Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 24


__ADS_3

~"Mungkin aku harus mencari hewan saja, mana mungkin ada manusia yang berkeliaran di hutan begini" pikir Eden dan mulai mencari hewan untuk dihisap darahnya.~


...****************...


Setelah selesai berburu dan menghisap darahnya, Eden (Rin) segera keluar dari hutan dan pulang ke rumahnya karena sudah mau malam. Ia tidak mau dimarahi oleh orang tuanya karena telat.


Saat sudah sampai di depan pintu rumahnya, Eden (Rin) sudah berhadapan dengan abangnya yang terlihat sangat marah karena ulahnya.


"Kenapa kamu baru pulang sekarang? Harusnya kau mengabari dulu saat kau pulang terlambat!" tanya Akihito dengan suara yang keras.


"Maaf bang, baterai hp ku tadi lowbat makanya tidak bisa kasih kabar ke abang" jawab Eden yang berbohong ke Akihito.


"Kau tidak bohong kan Rin?" Akihito yang mulai curiga dari jawaban Eden (Rin).


"Ng.. Nggak kok bang, Aku gak berbohong kok" jawab Eden karena tidak menyangka kalau Akihito curiga dengan dirinya.


"Hahh... baiklah abang percaya kok. Sekarang pergi mandi karena mama sama papa sebentar lagi pulang".


"Baik bang, aku keatas ya" lalu meninggalkan Eden dan pergi ke kamarnya.


"Kenapa dia bisa tau saat aku dan Rin sedang berbohong dengan dia? Punya kekuatan batin kah?" pikir Eden karena tidak menyangka Akihito akan curiga dengan dirinya.


Setelah sampai di kamarnya, ia segera melepas baju seragamnya dan pergi ke kamar mandi yang dekat dengan kamarnya. Setelah selesai mandi, ia mengobati tangannya yang terluka tadi dan membalutnya. Selepas itu dia segera bergantian dengan Rin.


"Rin, sekarang kita bergantian. Kita sudah ada di kamar" jawab Eden dan dengan segera ia bertukar tempat dengan Rin.


Rin pun akhirnya terbangun dan terkejut karena ia sudah berada di kamarnya.

__ADS_1


"Eden, kenapa kita berada di kamar? Bukannya kita tadi berada di hutan?" tanya Rin ke Eden.


"Iya setelah itu aku langsung pulang ke rumah. Oh ya sekarang Charlis dan Charlize akan menjadi budak kita. Saat ia memberi informasi, kau terima saja informasinya" Eden yang menjelaskannya ke Eden.


"Ehh kenapa? Sejak kapan mereka jadi budak? Tapi bukan kah kasar memanggil mereka budak?" tanya Rin.


(Oh ya gw lupa kasih info :) Saat Rin bertukar dengan Eden, Rin tidak mengetahui apa yang dilakukan Eden sedangkan Eden dia selalu mengetahui apa yang dilakukan Rin)


"Ahh aku malas jawab pertanyaanmu itu" jawab Eden dengan dingin.


"Issh kenapa lu dingin sekali" Rin yang tidak terima dengan kelakuan Eden.


"Kau pun juga sama dinginnya. Kau memang tidak pernah mengaca dirimu sendiri!!" Eden yang tidak terima dengan ejekan Rin.


"Hah?! Sejak kapan gw dingin?!" Rin yang juga membalas ejekan Eden.


"Oii lu kemari lu!! Jangan pergi oii!" teriak Rin lewat pikirannya.


"Sejak kapan sikap gw dingin? Gw rasa biasa saja dah" batin Rin yang masih tidak mau mengakuinya.


"Lebih baik gw turun ke bawah saja. Pasti mama dan papa sudah berada di bawah" pikir Rin dan keluar dari kamarnya untuk bertemu dengan orang tuanya.


Setelah itu Rin dan keluarganya melakukan aktifitas seperti biasanya dan begitu juga keesokan harinya, ia dan keluarganya melakukan sarapan bersama.


Setelah sarapan Rin pergi ke sekolah dengan Akihito walaupun ia merasa jengkel dengan sikap abangnya, mau tidak mau ia turutin permintaan abangnya saat berada di mobil sampai di depan gerbang sekolah.


Saat sudah sampai di gerbang sekolah, Rin berpamitan dengan Akihito dan pergi menuju ke kelasnya. Ia melihat Bimo sedang menunggu dirinya, dan denga segera menghampiri Bimo.

__ADS_1


"Kenapa lu tungguin gw? Gak biasanya?" tanya Rin.


"Enggak kok, gw liat lu baru datang makanya gw tungguin lu biar barengan ke kelas" jawab Bimo.


"Kok gw merinding ya denger jawaban lu" jawab Rin yang takut dengan Bimo.


"Heh lu kira gw homo kah? Lu jangan fitnah yang gak bener lu!" protes Bimo.


"Kalau gitu lu kenapa pegang tangan gw begini! Nanti dikira kita pacaran b*go!" jawab Rin dengan keras.


"Ohh maaf, gw refleks aja tadi".


Rin yang mendengar itu pun langsung merinding lagi dan meninggalkan Bimo disana.


"Oii Rin kenapa lu duluan b*ngkek!" teriak Bimo dan menyusul Rin.


.


.


.


.


.


Yoo gw sengaja chapter sebelumnya dijadiin 3 chapter saja daripada dijadiin 2 chapter (ini menurut gw) tp tenang saja kok, chapter selanjutnya dah gw siapin kok tinggal dikit lagi jadi hari ini gw bikin segini dulu. Makasih yang sudah baca karya gw ok see you next time πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»

__ADS_1


__ADS_2