Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 31


__ADS_3

~"Ah yang penting kita harus mencari keberadaan pangeran! Jangan sampai kita terdahului oleh pasukan raja Aldrich yang akan menghancurkan keseimbangan dunia ini".~


"Benar dan lebih baik kita pergi dari sini".


Lalu mereka pun menghilang dari sana.~


.


.


.


.


.


Rin's POV On!


"Hah... akhirnya selesai juga sekolah hari ini, entah kenapa rasanya sangat berat sekali di dalam kelas tadi" ucap di dalam batin.


"Bagaimana kita berburu makanan malam ini Rin? Kebetulan nanti Akihito tidak ada di rumah nanti" tawar Eden.


"Ide yang bagus Eden, kebetulan sekali aku merasa lapar" jawabku dengan semangat.


Segera aku mencari jemputan mobil pribadiku dan pulang ke rumah. Entah kenapa aku merasa tidak sabar untuk berburu makanan malam ini, apakah ini yang dimaksud insting dari seorang vampir.


Setelah 25 menit akhirnya tiba juga di rumah. Aku dengan cepat ke kamar dan membersihkan diriku karena diriku sudah berkeringat selama di sekolah.


Selepas mandi, aku menunggu waktu makan malam dengan memakan cemilan untuk menghilangkan rasa laparku sementara. Dengan cepat aku mengambil satu kantung darah dari lemari es kecil yang khusus untukku.


Aku membuka kantung darahnya dan meminumnya dengan santai karena tidak ada siapa siapa disini selain pelayan rumah. Tetapi entah kenapa firasatku tidak enak untuk saat ini.


"Eden lu mendengar suara gue kan?" tanyaku.


"Tentu Rin, apakah kamu merasa ada yang sedang mengawasi kita?" tanya Eden.


"Iya gue juga merasa begitu. Kenapa sih saat gue mau bersantai akan terganggu mulu" jawab keluhku.


"Kau mau keluargamu ini akan celaka? Tidak usah mengeluh seperti itu, bukannya kamu yang berjanji akan melindungi keluarga ini?" tanya Eden dengan panjang.


"Yah tapi saat ini gue sedang malas sekali untuk melayani permainan mereka" keluhku lagi dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan yang sangat besar.


"Suara apaan itu, rasanya dekat dari sini" firasatku yang sudah daritadi tidak enak.


"lebih baik kamu melihatnya ledakan itu Rin!" perintah Eden.


Aku yang mendengar itu pun langsung mendatangi tempat ledakan tersebut. Ledakan tersebut terjadi tidak jauh dari perkarangan rumah belakang.


"Tunggu... bau ini bukannya..." batinku dan segera mengikuti bau tersebut. Aku menyusuri kebun milik orang yang sudah terlantar lama.


"Bau ini sudah sangat dekat sekali dari sini" gumamku dengan pelan.


Tiba-tiba datang kawanan orang berjubah hitam dan pemimpin dari kawanan tersebut melangkah lebih maju dan berteriak, "Yahh selamat datang dipermainan kami tuan Rin, tidak tetapi 'Pangeran'ku" sambil melihatkan senyuman yang cukup mengerikan.


"DEG..."


"Kenapa, kenapa mereka bisa tahu" batinku dengan agak panik.

__ADS_1


Rin's POV Off!


"Wah jangan terkejut begitu donk pangeran, ini adalah kejutan dari kami untuk pangeran karna pangeran sungguh pintar kali bersembunyi" sambil menunjukkan senyum yang sedikit menyeramkan.


"Mau apa kalian dengan gue?! Apa gue mau dibawa ke hadapan raja busuk itu?!" tanya Rin dengan teriak.


"Hush... tenang saja, saya dan pasukan saya tidak akan membawa pangeran ke hadapan raja Eldrich sekarang tetapi sebelum itu..." dia menjentikan jarinya dan bawahannya pun langsung membawa sandera ke hadapan Rin tetapi diikat oleh tali dan ujung talinya dipegang oleh pemimpin kawanan tersebut.


"Tunggu, bau ini sangat familiar sekali" batin Rin. Pemimpin tersebut yang melihat wajah Rin yang sepertinya sangat mengenali siapa sanderannya sangat senang sekali.


"Apa pangeran tau siapa sanderanya disini? Sandera ini akan ikut bermain di dalam permainan hidup mati ini" sambil mengelus kepala sandera seperti mengelus lembut ke kucing.


"Kau ini ya!" teriak Rin yang sudah sangat kesal sekali.


"Hahahahaha, sepertinya pangeran kita sudah tidak sabar sekali untuk memulai game ini tetapi sebelum itu..." Pemimpin dari kelompok tersebut membuka ikatan tutup kepala sandera tersebut dengan pelan hingga akhirnya terlihat siapa yang menjadi sandera oleh kawanan kelompok tersebut.


"Tunggu Bimo?!" teriak Rin yang sangat terkejut setelah tahu siapa sanderanya.


"Rin, tolongin gue donk! Gue dibawa oleh mereka tadi" teriak Bimo yang ingin ditolong oleh Rin.


"Lepasin dia! Dia tidak ada urusannya dengan dunia kita!" teriak Rin.


"Tentu saja ada karena dia sudah mengetahui dunia kita dari pangeran bukan? Kali ini pangeran akan bermain dengan dia supaya pangeran tidak kesepian hahahaha" dan tertawa kencang sekali.


"Kau dasar B*jing*n!" umpat kesal Rin.


