
~"Udah udah yuk balik ke kamar gw. Gw minta maaf kalau kelakuan gw tadi berlebihan banget ke lu" sambil menggandeng tangannya dan ke kamar.~
.
.
.
.
.
Saat sudah sampai dikamar Bimo sudah mulai tenang dan berhenti menangis, tetapi dia merasa marah karena kejahilan gw sudah kelewat batas.
"Kenapa lu gitu banget ke gw? Lu tau kan kalo gw penakut tetapi kenapa lu malah jahilin gw?!" tanya Bimo dengan kesal ke gw.
"Yah maaf kalo gw tadi kelewatan, gw kan gak nyangka lu bakal ketakutan banget kayak tadi. Besok pagi gw beliin lu bubur ayam dekat rumah gw, mau kan?" bujuk gw untuk memaafkan kelakuan gw tadi.
"Klo lu beliin gw 3 porsi!" jawab Bimo dengan ketus.
"Ehh b*bi lu sarapan banyak banget ampe 3 porsi!! Lu mau bikin gw miskin apa?!" gw yang kesal karena permintaannya.
"Lu mau gw maafin kagak?!" Bimo yang jawab lebih keras dari gw.
"Cihhh iya nanti gw beliin lu 3 porsi" gw yang akhirnya pasrah dengan permintaannya.
"Beneran?! Horeee besok pagi gw makan bubur ayam 3 porsi" teriak Bimo yang senang karena besok pagi dia makan bubur ayam 3 porsi.
"Ini semua salah lu alter ego!!" gw yang kesel dengan alter ego karena ini rencananya dan gw yang bertanggung jawab.
"Lah kau juga kan ikutan dengan rencananya. Kenapa hanya aku saja yang disalahin?!" jawab alter ego yang gak mau dia disalahin sendiri.
"Karena lu hasut gw dan gw juga termakan hasutan lu!" gw yang ngegas kepadanya.
"Berarti kamu salah juga lah?! Kenapa hanya aku saja yang salahin? Jangan lempar kesalahannya ke aku doank?!" alter ego yang gak menerimanya.
"Akhh malas gw debat ama lu!!" gw yang akhirnya malas berdebat dengannya.
"Bim, yuk tidur gw dah ngantuk ini" dan hendak tidur di kasur gw sendiri.
"Selamat tidur Rin"
"Selamat malam juga Bim" dan gw pun mematikan lampu kamarku lalu menghidupkan lampu tidur karena Bimo takut dengan keadaan gelap.
...****************...
Tengah malam
"Ughh gw lapar" gw yang bangun karena kelaparan.
"Mending kita cari makan gimana? Lagian ini juga sudah tengah malam" saran alter ego.
__ADS_1
"Memangnya aman kalau kita keluar sekarang?" gw yang takut karena firasat gw gak enak sekali.
"Yah jangan ceroboh aja sih, buruan ambil hoddie kamu dan keluar segera dari rumah ini! Mumpung semua pada masih tidur".
Rin pun langsung mengambil hoddienya di lemari dan dengan segera meninggalkan rumah mumpung tidak ada yang melihatnya. Tetapi itu hanya menurut Rin, ada yang melihatnya keluar dan segera mengikutinya mumpung belum jauh.
Rin's POV On
Setelah dia mengambil hoddienya dan keluar dari rumah untuk mencari mangsanya. Pertama dia berkeliling di sekitar kompleksnya dan sebuah keberuntungan, dia menemukan seorang pria tua yang dalam keadaan mabuk dan membawa botol beling kosong. Sepertinya pria itu abis minum alkohol dengan jumlah banyak.
"Alter ego gimana menurut lu dari pria itu?" gw bertanya ke alter ego.
"Boleh aja, mau aku ambil alih?"
"Gak kali ini gw aja. Gw mau bermain peran dulu untuk malam ini" lalu gw pun menghampiri pria tersebut.
