya. "Sekarang aku berkeingin untuk menggali kuburan Seungwoo dan memakinya karna meninggal dengan hati yang masih diisi oleh wanita ular itu!?!"


Sehun merapatkan bibir mendengar rentetan kalimat Yoona. Pria itu geleng-geleng kepala, sadar kalau sekarang jiwa barbar Yoona sudah kembali.


"Sir! antarka naku ke—"


"Yaa, hei, hei," Sehun mengela napas berat dengan sabar. Nyatanya, Yoona yang seperti ini yang lebih membuatnya lelah. "Yang lebih penting itu kau harus meminta maaf pada Jaehyun," tutur Sehun yang sukses membuat Yoona mencebikan bibir sebal karna diingatkan lagi dengan pemuda itu.


Kembali, lah, sudah perasaan bersalahnya.


Bibir Yoona mencebik, wanita muda itu tak dapat menemukan kalimat untuk membalas ucapan Sehun. Sehun yang menyadari itu, membuatnya menyeringai kecil.


"Bagaimana Mister bisa mengenal wanita itu?" tanya Yoona, memotong kalimat Sehun membuat pria itu langsung mengatupkan bibir.


Sehun tak menjawab. Pria itu memutar kemudi yang akhirnya mobil SUV yang dikendarainya memasuki halaman rumah mewah dengan halaman luas yang dihidupi oleh rumput lembut dan beberapa tanaman hias milik sang Ibunda.


Sehun melepas sabuk pengamannya yang kemudian menoleh ke arah Yoona yang masih diam seolah tak ada niatan untuk turun. Wanita muda itu menatap Sehun, menuntut jawaban.


Sehun mengela napas. "Tapi, sejak kapan kau sedekat itu dengan Ketua Mapala itu?" kata Sehun, membalas bertanya.


Yoona tersentak begitu ditembak oleh pertanyaan Sehun. Dirinya dekat dengan Taehyung? Benarkah?


Seingat Yoona, dirinya hanya beberapa kali bertemu itu pun selalu melibatkan kekuatan fisik dan lagi, Yoona hanya beberapa kali meminta Taehyung untuk mentraktirnya. Dan ... menangis— sial, yang terakhir itu sangat memalukan.


"Hm?"


Sehun mosisikan duduknya jadi sedikit menghadap Yoona. "Dengar Yoona, aku mengenal Seola sudah lama dan selama itu aku tahu kalau dia wanita baik. Seharusnya kau berterimakasih kepadanya karna Seola sudah mengisi hari-hari Seungwoo yang seharusnya Seola habiskan bersama Jung Jaehyun," kata Sehun.

__ADS_1


Yoona mengepalkan kedua tangannya. Wanita muda itu kembali merasa panas karna lagi-lagi Sehun seperti membela Seola dan memandang semua kesalahan ada padanya. Seolah di sini Yoona adalah wanita jahatnya.


Yoona mengalihkan pandangan beberapa saat yang kemudian ia tertawa pelan. "Sir, aku menanyakan bagaimana Mister bisa mengenal wanita itu, bukan menanyakan baik, kah, wanita itu," kata Yoona disertai senyum manis yang dipaksakan. Kemudian tatapan Yoona berubah dingin yang nyalang terarah pada Sehun. "Jangan tiba-tiba menjadi bodoh hanya karna ingin menutupi seburuk itu kesalahan wanita sialan itu pada Seungwoo," Yoona mendesis kemudian, "kau terlihat begitu menyedihkan," sambungnya dan segera melepas sabuk pengaman yang kemudian langsung turun meninggalkan Sehun yang masih membatu di balik kemudi.


---


Yoona menerima segelas wine yang dibawa oleh seorang pelayan. Sekarang Yoona sedang memisahkan diri dari kedua orangtua Sehun dan juga dengan Sehun tentunya. Yoona masih tak bisa menerima  Sehun. Yoona memang menyadari tindakannya pada Jaehyun itu salah tapi yang tidak bisa Yoona terima adalah Seola tak bersalah dan Sehun hanya membuat dirinya yang bersalah.


Yoona menenggak habis wine di tangannya. Memikirkan bagaimana jahatnya pemikiran Sehun terhadapnya membuat emosi Yoona naik ke permukaan. Tidak bisakah pria itu sekali saja memandang Yoona benar?!


Lalu netranya menangkap seorang pria dewasa. Pria itu datang dengan seorang wanita cantik dan tepat saat Yoona melihat ke arah wanita itu, wanita itu tersenyum memperlihatkan gummy smile yang sangat menggemaskan.


Yoona mendecih, diam-diam merasa iri pada wanita itu. Ternyata salah satu Dosen yang dia kagumi sudah punya monyetnya.


Ngomong-ngomong kenapa Dosen itu bisa datang ke acara ini? bukan, kah, pemilik perusahan ini hanya mengundang kolega dan investor saja?


Yoona berniat ingin menghampiri Dosen itu. Ia menaruh gelas yang sedari tadi ia pegang ke meja terdekat tapi baru beberapa langkah saja, suara barito khas seorang pria memanggilnya.


Yoona menoleh, malas. Sudah menebak pria itu. Sehun. Siapa lagi?


"Ikut aku," titah Sehun. Pria itu tengah menjadi santai terdengar dari cara bicara dan bahasa informal yang digunakan.


"Ha?" belum sempat Yoona menolak, Sehun sudah lebih dulu menarik lengan Yoona membuat wanita muda itu dengan terpaksa mengikuti langkah Sehun.


"Sir, kau ingin membawaku kemana?"


"Dad," jawab Sehun. "Dad ingin mengenalkanmu pada pemilik SKYE," tambah Sehun.


"SKYE?"


"Nama perusahan ini."


Yoona mengangguk dengan bibir yang membulat. Lucu sekali, ia datang ke pesta salah satu perusahaan tapi tak tahu nama perusahaan itu. Ha-Ha.


Detik berikutnya Yoona tersentak saat Sehun memindahkan tangan yang semula menggenggam gelangan tangannya kini berpindah ke pinggangnya dan seolah belum cukup sampai di sana, kini Sehun menarik tubuh Yoona agar merapat padanya. Tiba-tiba saja Sehun jadi posesif dan nampaknya pertunjukan drama akan segera dimulai.

__ADS_1


---


__ADS_2