
~"Pfttt, walaupun dah remaja tapi dikasih pancake malah jadi anak kecil" Akihito senang karena Rin telah masuk ke jebakannya tinggal sedikit lagi rencananya pasti berhasil.~
.
.
.
.
.
Setelah lama Akihito menunggu, akhirnya orang yang ditunggunya turun juga dan dia tidak sabar melanjutkan rencana busuknya.
"Yoo akhirnya turun juga, hampir aja abang makanin bagian adek" sambil tersenyum kepada Rin.
"Ya dan hampir aja gw tepat waktu kalau gak dah gw tampol lu bang" gw pun sebenarnya senang karena bagian gw gak dimakan ama abang l*ckn*t.
Gw segera duduk dan tidak sabar untuk segera memakannya bahkan sampai gw tidak sadar dengan kelakuan abang gw sendiri.
"Ayo buruan makan dan abang akan mengabdikannya dengan bentuk foto lalu dicetak dan dimasukkan ke album foto kesukaanku" sambil menyeringai dengan seram seperti predator sedang memangsa mangsanya.
"Kenapa perasaan gw gak enak?" gw langsung melihat abang gw tetapi abang gw hanya sedang memainkan ponselnya tanpa melihat diriku.
"mungkin hanya perasaan gw aja kali" pikir gw dan melanjutkan makannya.
"Bodoh!!! Lihat abangmu!! Dia melihatmu dengan tatapan predator. Sadarlah Rin!!!".
"Fyuhhh hampir saja tadi ketahuan" gumam Akihito dan melaksanakan aksinya lagi dengan diam-diam.
...****************...
Sekarang sudah menunjukkan waktu tengah malam. Rin makin merasakan rasa haus yang sangat menyakitkan dan lalu dia pun terbangun dari tidurnya tetapi yang terbangun bukan Rin, lebih tepatnya Rin yang lain.
"Maafkan aku Rin, aku akan mengambil alih tubuhmu sementara. Aku tidak mau kamu seperti kemarin jadi aku saja yang mencari makanan".
Dia pun membuka lemari pakaiannya dan mengambil sweater hoodie hitam dan topi hitam lalu keluar rumah melalui jendela. Walaupun kamarnya berada dilantai 2, itu bukan apa apa bagi Rin karena dia vampire dan ketinggian itu tidak akan menyebabkan Rin celaka.
"Yoshh ayo kita mencari mangsanya" dia pun berkeliling sekitar kompleks tetapi tidak melihat siapa siapa hingga akhirnya keluar dari are kompleks rumahnya dan sangat beruntung dia melihat 2 pria yang mau berbuat pelecehan seksual dengan seorang wanita. Kalau dilihat baik baik umur wanita itu masih 17 tahunan.
"Akhirnya aku menemukannya. Harusnya tidak apa apa kan karena dia seorang penjahat dan aku menghisap darahnya" sambil menyeringai dan pergi ke 2 pria tersebut.
"Halo paman mau diapain tuh cewek?" Rin yang tersenyum ke 2 pria itu seperti tidak tahu apa apa.
"MAU NGAPAIN LU BOCAH DISINI MAU GW BUNUH LU!!" teriak salah satu pria tersebut sambil mengancam Rin yang akan dibunuhnya.
__ADS_1
"Ehh paman jangan marah marah lepasin dulu itu cewek kasian dia ketakutan lihat paman" sambil memelas ke 2 pria tadi.
"LU JANGAN JADI PAHLAWAN KESIANGAN KALAU LU GAK MAU GW BIKIN SIAL!!!"
"Paman sekarang tengah malam bukan siang, jadi harusnya pahlawan tengah malam donk" Rin sambil menjulur lidahnya.
Salah satu pria itu pun kepancing emosinya dan langsung menyerang Rin.
"BACOT LU!!!" dan melancarkan tinjuan ke arah wajah Rin tetapi Rin menghindarnya dengan mudah.
Lalu Rin pun membalasnya dengan tendangan menyamping. Pria yang menyerangnya terlempar 2 meter dan mengeluarkan darah dari mulutnya dan akhirnya pingsan karena tendangan Rin yang sangat keras.
"Sangat lambat paman. Sekarang tinggal satu lagi" Rin yang tersenyum psikopat sambil melihat ke arah pria satunya lagi.
"JANGAN SENANG DULU LU!!!" dia mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya dan menodongkannya ke arah Rin.
"GW BUNUH LU KALAU KESINI!!!" pria itu merasakan ketakutan karena melihat Rin menyerang temannya.
Rin pun malah malah menghampiri pria tersebut dengan senyumannya tanpa menghiraukan ancamannya.
Pria itu bertambah takut dan pergi ke korbannya tadi dan mengancam Rin kalau dia mendekatinya.
"JANGAN KESINI KALAU GAK MAU WANITA INI GW BUNUH!!!".
"JANGAN KESINI!!!!" pria itu makin teriak ketakutan karena Rin sudah dekat dengannya.
"Ayoo paman ayo!! tinggal paman mengoreskan pisau paman ke lehernya dan tuh cewek akan mati secara perlahan lahan" Rin yang malah mengajari pria itu untuk membunuh wanita yang dia ancam.
"AKHHHH" teriak pria tersebut yang sudah kehilangan akalnya akibat ketakutannya kepada Rin.
