
Chapter 15 — Murahan
Dalam ruangannya Sehun diam. Pikirannya entah mengapa, lagi-lagi memikirkan wanita muda itu. Ini bukan perasaan rindu, hanya saja Sehun merasa ada yang aneh dengan wanita muda itu. Terhitung seminggu lebih wanita muda itu seakan mengibarkan bendera perang yang lebih tajam dari sebelumnya.
Ya, Sehun sadar Yoona tak pernah bersikap ramah dengan suka rela terhadapnya. Tapi, seminggu lebih ini Sehun merasa Yoona berubah lebih tajam dan sering mengeluarkan kalimat sarkas yang sedikit menusuknya.
Pria itu menatap jam yang melingkar di gelangan tangannya. Ia harus segera pergi ke kampus. Namun ketika pintu terbuka ia mendapati seorang pria berdiri berhadapan dengan seorang wanita muda yang beberapa saat lalu sedikit mengganggu pikirannya.
Tanpa sadar Sehun mengeraskan rahangnya.
Kaki panjangnya bergerak. Melangkah mendekat pada dua insan itu yang membuat mereka jadi melirik saat menyadari pergerakan mendekat.
Yoona mendengkus. Kedua tangannya lalu dilipat depan dada. Sementara pria di depannya hanya diam dengan ekspresi kalem.
"Hm, aku akan kembali ke kampus."
Yoona melirik Taehyung yang kemudian senyum manis tercipta. "Hm, hati-hati senior!" jawab Yoona, bibirnya masih bergerak tanpa suara menggumamkan kata 'sial' dengan sorot yang diam-diam berubah tajam walau hanya satu detik itu.
Yoona kini menoleh. Menatap Sehun dengan kedua bola mata membulat, seolah terkejut dengan keberadaan Sehun di sekitarnya.
"Astaga! Mr Jahan—Sehun?!" suara nyaring Yoona membuat Taehyung ikut menoleh. "Anda di lantai ini juga? Waaahhh ... astaga kesialan—eh, keberuntungan macam apa ini?!" Yoona menyeringai, sadar berhasil membuat Sehun kesal.
Sehun mengela napas panjang, berusaha untuk menguasai diri yang kemudian menoleh pada Taehyung yang sedari tadi diam. Sehun menipiskan bibir sebelum akhirnya bersuara, "bukankah kau harus kembali ke kampus?"
__ADS_1
Taehyung mengerjap beberapa kali yang kemudian mengangguk, membenarkan.
"Waaah hebat! bahkan sekarang Mister hapal jadwal Mahasiswa yang bahkan bukan muridnya?!" decak kagum Yoona kembali membuat atensi kedua pria itu. "Benar, kan?" tanya Yoona pada Taehyung.
T
aehyung mengulum bibir, susah payah menahan tawa akibat penuturan yang Yoona ucapkan. Wanita muda itu benar-benar tahu bagaimana membuat Sehun terbakar perlahan-lahan.
"Aku pergi sekarang," ujar Taehyung pada Yoona yang kemudian pria itu beralih menatap Sehun dengan kerlipan dingin yang hanya berlangsung satu detik. "Saya permisi, Sir!" Taehyung berlalu.
Sudut matanya melirik, mengikuti kepergian Taehyung. Tanpa sadar Sehun memainkan rahangnya yang terkatup kuat.
Yoona mengela napas kemudian berbalik ingin masuk ke apartemennya.
Yoona berhenti. Punggungnya menegak begitu saja saat mendengar pria itu memanggil namanya dengan suara dingin nan tajam.
"Setelah membawa pulang Jung Jaehyun, sekarang kau membawa laki-laki itu?" sindir Sehun dengan intonasi sinis yang sangat kentara. Hal itu tak ayal membuat Yoona langsung tersulut.
Wanita muda itu mengepalkan kedua tangan dengan bibir yang terkatup rapat, tubuhnya kembali menghadap Sehun.
"Memang kenapa? toh, selagi orang tua kita tidak tahu itu tak masalah aku ingin membawa pulang berapapun laki-laki."
Untuk sesaat Sehun diam. Matanya menatap lekat Yoona yang tak takut membalas tatapannya. Hingga akhirnya ia menggumamkan sebuah kata, "murahan."
__ADS_1
Kedua bola mata Yoona membulat. Kata yang diucapkan Sehun memang pelan, tapi ia dapat mendengarnya dengan jelas. Kaca tipis pun perlahan membingkai kedua bola matanya.
Yoona menarik napas lalu mengembuskannya perlahan. Ia berusaha untuk tetap menguasai diri. "Sir saya punya rahasia ..." ujar Yoona, perlahan kakinya melangkah mendekat. "Tidak banyak yang tahu, tapi sebenarnya saya sudah menikah," sambung Yoona, kali ini suaranya berbisik pelan.
Yoona menyeringai, melihat Sehun yang hanya diam. Wanita muda itu mundur selangkah. Netranya menatap Sehun dengan sorot serius, seolah apa yang akan ia katakan adalah sebuah hal yang tak boleh diketahui oleh siapapun.
"Selama ini saya tak pernah disentuh olehnya ... ternyata dia memilih untuk menyentuh wanita lain," ujar Yoona, untuk beberapa saat Yoona diam, ingin melihat reaksi Sehun.
"Yoo—"
"Menurut Mister ... siapa yang murahan?" potong Yoona, "Aku ... suami Jahanam saya atau ... wanita sialan itu?" sambung Yoona.
Yoona menarik napas saat mendapati Sehun yang berusaha untuk tetap menguasai diri dengan mengatupkan bibir rapat-rapat.
"Da—dari dulu saya sangat ingin membumi hanguskan suami Jahanam saya. Tapi saat mengetahui wanita sialan itu, sekarang saya sangat ingin meratakan tubuhnya di bawah pijakan kaki saya—"
"YOONA!!"
Yoona tersentak kaget. Tiba-tiba Sehun meneriki namanya. Yoona menahan napas. Kakinya mundur saat Sehun melangkah maju, memojokannya ke dinding. Seketika aura di sekitarnya terasa dingin. Yoona merasa sedang di jadikan mangsa oleh seekor binatang buas.
"Jangan memancing saya, Yoona."
---
__ADS_1