Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 22


__ADS_3

~"Ternyata benar kalau kamu adalah pangeran yang dicari cari selama ini".~


.


.


.


.


.


Eden yang mendengar suara itu langsung melihat ke sumber suara tersebut. Ia sangat terkejut saat melihat orang yang ada disana dengan tatapan mata merah yang besar.


"Kenapa kamu ada disini Charlis?" tanya Eden dengan keras.


Charlis pun tersenyum lebar kepada Eden dan berkata "Harusnya hamba yang bertanya kepada anda, Pangeran" lalu menundukkan kepalanya.


"Aku ini bukan pangeran aku ini hanya manusia biasa!" bantah Eden dan dia juga terkejut kenapa Charlis mengetahui identitasnya.


"Kenapa dia tahu dengan identitas ku dan Rin" pikir Eden.


"Pangeran tolong jangan mengelak dengan identitas mu, saya dengan adek saya Charlize sudah menyelidiki pangeran dari dulu" sambil dengan senyuman.


"Huh memangnya aku percaya dengan perkataanmu!" Eden yang masih juga menyangkalnya.


"Baiklah kalau pangeran tidak percaya, tapi buktinya sekarang pangeran berada disini. Jika pangeran hanya manusia biasa, tidak mungkin pangeran akan datang ke hutan seperti ini dan menghisap darah mayat tersebut" jawab Charlis dengan rinci.


"Cihhh ternyata ini rencana mereka. Mereka ingin menjebakku dan Rin" batin Eden.


"Ok dan sekarang apa yang akan kau lakukan kalau aku ini pangeran?" tanya Eden dan juga waspada dengan Charlis walaupun adeknya belum muncul, tapi pasti sekarang sedang bersembunyi di sekitar sini.


"Ohh sangat mudah pangeran, hamba hanya ingin..."


"Membunuhmu dan membawa mayatmu kepada raja Aldrich sekarang!!" dan langsung menyerang Eden dengan pedang yang ia bawa tadi.


Saat itu juga Eden langsung menghindari serangan Charlis dengan sigap.


"Kenapa raja itu sudah menemukan aku dan Rin? Padahal selama ini ku kira kita dah aman dari jangkauan mereka" pikir Eden sambil menghindari serangan Charlis.


Sudah sepuluh menit Eden selalu menghindar serangan Charlis tanpa membalas sama sekalipun. Charlis pun sangat kesal dengan sikap Eden karena menurutnya serangan dia tidak dihargai sama sekali.


"Cihhh pangeran jangan hanya menghindar serangan saya! Saya tidak suka dengan tindakan anda yang tidak dihargai sama sekali!" teriak Charlis.


"Bukannya aku tidak menghargai pertarungan ini, tetapi saya tidak mau bertarung sekarang!" balas Eden.


"Bukannya itu sama saja pangeran!" Charlis yang masih menyerang dengan pedangnya ke Eden.


"Kenapa dia ini belum menyerah juga, sepertinya aku harus menyerangnya" batin Eden dan langsung menghindar jauh dari Charlis.


"Baiklah jika itu kemauanmu!" dan langsung mengucapkan sebuah mantra.


"Bright Eater!" Mantra ini adalah sihir tipe gelap yang melahap cahaya. Vampir rendah yang membenci cahaya menggunakan mantra ini di tempat tinggal mereka untuk

__ADS_1


membersihkan cahaya, tetapi bisa juga digunakan dalam kasus seperti ini.


"Cihh ini tidak adil" teriak Charlise dan menghindar jauh dari Eden.


Saat Charlis mulai menghindar dari Eden, Eden pun segera mendekatinya sambil memanjangkan dan memperkuat cakarnya, lalu mengukir X besar ke punggung Charlis.


Dia tampak seperti akan jatuh, tetapi entah bagaimana berhasil mempertahankan keseimbangannya. Bahkan jika dia jatuh, hukumannya masih belum berakhir.