Rin pun segera berlari dan memukul bagian leher pria itu dan pingsan kearah Rin.
"Kalau paman tidak bisa membunuh seseorang kenapa paman nekat jadi penjahat dan juga aku bukan homo" sambil menjatuhkan pria itu ke tanah.
"Oii kau!! Kenapa kau keluar tengah malam begini?! Kau bisa pulang sekarang, lain kali jangan keluar rumah malam malam begini kalau tidak ditemanin" Rin yang melihat wanita itu yang masih shock dengan kejadian yang ditimpanya.
"Ahh makasih sudah menolong saya. Saya akan mendengarkannya dan tidak keluar rumah di malam hari lagi. Terima kasih atas pertolongannya" lalu wanita itu segera meninggalkan Rin sendirian disana.
"Akhirnya selesai juga, sekarang waktunya makan" taring Rin yang mulai memanjang dan matanya berubah berwarna merah menyala. Rin pun duduk lalu mulutnya mengarah leher pria tadi dan siap untuk menggigitnya.
"Selamat makan!!" Rin pun menancapkan taringnya ke leher pria tersebut sehingga mengeluarkan darah dan menghisapnya dengan cepat.
Tetapi saat Rin sedang menikmati darah didalam mulutnya, dia pun tersadar dan terkejut apa yang dia lakukan sekarang.
"Tunggu kenapa gw? Kenapa gw menghisap darah pria ini? Tetapi kenapa juga gw gak mau melepaskan gigitan gw dan juga rasa haus gw hilang" Rin yang sekarang malah menikmati darah yang masuk di mulutnya hingga Rin memasuki alam kesadarannya sendiri.
__ADS_1
"Dimana ini? Kenapa semuanya gelap?" gw yang bingung dimana gw saat ini.
"Oiii ini ruang kesadaranmu sendiri" yang tiba tiba ada suara yang suaranya mirip dengan suaranya.
"Si.. Siapa lu!! Keluar gak!!" gw pun takut dengan suara tadi.
"Aku ada disini kenapa kamu takut? aku tidak akan mencelakaimu".
Gw pun menoleh ke suara tersebut dan gw melihat diri gw sendiri tetapi dengan taring yang panjang dan mata berwarna merah tetapi kenapa dia dikurung seperti penjara.
"Siapa lu? Kenapa lu mirip dengan gw?"
"Aku adalah kau dan kau adalah aku. Kita ini satu tau, anggap saja aku adalah sisi lain darimu"
"Hahh apa maksudnya? Lu sisi lain dari gw?" gw yang heran apa yang dia bilang.
"Dasar bodoh kau ini vampire bangsawan, jadi sudah wajar kau mempunyai sisi lain. Walaupun aku adalah sisi lainmu, aku ini bisa dibilang pelindungmu saat bahaya seperti tadi aku yang mencarikanmu darah karena aku tidak mau kamu seperti kemarin".
"Hahh? Gw vampire? Dan juga gw vampire bangsawan?! Lalu tadi perbuatanmu" gw yang kaget dengan penjelasan dia tadi.
"Iya dan kau bukan vampire bangsawan biasa saja, tetapi kau seorang pangeran dan kau juga seorang penerus kerajaan vampire nanti kelak".
"Tunggu gw pangeran? Kerajaan vampire? Gw gak tau sama sekali tentang itu, gw selama ini hanya vampire itu tidak ada".
"Hahhh kenapa kau sangat bodoh dan menganggap vampire tidak ada padahal kau sendiri vampire. Mendekatlah aku akan memberi penjelasan semuanya!"
Gw pun ragu untuk mendekatinya karena takut dia akan mencelakai gw. "Lu gak bunuh gw kan?".
"Bodoh tentu saja tidak, cepat kemarilah pangeran bodoh!".
Gw pun mulai mendekatinya dan dia menjulurkan jarinya dan mulai memberi informasi semuanya melalui kepala gw.
"Ughh" gw yang merasakan kesakitan saat semua informasi masuk ke kepala gw. Gw sekarang mulai mengerti termasuk posisi gw sekarang.
"Sepertinya kau sudah mengerti tentang jati dirimu sendiri. Sekarang lepaskan aku dari sini! Disini sangat sempit"
"Gw akan keluarin lu dari sini tapi ada syaratnya. Lu jangan ganggu kehidupan gw dan mengambil alih tanpa gw minta atau sedang berbahaya, gimana apa lu mau?"
"Baiklah aku setuju dengan syaratnya. Aku sudah muak berada disini. Kuncinya berada di lehermu".
Gw pun terkejut karena dileher gw ada sebuah kunci dan dikalungkan. Gw pun segera membuka gembok penjaranya lalu dia pun keluar dan dia merasa senang sekali sepertinya dia tidak berbohong dengan perasaannya.
"Baiklah mari kita bekerja sama kali ini. Mohon kerja samanya" sambil tersenyum ke gw.
Yoo gw kembali, kenapa gw bisa up sekarang karena gw sedang bosen dengerin webinar dari sklhan ( ´ ▽ ` )ノ jadi untuk mengurangi kebosanan gw, gw melanjutkan nih cerita bahkan panjang daripada biasanya. Terima kasih telah membaca karyaku sampai saat ini (∩_∩) oke see you next time 👋🏻👋🏻
__ADS_1