
Chapter 05 — Yoona Tidak Suci Lagi
-
"Sir ..." suara serak Yoona menyadarkan Sehun dari keterpanaan yang tadi sempat hanyut dalam sensasi aneh dalam dirinya.
Sehun menunduk menatap Yoona yang tak membalas tatapannya.
"Kapan kita cerai?"
Sehun mengerjap, tubuhnya menegak tak siap mendapat pertanyaan seperti itu. " ... hm?"
-
Sehun keluar dari kamar mandi, sudah lengkap dengan celana piyama dan kaos putih oblong. Di atas kepalanya tertengger handuk kecil berwarna putih, guna untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Sehun duduk di tepi ranjang. Satu jam yang lalu ia mengantar Yoona pulang dan membersihkan wanita muda itu. Tatapannya kini beralih pada jam di atas nakas, sudah pukul satu dini hari. Meskipun pandangan Sehun ke sana, namun pikirannya berkelana ke tempat lain.
Teringat bibir tipis Yoona menyentuh bibirnya, lembut tanpa ada perintah menuntut. Sehun mengerang, mengacak rambutnya frustrasi. Ia berusaha mengusir pikiran itu. Melempar kesal handuk kecil di atas kepalanya, yang kemudian ia menjatuhkan kepalanya di atas bantal, berusaha memejamkan matanya untuk menyambut alam mimpinya. Ia pasti sudah gila.
Kapan kita cerai?
Mata Sehun langsung kembali terbuka, lebar. teringat lagi ucapan wanita muda itu. Begitu, kah? Wanita muda itu ingin bercerai dengannya?
Tapi kalau di pikirkan lagi, memang tak ada alasan untuk mempertahankan hubungan 'Suami-Istri' yang tak pernah di dasari oleh komitmen dari kedua belah pihak, apalagi dengan perasaan. Yang sebenarnya terjadi adalah nasib sial mereka, kenapa harus di satukan atas dasar bisnis demi keuntungan kedua orang tua mereka yang menginginkan kerja sama agar perluasan cabang perusahaan mereka berjalan dengan baik. Dan tentunya akan mendapatkan pandangan bagus dari kolega-kolega yang mengetahui Boneit Comp dan Allerie Enterprises Inc adalah dua perusahaan yang memiliki hubungan baik dan bagus karna BE-SAN.
Sehun lalu beranjak ke keluar kamarnya, memutuskan untuk menyiapkan materi untuk kelasnya. Padahal untuk jadwal bulan depan. Biarlah, Sehun tidak memiliki pekerjaan lain. Belum, lebih tepatnya belum. Karna nyatanya ada gedung besar yang masih menanti dirinya untuk segera di pimpin olehnya.
Dan lagi, kesibukan yang sebenarnya tidak harus di lakukan sekarang adalah topeng untuknya. Topeng untuk melupakan kejadian beberapa saat yang lalu dan seseorang jauh di luar sana.
o0o
__ADS_1
Yoona melenguh pelan, matanya mengerjap beberapa kali sampai akhirnya kedua matanya terbuka sempurna.
Wanita muda itu kini menatap sekitar yang kemudian mengela napas lega saat di rasa ia sudah ada di apartemen-nya.
Ugh ... perutnya mual dan kepalanya pusing, pening. Yoona ingin menutup lagi kedua kelopak matanya tapi rasa lapar mengurungkan niat itu. Dengan lemas, ia turun dari ranjang, langkahnya masih sedikit oleng dengan tangan yang bertumpu pada dinding untuk menahan berat badannya.
"Alkohol sialan!" umpat Yoona pada cairan bening yang sebenarnya tidak benar-benar salah.
Kakinya sudah menginjak area pantry. Langkahnya terhenti saat melihat piring yang di isi dengan omelet dan bacon diatasnya, tak lupa dengan segelas air mineral. Sarapan? siapa yang menyiapkan ini?
Sudah dingin, ini pasti sudah di buat sejak pagi. Mengingat ini sudah lewat jam dua belas siang.
"Mister Sehun?" gumam Yoona pelan. Yang kemudian mengendik tak ambil peduli banyak. Wanita muda itu mengambil gelas air di samping piring, meneguknya hingga tersisa setangah. Pandangan menangkap satu benda lain di atas meja.
Map coklat.
Yoona mengerjap, yang kemudian kedua matanya membola. Teringat sesuatu.
“Sir ... kapan kita cerai?”
"Status janda menanti di depan mata!" seru Yoona, namun masih enggan melihat isi dari map coklat itu. Ia mengambil satu potong bacon, memakannya dengan khidmat.