"Ini akan menjadi kemenangan pertamamu, tapi sekarang aku harus bertarung denganmu" teriak Charlis dan berlari ke arah Eden sambil tersenyum lebar.


"Untuk alasan apa pun dia tersenyum lebar?!. Pertama dia berlari ke arah ku, apakah dia


pikir dia bisa menang? Jika demikian, dia cukup optimis sekali. Kali ini aku adalah pangeran vampire dengan kekuatan penuh. Seharusnya dia mengetahui posisinya sekarang tapi itu tidak terlalu penting baginya " batin Eden yang melihat tindakan Charlis sekarang.


"Mati!" teriak Charlis dan menarik pedangnya dan mendatangi Eden.


"Sekali lagi, dengan berani datang dari depan seperti orang bodoh.Dia benar‐benar membutuhkan pelajaran tempur" pikir Eden lalu langsung berlari ke arah belakangnya dan menggenggam lengan pedangnya dan mematahkannya tanpa ampun.


"Geh ...?!" Charlis berhasil menekan suaranya tanpa berteriak, menjatuhkan pedangnya,


lalu meletakkan beberapa jarak di antara mereka.


"Wow aku sungguh terkesan dengan tindakanmu sekarang, ku kira kau hanya mempunyai otak bebal saja" Eden yang tidak menyangka dengan tindakan Charlis


"Sialan ... kenapa masih ada vampir yang kuat di sekarang setelah yang mulia Aldrich"


sambil menahan rasa sakit di lengannya.


"Karena raja vampir kalian yang sekarang sangat lemah dan pengecut" jawab Eden dengan dingin.


"Jangan menghinaku! Mengerti!" teriak Eden yang tidak menerima dirinya dihina.


"Oh iya, tadi kau sangat ingin aku melawanmu kan? Baiklah karena aku adalah vampir yang sangat baik hati, aku akan menepati keinginanmu itu" sambil tersenyum lebar dan melihatkan taringnya.


Saat Eden tersenyum ke arah Charlis, Charlis pun langsung berkeringat dingin dan berpikir "Apa aku melakukan kesalahan sehingga membangungkan macan yang sedang tidur tadi".


Eden yang melihat Charlis mengeluarkan keringat dingin pun tersenyum lebih lebar lagi dan merasa kesenangan seperti melihat mangsanya ketakutan saat melihat pemangsa.


Eden pun mendekat dan mengirimkan tendangan kuat ke perutnya, mengirimnya terbang seperti bola sepak. Charlis pun hanya pasrah ketika dia bertabrakan dengan pohon.


"Aku belum puas. Omong kosong, kamu lebih baik mempersiapkan dirimu sendiri " perkataan Eden dan mendatangi lebih dekat ke Charlise.


"Ku... ku mohon maafkan hamba pangeran. Hamba janji hamba akan pergi dan tidak akan menampakkan wajah hamba kepada pangeran" Charlis yang ketakutan dan mundur ke belakang saat Eden menghampirinya.


"Tadi kau yang memintaku untuk melawanmu dengan serius bahkan kau menginginkan sebuah pertarungan yang menghasilkan kematian, tetapi kenapa sekarang kau ingin aku menghentikan pertarungannya?" tanya Eden kepada Charlis.


"Hamba tidak menyangka jika pangeran sangat kuat. Sekarang hamba menyesal dengan tindakan hamba kepada pangeran" jawab Charlis dan menundukkan kepalanya.


Eden yang kesal saat Charlis menundukkan kepalanya pun langsung menendang rahang bawah Charlis ke atas dan berkata "Aku tidak suka saat lawan bicaraku berbicara sambil menunduk ke bawah".


Sementara itu...


"Apa yang harus kulakukan? Kak Charlis sekarang sudah sangat parah dengan lukanya yang banyak dan bersimpah darah" Charlize yang sangat panik dengan keadaan kakaknya.

__ADS_1


Setelah berpikir sesaat, ia memilih untuk menolong kakaknya walaupun itu membuatnya celaka. Ia menghampiri kakaknya dan menyerang Eden dari belakang.


