
"Ayo mah masuk kedalam, jangan lama-lama diluar karena sudah malam" ajak pria tersebut dan mereka masuk kedalam villa.
Saat mereka masuk, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari lantai dua ke lantai pertama. Itu suara langkah kaki anak mereka yang berumur 5 tahun, lalu ia bertanya tentang bayi tersebut yang dibawa oleh orang tuanya masuk ke dalam villa.
"Papa, siapa bayi itu? kenapa bayi itu bersama papa dan mama? dimana papa mama menemukan bayi itu?' tanya sang anak tersebut.
"Ah papa menemukan bayi ini didepan pintu villa kita. Karena papa dan mama tidak tega mengantarkan bayi ini ke panti asuhan. Jadi papa mama akan mengadopsi bayi ini menjadi keluarga kita" jawab papah kepada anaknya.
"Apa ini benar mah? bayi ini akan jadi adik ku sekarang?" kata anak tersebut ke mamanya.
"Iya nak, apa kakak tidak menerima bayi ini menjadi adikmu?" tanya balik kepada anaknya.
"Tidak mah, tapi aku senang kalau hari ini aku menjadi seorang kakak. Kakak janji menjadi kakak yang baik buat adikku. Oh ya mah pah, siapa nama adikku ini?".
"Rin, itu nama adikmu. Jadi mulai hari ini, papa akan memegang janjimu untuk menjadi kakak yang baik" sambil mengelus kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Iya pah, kakak janji tidak akan melupakan janji yang kakak bilang" jawab dengan penuh semangat.
*
*
*
*
*
~Tiga tahun kemudian, Rin sudah berumur 3 tahun dan kakak, Akihito sudah berumur 8 tahun. Sekarang mereka sedang bermain di taman belakang rumah mereka. Tiba-tiba terdengar teriakan oleh Akihito.~
"Akhh sakit. Kak Akihito!!!" teriak Rin karena jatuh dan sekarang kakinya terluka.
"Tunggu itu bukan suaranya Rin? Aku harus menghapirinya" batin sang kakak yang takut adiknya celaka.
__ADS_1
"Iya dek kakak akan kesana" Akihito pun berlari menuju ke tempat Rin. Sampai disana Akihito pun dengan sigap untuk menolong adiknya yang terluka.
"Aduh dek, adek ngapain sampai terluka begini?" tanya Akihito kepada Rin yang sedang menangis karena kesakitan.
"Hiks.. Tadi Rin liat ada kupu-kupu cantik yang lewat, lalu Rin mengejar kupu-kupu itu hingga akhirnya Rin kesandung batu itu dan kaki Rin pun terluka Hiks..." jawab Rin sambil menangis kesakitan karena lukanya.
"Yaudah ayo kakak gendong ke dalam rumah lalu obati lukanya ya" sambil menggendong belakang adiknya ke dalam rumah.
Saat sampai di rumah dan di ruang keluarga. Akihito menurunkan Rin di sofa dan berpikir untuk memanggil papa mama karena hari ini mereka kerja di rumah.
"Adek tunggu disini ya, kakak mau memanggil papa mama di ruang kerja. Jangan menangis lagi ya" hibur Akihito ke Rin karena Rin masih saja menangis.
"Iya kak hiks... jangan lama-lama hiks... Rin tidak akang menangis lagi" jawab Rin.
"Anak pintar, tunggu sebentar ya" Lalu akihito pun pergi menuju ruang kerja untuk memanggil papa mamanya.
'Tok- tok'. "Pah mah, Kakak boleh masuk?" tanya Akihito yang sudah sampai di depan ruang kerja.
"Iya nak boleh, kenapa kakak kesini?" tanya papa yang heran kenapa anaknya datang ke ruang kerja.
"Aduhh nak kenapa? Pah ayo kita liat keadaan Rin" teriak mama yang takut anaknya kenapa-napa.
"Iya mah dan Akihito makasih sudah mengabari kami. Kamu memang kakak yang terbaik. Papa mama tidak akan memarahimu masalah ini" sambil memberi semangat kepada Akihito yang takut akan dimarahi.
"Iya pah maafkan kakak yang tidak menjaga Rin dengan baik" jawab Akihito.
Lalu mereka bertiga pun pergi ke tempat Rin itu melihat keadaan Rin, saat mereka sampai disana mereka pun heran dengan keadaan Rin yang sekarang.
"Dek, apa adek tidak ada yang terluka? tadi kakak kasih tau mama kalau adek terluka?" tanya mama yang heran dengan keadaan anaknya sekarang.
"Loh kak, tadi kakak bilang kalau adek terluka? kenapa tidak terlihat lukanya? bahkan sekarang dia terlihat baik-baik saja?" tanya papa ke Akihito.
"Tadi adek terluka pah. Bahkan tadi masih menangis karena kesakitan. Dek, dimana luka adek? bukannya kaki adek terluka?"tanya Akihito ke Rin.
__ADS_1
"Iya pah mah kakak, tadi Rin terluka tapi luka Rin tiba-tiba sembuh dan ilang sekarang Rin pun tidak kesakitan lagi" jawab Rin dengan polosnya.
"Tapi mana mungkin luka tersebut langsung sembuh dan menghilang? pah, apa papa percaya dengan perkataan Rin?" tanya mama ke papa dengan rasa tidak percaya.
"Papa juga gak percaya tapi kenyataannya ada di depan kita" jawab balik ke mama.
"Kenapa adikku berbeda dari biasanya, seharusnya luka tersebut akan kering dan sembuh paling lama seminggu lalu kenapa adikku ini sangat cepat sekali bahkan tidak sampai satu jam" pikiran Akihito yang sedang bingung dengan keadaan adiknya.
"Pah mah, untuk sekarang lebih baik kita bersyukur kalau adek tidak kenapa-napa mungkin ini kelebihan adek yang jarang dimiliki orang pada umumnya" sambil membujuk orang tuanya untuk tidak memperdalam masalah ini.
"Bener pah, mungkin ini kelebihan Rin kenapa kita harus pusing memikirkan ini. Seharusnya kita bersyukur adek terlihat sehat sekarang" dan duduk disamping Rin.
Setelah kejadian tersebut, muncullah keanehan-keanehan lainnya oleh Rin, seperti Rin suka mengobrol sendiri dan Rin bilang kalau dia tidak sendiri tetapi ia bersama temannya. Padahal didekat dia tidak ada siapa pun disana. Lalu disaat Rin sedang berbahagia, matanya pun berubah menjadi merah yang sangat cantik tapi juga menyeramkan. Pupil matanya berwana merah darah dan disaat tempat gelap mata tersebut akan menjadi terang seperti binatang buas yang sedang menerkam mangsanya. Tetapi keluarganya pun mulai menanggapi kalau itu kelebihan Rin dan mereka tidak tau kalau Rin berbeda dengan manusia biasa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
~terima kasih telah membaca novel ini. novel ini hanya imajinasi author dan mencurahkannya ke dalam novel ini ππ. See you next time ππ»ππ»~