"Halo om mau kemana? Kok baru pulang jam segini?" tanya gw sambil tersenyum polos.
"ALAHH JANGAN BELAGU LU BOCAH!! MAU GW TAMPOL LU HAH!!" jawab pria tersebut dalam keadaan mabuk.
"Hehh padahal gw tanya baik baik loh om, kok om marah sih?!" sambil meledek pria tersebut.
"*NJING LU BOCAH!! GW BUNUH LU!!" lalu pria itu mengarahkan botol beling itu ke kepala Rin namun Rin dapat menghindarnya dengan mudah.
Saat Rin menghindar dari pria tersebut, dia langsung memukul leher belakang pria itu lalu pria itu pun tidak dapat menghindar dan terkena pukulan dari Rin.
"AKHHH" teriak pria itu dan langsung jatuh pingsan di tanah.
"Hehh katanya mau bunuh gw tapi om malah pingsan" gw yang heran karena sekali kena pukulan dari gw, pria tersebut langsung pingsan d tempat.
Rin pun langsung mengangkat pria tersebut dan mendekatkan mulutnya ke leher lalu mulai menghisap darahnya. Darah yang manis masuk lewat mulutnya dan hangat saat di tenggorokan.
"Ahhh sungguh nikmat sekali" batin gw yang sangat menikmatinya.
Saat dia sedang menikmati darah pria tersebut, tiba tiba ada yang menariknya ke belakang dengan cepat. Rin pun kesal dan ingin sekali memarahinya yang sudah mengganggu dia makan, tetapi dia sangat terkejut saat dia melihat ke belakang.
"Akhhh siapa yang tarik tarik gw!! Mau gw hisap juga darah lu hah!!" teriak Rin dan langsung menoleh ke belakang.
Deghhh...
Rin pun terkejut dan dia bertanya ke orang tersebut "Ka... Kalian ngapain disini? Kok ada disini?" dan matanya yang berwarna merah pun terbuka lebar di hadapan pria tersebut karena saking terkejutnya.
"Rin rencana kita hari ini benar benar hancur. Apa kita akan mati hari ini?".
Rin's POV Off
Bimo's and Akihito's POV On
"Kenapa panas banget sih gw bangunin Rin aja kali" Bimo yang merasa risih karena kepanasan.
"Mungkin gw bilang dulu ke Rin" dan saat dia membuka matanya, dia melihat Rin mengambil hoddie hitam dan hendak pergi ke luar.
__ADS_1
"Ngapain tuh anak? Mending gw ngikutin dan telpon ke abang Akihito" lalu dia langsung mengeluarkan hpnya dan memanggil Akihito.
"Ahh bang maaf menganggu. Sekarang Rin lagi keluar rumah di jam segini, mau ngikutin dia gak bang?" tanya Bimo lewat telpon.
"Ehh ngapain tuh anak jam segini keluar rumah?!" Akihito yang mulai panik karena takut adeknya celaka.
"Yah makanya ayo ikutin dia! Gw tungguin d pintu ya bang mumpung belum jauh banget" setelah itu Bimo langsung mematikan telponnya dan mulai mengikuti Rin supaya tidak tertinggal.
"Ehh tunggu dulu Bim... Anak b*ngs*t dimatiin langsung teleponnya, mending gw ikutin aja sarannya tadi" dengan segera Akihito mengambil jaketnya di dalam lemari dan keluar rumah untuk mengikuti Rin keluar.
Saat Akihito turun dan hendak keluar rumah, dia bertemu dengan Bimo yang sudah menunggunya untuk pergi bersama mengikuti Rin.
"Yoo bang kok lama banget sih nanti kehilangan jejak Rin gimana?" Bimo yang terlihat kesal karena sangat lama menunggu Akihito.
"Yah maaf kalau lama, daripada ribut disini mending kita ikutin Rin daripada nanti kehilangan" saran Akihito ke Bimo karena untuk sekarang tidak berguna untuk ribut dengan masalah sepele tadi.
