PAK DOSEN

PAK DOSEN
Chapter 20. Pembicaraan


__ADS_3

Yoona mendecih dan mengalihkan pandangannya. Ya, berbahagialah kalian dan setelah ini Yoona akan lebih bahagia setelah berhasil mendapatkan hati Mr Siwon.


Astaga, bagaimana ini? Yoona sangat menyukai Dosen itu.


Yoona terkikik geli. Hanya memikirkan Mr Siwon saja sudah membuat segini gilanya, bagaimana jika ia memiliki Mr Siwon nanti?


"Kau gila?"


"Astaga!" Yoona hampir memekik kaget saat tiba-tiba suara barito terdengar di dekatnya. Wanita muda itu mendengkus saat melihat si oknum yang malah tertawa renyah melihat itu. "Dasar gila!" umpat Yoona.


"Terimakasih, kau juga gila," balasnya masih dengab tawanya.


Yoona mencibir, menatap pria muda di depannya. "Kenapa kau ada di sini?"


"Beberapa alasan membuatku ada di sini," jawabnya. "Kau harus tahu, datang ke acara seperti ini bisa membuatmu sukses. Ya, meski pun aku tak begitu paham dengan bisnis tapi aku juga tak bisa memakan daun di pinggiran jalan, ya, kan?"

__ADS_1


Yoona kembali mencibir. "Kau ini, sudah sial, bodoh pula!"


Tawa Taehyung kembali meledak. Pria muda itu mengacak gemas puncak kepala Yoona yang kemudian tangannya ditepis kasar membuat kedua manusia itu kompak kaget dan menoleh ke siempunya tangan.


"Sudah berapa kali saya bilang, kau harus menjaga sikapmu, Kim Taehyung." kata Sehun seraya menekan jelas marga Taehyung.


Taehyung tertawa pelan, kini jadi menghadap langsung pada Sehun yang sudah mengeruhkan air wajahnya. "Ah, maafkan saya, Tuan Muda. Wanita di samping saya sangat menggemaskan jadi saya lupa akan posisi saya," balas Taehyung dengan main-main.


Namun Sehun yang mendengar itu semakin mengetatkan rahangnya. Pria itu berusaha untuk tetap menguasai diri untuk tak melempar tubuh pria muda di depannya ini.


Di sisi lain, Yoona sudah tak tahan untuk mengumpati Taehyung yang mengatakan kalimat menjijikan itu. Wanita muda itu akan maju bersiap untuk menyerang Taehyung tapi sebuah tangan menarik tangannya membuat Yoona berhenti dan tertarik mendekat pada tubuh tegap seorang pria.


Berikutnya Yoona hampir memekik kaget dengan kedua mata membola saat Sehun kembali bersuara. "Berhenti menganggu milik saya."


Taehyung hampir menyemburkan tawanya. Pria muda itu memandang tenang Sehun yang sudah mengeruhkan air wajahnya. Ia mengangkat sebelah alis, jadi terkekeh ringan. "Oh, ya? sejak kapan?" tanyanya dengan santai.

__ADS_1


Yoona mengatupkan bibir rapat. Maniknya menatap tajam pada Taehyung, meminta pria muda itu untuk berhenti memancing Sehun.


"Sir—"


"Kau bilang dia milikmu? kalau begitu, harusnya kau menjaga milikmu itu agar tak disentuh oleh orang lain," ujar Taehyung yang membuat Yoona kembali merapatkan bibir. "Kau bahkan tak tahu apa yang sudah—ARGH!!" kalimat Taehyung menggantung tergantikan oleh suara erangan mengadu sakit.


Yoona baru saja menendang tulang kering Taehyung menggunakan heels–nya. Wajahnya memerah karna manahan amarah juga rasa malunya. Kedua pria ini berbicara seolah Yoona adalah barang ditambah dengan kalimat Taehyung yang seolah mengatakan bahwa Yoona sudah melakukan hal diluar batas.


Yoona memejamkan matanya sesaat. "Hei, senior sial," panggil Yoona yang membuat bukan hanya Taehyung yang menoleh tapi Sehun juga. "Kalau kau akan mempermalukanku, terima kasih." Yoona menjeda beberapa saat, "tapi aku bisa mempermalukan diriku sendiri dengan menghabisimu di sini," tambah Yoona yang kemudian matanya melirik tajam pada Taehyung membuat pria muda itu diam-diam meneguk ludah. "Pergi." titah Yoona tajam disertai dengan tatapan yang tak kalah tajam.


Taehyung diam beberapa saat yang kemudian tak punya pilihan. Ia berlalu pergi. Merasa gagal karna tak bisa lebih lama memancing Sehun untuk lepas kendali.


Yoona mengela napas melihat kepergian Taehyung. Sementara Sehun menatap Yoona dengan datar.


"Bukankah sudah saya bilang untuk menjauhi pria itu?" ketus Sehun membuat Yoona yang mendengarnya jadi mencibir.

__ADS_1


"Dari pada itu, aku sudah berbicara dengan keluargaku mengenai perceraian kita," kata Yoona.


***


__ADS_2