Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Chapter 10


__ADS_3

~"Benar dugaan alter ego" gw yang merasa kesal karena benar dengan dugaan alter ego.~


.


.


.


.


.


Saat sudah sampai dirumah Bimo, gw bertemu dengan mamanya Bimo dan tentu saja gw menyapanya biar gak dicap sebagai buruk di matanya. Setelah gw menyapa dan menyalimi mamahnya Bimo, gw langsung ke kamar Bimo dan dia sudah ada daritadi dikamarnya.


"Tumben banget lu jadi alim di depan mama gw" sambil menyiapkan alatnya untuk bermain.


"Ya emangnya masalah gitu buat lu? gak kan"


"Yah gak sih tapi gak biasanya. Nih stick controller lu" dan menyodorkannya ke gw.


"Makasih" gw langsung mengambilnya dan duduk di sebelahnya. Setelah sudah siap kami pun bermain video game bersama yanv dibeli oleh Bimo.


"Bim, lu gak sediain minum gitu ke tamu? Gw kan tamu masa lu gak kasih gw minuman?" sekalian nyindir tapi gw memang kehausan sih.


"Yee lu kan bukan tamu, kalo tamu dah gw bikin daritadi" yang masih asik dengan gamenya.


"Gw pulang dulu" dan langsung mengambil tas gw.


"Gw bercanda oii jangan pulang dulu. Kalau haus lu bisa ambil sendiri di dapur".

__ADS_1


"Tadi lu bilang gw bukan tamu?"


"Gw bercanda jangan dibawa serius napa. Lu haus kan? Gw ambil dulu minumannya" dia langsung berdiri dan hendak meninggalkan gw.


"Gw aja ambil sendiri. Awas nanti kalo lu bilang lagi gw bukan tamu" dan menatapi dia dengan dingin.


"Iya iya yaudah sono buruan ambil" dengan wajah malas dan langsung melihat notifikasi hp.


Gw pun keluar kamar dan turun lalu ke ruang dapur untuk mengambil minuman. Saat sampai disana, gw melihat salah satu pembantu disana dengan keadaan mabuk.


"Baru jam segini malah dah minum alkohol, belum lagi kenapa dia memakai pakaian terbuka sih" batin gw dan melewati pembantu itu.


Gw pun membuka pintu kulkas dan mengambil jus jeruk lalu saat gw menutupi pintunya, tiba tiba....


"Dek, adek kok ganteng sih. Mau main ama kakak gak?" tanya pembantu itu yang sedang mabuk.


"Hehh mbak sadar kok hiks, yuk main ama kakak hiks" dan terus menggoda Rin.


Rin's POV On


"Ughh gw harus apa ini" gw yang sedang berpikir untuk bisa bebas dari dia tetapi kenapa wanginya sungguh menggoda gw.


"Kenapa nih pembantu wanginya sangat enak sekali?" gw yang malah terangsang dengan wanginya.


"Itu wangi dari darah pembantu itu Rin, memang baunya sangat menggoda sekali" jawab alter ego yang juga ikut terangsang.


"Nee alter ego, boleh aku menghisap darahnya?" tanya gw yang sudah gak tahan untuk menghisap darahnya.


"Tentu saja boleh tapi jangan lupa jangan dihabiskan darahnya, aku mau juga darahnya jadi nanti kita bergantian ok" Alter ego yang juga ingin darahnya.

__ADS_1


"Hehh bukannya kita satu tubuh? Kenapa kau juga ingin menghisapnya?" tanya gw.


"Yah walaupun kita satu tubuh tapi gw ingin menghisapnya juga. Kalau kau gak bolehin aku yah aku juga ngelarang kamu menghisapnya" ancam alter ego karena gak mau kalah sendiri.


"Iya iya nanti kita gantian" sambil tersenyum dan menyunggingkan taring gw yang sudah memanjang.


Rin's POV Off.


"Hehh mbak sadar kok hiks, yuk main ama kakak hiks" dan terus menggoda Rin.


"Boleh mbak tapi mainnya di taman belakang ya" dan tersenyum polos yang tanpa tidak tahu sam sekali.


"Yaudah ayok ikut mbak" lalu menarik tangan gw untuk mengikutinya ke taman belakang.


Saat sudah sampai disana dia langsung membuka pakaiannya lebih terbuka dari sebelumnya dan mulai menggoda Rin.


"Nah sekarang adek mau main kayak gimana? biar mbak aja yang menuntunnya" dengan gaya menggoda.


"Jadi mbak mau ikut apa yang Rin mau?" dan tentu saja dengan wajah polos lagi.


"Tentu saja, mbak akan ikut alurnya saja nanti".


Lalu gw mendekatinya dan langsung kebagian leher. Gw mulai dengan menggigit kupingnya dan berbisik kepadanya.


"Gw mau darah lu bolehkan?" bisik gw kepadanya.


"Tu.. Tunggu apa?" jawab pembantu itu dengan panik.


Gw yang menghiraukannya langsung menancapkan taring dan menghisap darahnya dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2