"Jangan lakukan itu kepada kakakku!!" teriak Charlize ke Eden.


Eden yang mendengar suara teriakan itu langsung melihat ke arah suara tersebut sambil menahan serangan darinya.


"Kenapa kau menghajar kakakku menerus?!" teriak Charlize.


"Kakakmu yang menginginkannya bukan aku" jawab Eden dengan dingin.


Setelah itu Eden langsung menyerang Charlize hingga terluka seperti Charlis. Saat Charlize terbaring lemah, Eden pun langsung mencekik lehernya dan leher Charlis keatas.


"Enaknya kalian ini diapakan ya?" sambil tersenyum jahat dan memikir tindakan selanjutnya yang cocok untuk mereka.


"Ku mohon maafkan hamba dan adik hamba pangeran, kami sangat menyesal dengan kelakuan kami dengan pangeran..." jawab Charlis dengan suara yang lemah.


Saat Eden mendengar permintaan maaf Charlis, ia merasa kasihan dengan mereka karena dirinya telah membuat mereka terluka parah akan tetapi apabila ia tadi tidak melawan mereka yang bakal terjadi adalah dirinya yang yang terluka.


"Hmm mungkin aku akan memaafkan mereka dan sekalian memanfaatkan mereka langsung" pikir Eden sambil tersenyum jahat dan licik.


Charlis dan Charlize yang melihat senyuman Eden hanya bisa pasrah apakah hari ini ia akan mati di tangan Eden atau tidak.


"Baiklah aku akan memaafkan kalian" jawab Eden dan seketika Charlis dan Charlize sangat senang dengan perkataan Eden akan memaafkan mereka.


"Tetapi ada syaratnya, kalian akan ku cuci otak kalian untuk mematuhi semua perintah dari diriku maupun Rin" Eden yang menjelaskan syaratnya langsung membuat mereka bingung dengan keputusannya.


Setelah beberapa menit mereka menerima syarat Eden untuk mematuhi semua perintah darinya.


"Keputusan yang sangat bijak. Aku akan segera melakukannya tapi sebelum itu..." Eden yang menghampiri mereka dan berjongkok di hadapan mereka sambil menjulurkan tangannya dan berkata "Heal".


Seketika mereka dikelilingi sebuah cahaya putih dan seketika luka dan memar yang ia dapatkan sembuh dan ilang tanpa membekas. Mereka yang melihatnya sangat terkejut dengan kemampuan Eden.


"Cukup kalian mengagumi kemampuanku, sekarang berdirilah kalian" perintah Eden lalu Charlis dan Charlize pun mengikuti perintah Eden dengan segera berdiri.


Saat mereka sudah berdiri, Eden pun juga berdiri dan mundur beberapa langkah lalu menjulurkan tangan dan mengatakan sebuah mantra lagi.


"Jika mereka mengucapkan namanya, maka kontraknya akan terbuat, tetapi jika tidak..." batin Eden.


"My name is Eden. By forming a contract, with an oath in my chest, hope in my heart, and strength in my hands, answer me what's your name?"


"Charlis and Charlize" jawab mereka lalu mereka pun dikelilingi dengan cahaya lagi dan setelah itu pun kontrak yang dibuat Eden berhasil.


Saat sudah selesai menjalin kontrak, mereka pun langsung memberi hormat kepada Eden dan berkata "Hamba menerima perintah, Tuan Eden".


Eden yang mendengar tersebut sangat senang dan bergumam kepada dirinya "Akhirnya aku mendapatkan budak baru hihihi" dan ketawa kecil yang tidak terdengar oleh Charlis dan Charlize.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Yoo maaf y klo baru Up karena emang lg sibuk bgt sebagai minta maafnya, gw ketik banyak tdk seperti biasanya dan klo bisa besok gw akan up kembali walaupun bakal pendek seperti biasa (^ω^)makasih yg sudah membaca karya gw sampai saat ini ok see you next time 👋🏻👋🏻


__ADS_2