PAK DOSEN

PAK DOSEN
Chapter 07. Tebing dan Ciuman


__ADS_3

Mata Yoona berbinar. Pandangannya mengedar, baru pertama kali di ajak ke tempat Jaehyun berlatih panjat tebing.


"Yoo-" Jaehyun mendengkus, menatapi Yoona yang berlari mendekat ke satu tebing buatan. Melihat wanita muda itu yang kegirangan seperti anak kecil yang di ajak ke taman wisata, sangat menggemaskan juga begitu melelahkan karna kini Jaehyun seperti babysitter yang menjaga seorang balita.


Sementara Eunwoo yang menjadi orang ketiga di antara Yoona dan Jaehyun kini tertawa geli, melihat bagaimana Yoona yang mendekati pelatih mereka. Kini wanita muda itu merengek meminta untuk di ajari.


"Aku kaget kau membawa seorang perempuan ke tempat ini," kata Eunwoo seraya terkekeh geli.


Jaehyun balas mendengkus. "Aku juga," jawabnya.


Eunwoo tertawa kecil yang kemudian berlalu lebih dulu, gilirannya sebentar lagi.


"Jung! Jung! Jung Jaehyun!" Yoona melambai semangat, di pinggangnya kini terpasang beberapa tali pengaman, nampaknya pelatih tak bisa untuk menolak permintaan Yoona.


Ya gimana ... Yoona merengek seperti bocah lima tahun yang minta di beli, kan, es krim.


Jaehyun merogoh ponselnya saat merasakan benda pipih itu bergetar. Satu pesan baru masuk.


Mr Sehun: Bawa pulang Yoona sekarang juga!


Jaehyun meneguk ludah. Mau bagaimana pun juga, ternyata Dosen itu tetap menyeramkan. Dan entah apa yang merasukinya tadi, hingga berani membawa Yoona padahal tidak jauh darinya ada seorang Mr Sehun yang mengawasi. Astaga, mungkin Jaehyun harus segera membuat surat wasiat.


Sementara Yoona. Kini tengah serius mendengarkan penjelasan untuk memulai satu pijakan di tebing buatan yang ada di depannya kini. Namanya Kim Taehyung. Yang ternyata Kating, satu Kampus dengannya itu adalah seorang pelatih dan juga seorang Ketua Organisasi Mapala di Kampus. Awalnya Yoona heran karna tidak tahu ada Senior yang memiliki standar wajah di atas rata-rata, diam-diam juga menyesali hidupnya yang hanya di kelilingi oleh Kaum Adam yang wajahnya ... uhm, di bawah standar. Dibaca Jaehyun dan Mr Sehun.


Taehyung memberikan contoh. Kaki kanan pemuda itu berpijak pada salah satu batu tumpuan dengan tinggi di atas mata kaki, lalu tangan kirinya meraih satu batu tumpuan lain di atas kepala lalu di lanjutkan dengan kaki kiri yang memijak batu tumpuan yang lebih tinggi dari tumpuan kaki kanan, begitu pula dengan tangan kanannya.


Setengah tebing, Taehyung merayap dengan gesit. Pemuda itu turun di tengah perjalanan dengan cara berayun. Kembali berdiri memijak tanah.

__ADS_1


"Bagaimana? Mudah bukan?" kata Taehyung. "Ini akan semakin mudah karna kau rajin gym," sambungnya.


Bohong. Yoona tak pernah menginjakkan kakinya di ruang olahraga itu, tadi ia mengatakan sering pergi ke gym karna ia hanya ingin di ajari untuk memanjat tembok begajulan di depannya ini.


"Senior, ini aman, kan?"


Taehyung mengangguk.


"Kalau aku terpeleset lalu jatuh bagaimana?"


"Itu gunanya peralatan yang terpasang di tubuhmu."


"Kalau tiba-tiba talinya putus bagaimana?"


"Kalau kamu jatuh, aku akan menangkap kamu."


Jaehyun berjalan ke arah tembok, kaki kanannya sudah bertumpu pada satu pijakan. Ia menoleh pada Yoona yang menatapnya dengan bibir mencuat kecil.


