Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Prolog


__ADS_3


Nama: Rin Mahdie Silitonga


Usia: 17 tahun


Sifat karakter: Cuek, dingin, sekali senyum bikin hati meleleh


Hobi: Bermain basket


Makanan Kesukaan: Mie Kuah


Motto hidup: "Jangan suka bermalas-malasan apabila ingin menjadi orang kaya"



Nama: Annisa Rana Putri


Usia: 16 tahun


Sifat karakter: Tomboy, pemarah, cerewet, perhatian


Hobi: Skateboarding


Makanan Kesukaan: Makanan pedas


Motto hidup: "Semua impian bisa kita terwujud jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya"



Nama: Bimo Nadhif Atmodjo (sahabat Rin)


Usia: 17 tahun


Sifat karakter: Ceria, murah tersenyum, penurut, dan setia kawan


Hobi: Photographer


Makanan Kesukaan: Masakan dirumah


Motto hidup: "Berjuanglah seakan-akan nyawamu sedang dipertaruhkan"

__ADS_1



Nama: Akihito Mahdie Silitonga (kakak dari Rin)


Usia: 22 tahun


Sifat karakter: Pendiam, wibawa, sayang kepada keluarganya


Hobi: Travelling


Makanan kesukaan: Salad


Motto hidup: "Hiduplah menjadi dirimu sendiri"



Nama: Aldrich .... (Raja Vampire)


Usia: ????


Sifat: dingin, kejam, pemarah, suka menyiksa para pengikutnya


Hobi:????


Makanan kesukaan: Darah


Motto hidup: ????


*


*


*


*


*


"Huh huh huh..." terdengar suara laki-laki yang sedang berlari karena sedang dikejar segerombolan vampire yang ingin mencelakai anaknya.


"Ayah... tunggu, bunda sudah tidak bisa berlari lagi" kata perempuan tersebut karena sudah lelah.

__ADS_1


"Bunda harus kuat, ayah mau anak kita nanti akan selamat dan bisa mengembalikan kepimpinan kerajaan kita" teriakan dari laki-laki tersebut.


"Mungkin kita tinggalkan anak kita di pemukiman manusia dan nanti kelak kita akan mengambilnya kembali?" tanya sang wanita.


"Ide yang bagus, mari kita segera ke pemukiman manusia untuk meninggalkan anak kita dan kita akan menyelamatkan diri kita dahulu. Kelak nanti kita akan menjemputnya kembali ke sisi kita" sahut pria tersebut.


Setelah berlari 5 jam tanpa berhenti, akhirnya mereka menemukan sebuah villa yang sedang dihuni. Lantas mereka meletakkan anaknya di depan pintu villa tersebut.


"Anakku sayang, maafkan bunda telah meninggalkan kamu sendirian. Bunda janji akan menjemputmu nanti" isak tangis wanita tersebut.


"Benar anakku, ayah janji kita akan segera berkumpul lagi sebagai keluarga nanti. Untuk sekarang kita akan berpisah dulu" pria tersebut juga menangis karena tidak tega meninggalkan anaknya.


"Ini kalung dari Ayah dan Bunda untuk sebagai penanda nanti kelak kalau kamu adalah anak kita" wanita tersebut menaruh kalung tersebut dekat dengan anak mereka.


"Ayo bunda kita tidak bisa berlama-lama disini, akan berbahaya apabila kita berada disini" sambil menarik tangan istrinya tersebut.


"Maafkan bunda nak, bunda sayang sekali denganmu sayang" batin wanita tersebut yang masih tidak tega untuk meninggalkan anaknya.


Mereka pun segera pergi, tapi mereka tidak lupa untuk menekan bel villa tersebut untuk menyelamatkan mereka.


~Ting-tong~


~Ting-tong~


'Ceklek' suara pintu yang terbuka dan keluarlah sepasang suami istri yang merupakan penghuni villa tersebut.


"Iya sebentar, siapa ya?" tanya sang pria yang keluar dari villa dan heran tidak ada siapa pun disini.


"Pah, liat pah. Ada seorang bayi disini!!. Kemana orang tua bayi ini ya pah? kok mereka menaruh bayinya di villa kita?. Dan juga mereka meninggalkan sebuah kalung ke anak mereka" tanya wanita tersebut yang sedang bingung.


"Kasian sekali anak ini, kenapa mereka tega membuang anaknya sendiri. Kalung tersebut mungkin bisa menjadi petunjuk orang tuanya nanti." jawab pria tersebut yang tertarik pada bayi kecil yang malang tersebut.


"Oh iya pah bagaimana bayi ini kita angkat sebagai anak kita? Mama gak tega bayi ini kita antarkan ke panti asuhan" tanya wanita tersebut sambil memelas ke suaminya untuk mengadopsi bayi tersebut.


"Hmmm... papa setuju. Papa mau bayi ini menjadi anak kita" sambil menggedong bayi tersebut dengan penuh kasih sayang.


"Mulai hari ini bayi ini akan menjadi anak kita. Papa akan memberi nama Rin. Apa mama menyukai nama anak kita?" tanya sang pria tersebut kepada istrinya.


"Itu nama yang bagus papa. Mama menyukainya" jawab wanita tersebut dengan semangat.


"Ayo mah masuk kedalam, jangan lama-lama diluar karena sudah malam" ajak pria tersebut dan mereka masuk kedalam villa.

__ADS_1


~Sekian dulu dari author dan tokoh2 diatas merupakan tokoh utama di novel ini. Mungkin banyak kekurangan karena saya sudah lama tidak menulis πŸ˜…πŸ˜…. See you next timeπŸ‘‹πŸ»~


__ADS_2