"Tapi ... Aku masih perawan, belum bisa di anggap sebagai janda, dong?" kata Yoona. "Lagi pula, Mister Sehun pas nikah dulu nyium kening, doang. Bibir aku masih pera—ASTAGA YA TUHANKU!!!"
Tubuh Yoona merosot ke bawah, di antara kursi dan meja bar. Wajah yang sudah semerah kepiting rebus itu ia sembunyikan di antara lutut dengan bibir yang tak henti-hentinya mengucap nama Tuhan.
Otaknya kini sudah seratus persen sadar! Mengingatkan Yoona pada kejadian semalam, di mana ia memuntahi sepatu Sehun yang lalu Yoona tak hilang kesadaran dan Yoona kembali tersadar saat Yoona dan Sehun berada di dalam lift. Dan, dan ...
Yoona meneguk ludah.
Dan, kejadian itu terjadi. Lebih gawatnya lagi dirinya-lah yang memulai!?!
__ADS_1
"Mister, you are asshole!!" umpat Yoona jadi menyalahkan Sehun. "Jung Jaehyun, bajingan!" lagi, Yoona menyalahkan orang lain. Masih enggan untuk menerima kenyataan kalau itu murni karna salahnya.
o0o
Setelah menenangkan diri dari guncangan drama di pantry. Yoona membersihkan diri dan ia baru tersadar kalau baju yang ia kenakan saat akhirnya ia hilang kesadaran lagi berbeda dengan baju saat ia bangun hari ini. Tanpa bertanya pun Yoona yakin siapa orang yang berani mengganti pakaiannya. Mr Sehun, siapa lagi?
Yoona ingin menangis. Menangisi dirinya yang tak bisa menjaga diri sendiri. Bagaimana bisa ia membiarkan aset untuk suaminya kelak sudah lebih dulu di lihat oleh pria lain?
Memang benar-benar pria jahanam!
Yoona siap. Ia keluar dari persembunyiannya. Berniat untuk pergi ke Kampus yang sebenarnya Yoona tak memiliki jadwal kuliah malam, tapi Mr Siwon punya. Jadi demi mendapatkan vitamin Yoona harus datang dan mungkin akan menagih janji makan bersama. he he.
Namun saat ia sudah menginjakkan kaki di selasar Apartemen-nya, depan pintu. Langkah Yoona langsung terhenti. Melihat seorang wanita cantik berdiri di depan pintu Apartemen yang berada di samping Apartemen-nya. Yang mana itu adalah apartemen milik Sehun.
Yoona kembali menata langkahnya. Mendekat pada wanita yang nampak sedang mencari sesuatu di tas berukuran sedang itu. Saat jaraknya sudah dekat dengan wanita itu, Yoona berdeham, mengalihkan atensi wanita itu dari kesibukannya.
"Eh?"
"Miss, apartemen ini sudah ada penghuninya. Miss salah tempat, ya?" kata Yoona, bertanya dengan hati-hati.
Wanita itu tersenyum, menambah kesan cantiknya bertambah. "Saya tahu, kok."
Yoona mengerjap sesaat, bibirnya ia tipiskan. Berusaha memahami situasi. Yang kemudian ia mengangguk kecil. "Oh, Miss mencari Mister Sehun?" tanya Yoona, namun belum di jawab, Yoona kembali bersuara, "Mister Sehun kalau malam rabu ada kelas malam, Miss. Kalau Miss ada sesuatu yang penting nanti saya akan menemui Mister Sehun, kebetulan saya ingin pergi ke Kampus," ujar Yoona panjang lebar.
Wanita itu lagi-lagi tersenyum, membuat Yoona diam-diam terpana melihat itu. "Terimakasih, ya. Tak mengapa, saya punya kartu akses apartemen Sehun, kok." ujarnya seraya merogoh saku blazernya dan mengeluarkan kartu berwarna hitam. "Astaga, tadi di cariin di tas, eh malah ada di saku!"
Yoona yang awalnya ingin mengumpat jadi mengurungkan niatnya saat tersadar pada kalimat wanita itu.
"Saya permisi, ya."
Yoona masih diam. Tubuhnya seolah tertegun menatap wanita itu benar-benar bisa membuka pintu di depan mereka.
__ADS_1
Siapa wanita itu? Kenapa sampai punya kartu akses apartemen milik Sehun? Yoona yang bahkan 'istrinya' tak mengetahui passcode untuk mengakses apartemen ini.
-