Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 27


__ADS_3

~Bimo yang melihat mereka pergi jauh langsung berpikir "Rin, lebih baik kau hati hati saat ini. Mereka sangat penasaran dengan identitasmu sekarang".~


.


.


.


.


.


"Tenang saja kok Bim, gw tau kok mereka sedang ngegosip gw dan penasaran dengan kamar gw dan abang gw" batin Rin yang mendengar pikiran Bimo dari jauh.


"Sepertinya kau sudah menguasai teknik ini Rin" Eden yang sangat senang dengan perkembangan Rin sekarang.


"Tentu saja memangnya gw begitu lemah kah" Rin yang langsung membanggakan dirinya sendiri.


"Ternyata aku salah memberi mu perhatian" Eden yang kesal melihat Rin membanggakan dirinya.


"Seterah gw" Rin yang tidak peduli dengan perkataan Eden.


Annisa yang melihat gerak gerik aneh dari Rin pun langsung menegurnya.


"Oii lu gila apa? Lu ngomong ama siapa daritadi? Padahal gak ada orang sama sekali dan juga tadi kenapa kayak banggain diri lu sendiri" tanya Annisa ke Rin dengan nada sindiran.


"Kenapa gw punya teman pada kepo semua sih? Seterah gw lah gw ngomong sama siapa lagian bukan urusan lu kan" dengan nada yang tidak peduli.

__ADS_1


"Sabar sabar kalo gak lagi kerja kelompok dah gw tampol nih anak" batin Annisa yang memendam kekesalannya.


Akhirnya mereka pun memulai melakukan kerja kelompok hingga sore hari. Saat mereka bertiga hendak pulang, mereka bertemu dengan orang tua Rin yang baru saja pulang bekerja.


"Eh ada tamu. Sudah pada mau pulang nih?" tanya Mama yang baru saja tiba di rumah.


"Eh iya tante kita mau pulang karena sudah selesai kerja kelompoknya" jawab Lisa dengan sopan.


"Jangan pulang dulu donk, makan malam disini ya. Tante akan menyiapkan makan malam dengan cepat".


"Gak usah tante, nanti kita malah ngerepotin tante" Annisa yang ingin tidak merepotkan orang lain.


"Enggak kok gak ngerepotin, yang ada tante malah senang karena bisa masak banyak. Ya udah yuk masuk lagi" jawab Mama lalu segera ke dapur untuk mulai memasak makan malam.


"Maafkan tante ya, tante memang agak sedikit memaksa sifatnya" dan segera membungkuk badannya.


"Boleh kok, memangnya mau tanya apa?" jawab Papa dengan sopan.


"Om ini orang jepang kah? Gaya meminta maaf tadi seperti orang jepang" tanya Lisa dengan penuh harap.


"Hahahaha iya tapi lebih tepatnya campuran. mamanya om berasal dari jepang dan ayah om berasal dari Indonesia. Jadi om ini campuran jepang bukan keturunan jepang asli" jawab papa dengan detil.


"Ehh kirain aku om ini wi..." Lisa yang sedang menjawab tersebut langsung ditutup mulutnya oleh Annisa.


"Maafkan teman saya om, teman saya ini memang bawel banget ngomongnya" jawab Annisa sambil menutup mulut Lisa dengan tangannya.


"Hahaha tidak apa apa kok" jawab papa dengan ketawa kecil.

__ADS_1


Setelah itu Annisa pun membuka mulutmu Lisa dan langsung berbisik ke Lisa.


"Lu jangan asal nyemprot aja ngomongnya. Hampir aja om gak tersinggung dengan omonganmu itu" bisik Annisa.


"Hehehe maaf kan gw anaknya kepo banget" jawab Lisa tanpa ada rasa bersalah.


Annisa yang mendengarnya, langsung memukul Lisa dengan tanpa merasa bersalah juga. Saat mereka berdua Bimo dan Rin hanya melihat pertengkaran mereka dengan agak jauh.


"Kita gak menyangka jika kita punya teman gak tahu malu" Bimo yang masih melihat pertengkaran mereka berdua.


"Bener gw gak nyangka aja punya temen begini" jawab Rin yang masih tidak sadar diri.


"Bukannya kalian berdua sama saja suka selalu dengan hal sepele?" batin Papa yang mendengar percakapan Rin dan Bimo.


"Padahal sendiri nya juga melakukan hal yang sama dengan mereka" pikir Eden yang menyangkal dengan perkataan Rin.


.


.


.


.


.


Makasih yang sudah baca karya gw ya ok see you next time πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»

__ADS_1


__ADS_2