"Daripada lama-lama kita disini, lebih baik kita mulai game ini" lalu melepaskan ikatan Bimo. Bimo yang sudah terlepas dari ikatan tersebut langsung pergi ke tempat Rin dengan cepat.


"Ladies and gentleman, sekarang kita akan mengadakan permainan kehidupan dan kematian. Pemain utama kita ialah pangeran dari dunia lain yang bernama Tuan muda Rin dan ditemanin oleh sahabat manusia yang bernama Bimo. Apakah mereka selamat dari game ini? Ikutin siaran kita sampai selesai" teriak pemimpin kawanan dari kelompok tersebut.


Pemimpin kelompok kawanan tersebut jalan mendekat dengan Rin untuk mengucapkan sebuah mantra "Mari kita mulai pangeran. EINS... ZWEI... DREI..." lalu dan keluar cahaya yang membentuk portal tersebut.


Rin's and Bimo's POV On!


Tiba-tiba saat portal itu terbentuk, kami berdua didorong oleh anggota kelompok kawanan tersebut.


Tentu saja kami terkejut hingga berteriak bersama.


"WAAAAA...."


"Rin tolongin gue donk, gue belum mau mati" teriak Bimo.


"Gimana gue mau tolongin lu kalo gue juga sama kayak lu!" jawab Rin dengan berteriak juga.


Tidak lama akhirnya mendarat dengan tidak etisnya. Bimo yang mendarat dengan posisi tengkurap dan Rin mendarat diatas Bimo dengan gaya terlentang.


"Aduh... remuk-remuk dah badan gue, ini juga si manusia jadi-jadian. Minggir oi sakit badan gue ini" teriak Bimo yang tidak tahan dengan berat badan Rin.


"Yah sabar donk ini juga gue mau turun tau! Lu sehari gak teriak bisa gak sih!" teriak Rin.


"Elu juga teriak tong! Suka-suka gue kek mau teriak apa kagak!" jawab Bimo sambil berteriak.


"Gue teriak gara-gara elu tau gak! Harusnya gue biarin aja lu dibunuh ama mereka!" balas Rin yang sudah tersulut emosi.


"Apa lu bilang hah?!".


"Apa! Gak suka?!".

__ADS_1


"Kalian berdua cukup bertengkar disana!".


Mereka yang mendengar teriakan lain langsung melihat siapa yang berteriak tadi. Disana terlihat pemuda yang seumuran dengan mereka berdua dan tampangnya mirip dengan Rin namun yang berbeda hanya warna rambutnya.


"Tunggu... Lu siapa lagi?!" teriak Bimo yang terkejut melihat orang tersebut sedangkan Rin merasa heran dengan keberadaan orang tersebut.


Rin's and Bimo's POV Off!


"Tunggu... Lu siapa lagi?!" teriak Bimo yang terkejut melihat orang tersebut.


"Ah maaf telah mengejutkanmu. Perkenalkan namaku Eden" jawab pemuda tersebut.


"Kenapa muka lu sangat mirip ama manusia jadi-jadian ini" tanya Bimo.


"Apa-apaan maksud lu 'Manusia jadi-jadian' Bim" balas Rin yang sangat tidak suka dengan julukan itu.


"Tentu saja aku dengan Rin mirip, karena aku ini alter ego yang ada didalam tubuh Rin" jawab Eden dengan santai.


"Tunggu... Rin lu punya kepribadian ganda?" tanya Bimo kepada Rin.


"Gue gak mau kalian terlalu ikut campur dengan urusan dunia gue ini. Dan juga Eden bagaimana kita keluar dari sini?" tanya Rin ke Eden.


"Aku juga tidak tahu, jalan satu-satunya kita akan mengikuti permainan mereka yang telah dibuat" jawab Eden, lalu Eden menghampiri Bimo dan bertanya "Dan juga Bimo, kenapa kamu bisa dijadikan sandera oleh mereka".


Bimo yang mendengar pertanyaan tersebut sangat terkejut setelah itu muka Bimo mulai kelihatan agak pucat.


"Gu... Gue bisa disandera karena...."


.


.


.


.


.


.


~Segitu dulu untuk chapter ini. Dan gue balik lagi untuk melanjutkan nih cerita :) maaf ya karna baru update lagi dan kalian perlu tahu jika chapter ini ku ketik sedikit demi dikit selama 2 bulan kemarin dan gue kelarin sekarang. Makasii yang sudah menunggu update nih cerita dan untuk yang disebelah akan gue kerjain juga oke see you next time๐Ÿ‘‹๐Ÿป๐Ÿ‘‹๐Ÿป~


*) Omake


Bimo: "kenapa gue merasa deja vu dengan kalimat pemimpin tadi pas pembukaan gamenya".


Rin: "Iya juga ya, kok gue pernah denger kalimat itu".


Author: "Itu kalimat Kaito Kid dari detektif conan atau magic kaito, dan ane pinjam dulu sebentar".


Bimo dan Rin: "Pantes gue merasa pernah denger ama kalimatnya".


Author: "Udah udah balik sono lu pada! Lagian Kaito kid itu husbu pertama gue".


Rin: "Idih wibu!".


Bimo: "Ihh wibu bau bawang hahahahaha".

__ADS_1


Author: "Chapter selanjutnya gue bakal siksa lu berdua kalo sikapnya begini ke gue. Asal lu ingat ya lu pada, nyawa lu ada ditangan gue bukan tuhan".


Bimo dan Rin: "Ampun gusti kanjeng ratu".


__ADS_2