Bimo pun mengangguk dan mereka pun mengikuti Rin dari belakang. Awalnya mereka mengira kalau Rin hanya sedang mencari angin tetapi kenapa di tengah malam begini.
Sudah beberapa menit mereka berjalan sekitar lingkungan komplek rumah, dia melihat Rin berhenti berjalan dan mulai menatap seorang pria yang sedang mabuk. Lalu Rin pun mendekati pria tersebut dan sepertinya mereka melihat Rin sedang memanas manasi pria mabuk tersebut.
"Kenapa adek gw cari ribut dengan pria mabuk itu" tanya Akihito yang merasa heran dengan kelakuan Rin.
"Yah mana gw tau bang kalau tau gw bakal kasih tau juga ke abang" Bimo yang juga merasa heran dengan kelakuan Rin.
Lalu dia melihat pria tersebut mulai menyerang Rin. Mereka sempat takut kalau Rin bakal celaka, tetapi setelah itu mereka terkejut karena Rin bisa menghindarinya dan melawan balik dengan memukul di belakang leher pria tersebut.
"Bang emang Rin belajar bela diri? Kok bisa dengan mudahnya dia menghindari pukulan tadi?" Bimo yang kaget karena tidak menyangka Rin bisa menghindar.
"Yah mungkin tadi kebetulan aja kali" Akihito yang merasa itu cuma kebetulan saja.
Mereka pun lanjut melihat tindakan apa Rin selanjutnya. Mereka melihat Rin sedang mengangkat pria tersebut lalu mereka pun terkejut saat mulut Rin mendekati leher pria tersebut.
Mereka melihat Rin mengeluarkan taring panjang dan matanya berubah menjadi merah darah, lalu Rin pun menggigit leher pria tersebut dan mulai menghisap darahnya. Terlihat Rin sangat menikmati sekali darah yang dia hisap sekarang.
"Ja... Jadi beneran kalau Rin itu vampire?! Kenapa? Apa keluarga abang vampire kah?" tanya Bimo ke Akihito yang mulai takut dengan Rin.
"Mana mungkin keluarga abang semuanya manusia. Ah abang ingat, kamu jangan bilang ke siapa siapa ya sebenarnya Rin ini adek angkat abang. Orang tua abang nemuin Rin di depan pintu villa keluarga abang saat itu. Lalu orang tua abang pun membawa masuk dan mulai membesarkan Rin hingga sekarang" jawab Akihito yang juga merasa terkejut sekaligus takut dengan identitas adeknya.
"Daripada kita ribut begini, mending kita samperin dia dan minta penjelasan dia" Akihito meninggalkan Bimo dan mendekati Rin untuk meminta penjelasan lebih lanjut.
"Ehh bang tungguin gw" Bimo pun mengikuti Akihito dari belakang.
Saat Akihito mulai mendekat dengan Rin, dia dengan segera menarik Rin ke belakang dan berpikir "Kenapa aku tidak tau identitas adekku sendiri".
Bimo's and Akihito POV Off
Saat dia sedang menikmati darah pria tersebut, tiba tiba ada yang menariknya ke belakang dengan cepat. Rin pun kesal dan ingin sekali memarahinya yang sudah mengganggu dia makan, tetapi dia sangat terkejut saat dia melihat ke belakang.
"Akhhh siapa yang tarik tarik gw!! Mau gw hisap juga darah lu hah!!" teriak Rin dan langsung menoleh ke belakang.
Deghhh...
__ADS_1
Rin pun terkejut dan dia bertanya ke orang tersebut "Ka... Kalian ngapain disini? Kok ada disini?" dan matanya yang berwarna merah pun terbuka lebar di hadapan pria tersebut karena saking terkejutnya.
"Rin rencana kita hari ini benar benar hancur. Apa kita akan mati hari ini?".