Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 34


__ADS_3

~Bimo pun berjalan lebih dahulu lalu dibelakangnya ada Eden dan paling belakang Rin. Rin berjalan paling terakhir untuk berjaga-jaga jika Eden melamun lagi dan pergi ke arah lain tanpa sadar.~


.


.


.


.


.


Tidak lama mereka berjalan kearah sekolah. Disana terlihat sekali sangat berbeda dengan yang asli. Di sekitar sekolah tersebut dikelilingi oleh kabut bahkan langit pun terlihat gelap dengan awan yang juga berwarna gelap.


"Kok jadi serem sih disini, entah kenapa gue gak mau masuk" ucap Bimo yang takut saat melihat lingkungan sekolah.


"Terus lu mau gue tinggal disini?" tanya Rin.


"Kagaklah! Masa gue ditinggal sendiri disini" bantah Bimo.


"Kalian berdua, aku sudah lelah mendengar pertengkaran kalian" ucap Eden yang sudah lelah mendengar mereka berdua selalu ribut.


"Memangnya lu sendiri sering denger gue ribut terus ama tuh bocah?" tanya Bimo dengan agak emosi.

__ADS_1


"Kau itu udah pikun apa gimana? Kan aku alter ego dari Rin, pasti taulah kalian selalu ribut setiap saat. Daripada ribut disini mending kita masuk saja kedalam" ucap Eden dan memimpin jalannya terlebih dahulu.


Rin dan Bimo hanya mengikuti Eden dari belakang, tetapi Bimo terlihat sangat kesal saat dibilang pikun oleh Eden.


"Entah kenapa tuh alter ego lebih ngeselin dari Rin" gumam Bimo.


"Aku mendengarnya Bimo" ucap Eden yang membalas ucapan Bimo.


"Lu emang lebih ngeselin dari Rin!!" teriak Bimo namun diacuhkan oleh Bimo.


"Sabar Rin sabar, setelah keluar dari sini akan gue buang ke jurang" batin Rin yang sedang menahan sabar dan mengacuhkan pertengkaran tidak jelas oleh mereka berdua.


Saat mereka sudah berada di dalam sekolah dan berkeliling untuk melihat keadaan, tiba-tiba suasana disana tambah mencekam. Suhu ruangan disana juga berubah drastis menjadi lebih dingin, bahkan terasa angin yang menyerpa tubuh mereka semua.


"Bim gue tau elu itu wibu tapi pinter dikit napa ini bukan di jepang!! Orang sana aja tidak percaya dengan youkai sedangkan kau malah berpikir jika itu nyata!!" balas Rin karena pertanyaan aneh itu.


"Tapi elu ini nyata Rin! Elu kan vampir!! Pasti Yuki-onna itu nyata juga".


"Dahlah aku lelah menghadapi manusia yang ada bersamaku" gumam Eden.


"Diem elu! Elu itu gak diajak" Bimo menjawab ketus saat mendengar gumaman Eden.


"RIBUT LAGI ELU BERDUA GUE JADIIN TUMBAL DISINI BUAT GUE KELUAR!!" teriak Rin yang sudah lelah dengan ini padahal baru sejenak mereka berdua selesai dengan pertengkaran itu dan sekarang mau dimulai lagi.

__ADS_1


Mereka berdua yang ingin memulai pertengkaran tersebut langsung terdiam karena mereka berpikir jika Rin akan benar-benar melakukan ancaman tersebut.


PRANNGGGGG


Tidak jauh dari sana suara berasal. Suara tersebut seperti benda yang dipecahkan dengan sangat keras sekali hingga menghasilkan suara yang begitu nyaring dan kencang.


"Lebih baik kita datangi suara itu mungkin ada seseorang disana yang mungkin bisa menolong kita" ucap Eden dan memimpin untuk menuju ke sumber suara tersebut yang diikuti oleh Rin dan Bimo.


Tidak membutuhkan waktu lama ia sampai dengan tempat sumber suara tadi dan alangkah terkejutnya disana mereka melihat sosok yang sangat mengerikan.


"Seharusnya gue tadi tidak usah mengikuti kalian daritadi" ujar Bimo yang ketakutan setengah mati.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Halo maaf ya gw baru update lagi, masih ada tunggu kah? ╥﹏╥ sebenarnya ini mau gw coba buat dalam bentuk novel fisik begitu sehingga gw lupa jika gw masih ada tanggung jawab ini. Padahal sekarang udah mau mulai lagi UTBK dan gw juga udah semester 2 tapi tetap aja gw sangat sibuk di RL bahkan sering sakit karna kelelahan efek kuliah. Jadi mohon maaf jika slow update sekali (T▽T) oke see you next time 👋🏻👋🏻


__ADS_2