Yoona mendengkus, sadar kalau Jaehyun sedang meremehkan dirinya. Ia lalu mendekat ke tembok terjal di dekatnya. Kakinya memijak satu batu. Yoona mengambil napas sebanyak-banyaknya yang kemudian mengembuskannya, membuat pipinya mengembung. Tangan kirinya menggapai satu batu di atas kepalanya.


Baru satu pijakan tapi kakinya sudah gemetar karna menahan berat badannya sendiri. Pijakan kedua berhasil di lalui dengan susah payah. Di bawah dapat Yoona dengar Jaehyun dan Taehyung tertawa, menertawai dirinya.


Yoona menarik napas lagi, mengembuskan lewat mulut. Pijakan ketiga harus berhasil juga!


Yoona menunduk, mencari pijakan yang sekiranya bisa digapai oleh kaki kanannya. Namun saat kaki kanannya akan memijak salah satu batu, kakinya terpeleset membuat kedua tangannya melepaskan pegangannya.


Yoona menjerit. Wanita muda itu bahkan tak sadar kalau jaraknya dengan tanah tak sampai satu meter, alias masih sangat dekat dengan tanah. Tapi yang namanya jatuh tetap sakit.

__ADS_1


Pantat Yoona mendarat lebih dulu, membuat tawa Jaehyun semakin keras. Pemuda itu terpingkal sambil memegangi perutnya. Melupakan ucapannya pada Yoona sebelumnya.


o0o


"Sayang, kamu kenapa, sih?" wanita dengan kaos oversize berwarna putih dengan diameter tipis tanpa mengenakan bawahan itu memeluk seorang pria yang duduk di sofa ruang tengah. Lengan wanita itu melingkar di leher sang pria, yang kemudian bibirnya mengecup singkat tengkuk sang pria. "Aku sudah ada di sini, kamu tidak rindu padaku, hm?"


Sehun meraih salah satu tangan yang melingkari lehernya. Menarik tangan itu hingga si wanita memekik karna di tarik dan ia harus melompati punggung sofa sampai akhirnya ia terjatuh di pangkuan Sehun.


"Suji, kau menanyakan sesuatu yang sudah jelas jawabannya," ujar Sehun, seraya menyelipkan rambut wanita di pangkuannya ke belakang telinga.


Suji Bae, nama wanita itu. Tertawa kecil. Kedua tangannya mengalung kembali di leher Sehun. "Sori," bisik Suji dengan senyum sensualnya.


Sehun tak menjawab. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah wanita di pangkuannya sampai bibir keduanya bertemu dan mulai mengecap bibir satu sama lain.


Jemari Suji terperangkap dalam surai rambut legam Sehun, sementara satu tangan pria itu menekan tengkuk Suji, memperdalam ciuman mereka dan satu tangannya lagi mengusap kaki Suji dalam ritme lembut.


Sehun menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Suji, menghisap dan melumat bibir yang ia rindukan. Sudah lama sekali Sehun tak merasakan bibir wanita ini, rasanya masih sama, masih membuatnya merasa candu, tak ingin menjauhkan diri jika saja ia tak ingat paru-parunya yang membutuhkan pasokan oksigen.


Sehun menjauhkan wajah dengan gigi yang masih menggigit kecil bibir bawah Suji. Pria itu tersenyum samar yang membuat Suji gemas dan ingin maju, menyerang pria itu lagi. Walau detik berikutnya ia tersentak, saat Sehun memegang kedua lengan atasnya. Menahan dirinya.


"Aku akan mengecek Yoona," ujar Sehun seraya mengangkat tubuh Suji dari pangkuannya. Sehun berdiri bersiap untuk melangkah sampai akhirnya tangan kecil menyambar lengan Sehun.


"Aku ada di sini, kenapa kamu malah memikirkan wanita lain di depan aku!?"


"Suji-"


Suji maju, tangannya mengusap dada Sehun yang masih di lindungi oleh kaos putih oblong. Wanita itu memeluk pinggang Sehun dengan kepala yang ia sandarkan pada dada bidang Sehun. "I miss you," bisik Suji. []

__ADS_1


__ADS_2