
~Saat perjalanan pulang ke rumah, Rin masih bingung dengan pertanyaan Pak Adi kenapa mukanya begitu pucat. Padahal ia merasa baik baik saja.~
"Memang muka gw pucat kah? tapi gw baik baik aja, apa ini berhubungan dengan pelajaran prakarya tadi? akhh mana mungkin paling cuma kebetulan. Sampai dirumah dan selesai makan malam, gw akan langsung beristirahat saja" batin Rin yang tidak mau ambil pusing tentang ini
...****************...
Pas sudah sampai dirumah, Rin pun langsung pergi ke kamarnya dan langsung pergi mandi unruk membersihkan dirinya, setelah itu ia pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama keluarga.
"Selamat malam mah, pah" sapa Rin yang baru tiba disana karena ia melihat orang tuanya sudah duduk di meja makan.
"Malam juga dek. Adek kenapa mukamu pucat sekali?! Adek sakit?! mau mama minta ke bibi untuk buatin bubur untukmu?!" mamanya yang begitu kaget liat kondisi anaknya yang pucat.
"Tidak mah, Rin sehat kok. Mungkin Rin kurang istirahat abis selesai makan malam Rin akan langsung beristirahat" jawab Rin yang takut mamanya khawatir dengan kesehatan dia.
"Tenang aja mah, mana mungkin adek sakit. Adek cuma kurang istirahat gara gara main game mulu sampai tengah malam" jawab Akihito yang baru saja datang sambil ngeledek adiknya.
"Apaan sih lu bang, datang datang bawa fitnah aja ke gw" Rin yang kesal karena difitnah kakaknya.
"Sudah sudah jangan ribut saat mau makan, Rin abis ini langsung beristirahat jangan bermain game dikamar" papa yang juga khawatir dengan kondisi anaknya.
"Tuh dengerin perintah papa" Akihito yang mulai memanasi Rin
"Bacot lu bang!!. Iya pah abis ini Rin langsung tidur kok" jawab Rin sambil tersenyum ke papanya dan menatap kesal ke abangnya.
Setelah itu mereka pun makan malam bersama sambil bercanda dengan bercerita tentang kejadian hari ini, tetapi Rin mulai merasa pusing. Ia ingin beristirahat ke kamarnya.
"Mah pah Rin keatas dulu ya, Rin mau istirahat diatas" karena merasa pusing dan panas diseluruh tubuhnya.
"Iya dek mudah mudahan besok pagi adek sudah merasa sehat" jawab orang tuanya yang masih bercanda ria diruang makan.
__ADS_1
"Iya mah makasih" Rin pun naik keatas dan ke kamar untuk pergi tidur karena sudah merasa pusing.
"Kenapa gw merasa pusing sekali? Padahal daritadi aku gak ngerasa begini. Apa benar ya kata Pak Adi dan mama papa kalau gw sakit" pikir Rin.
"Tapi, kenapa pusing ini berbeda sekali dari biasanya. Kenapa gw merasa panas didalam tubuhku dan merasa kering sekali tenggorokan gw daritadi? Padahal gw sudah banyak minum air putih, tetapi rasa kering ini masih tidak ilang?" Rin yang sudah merasa haus daritadi.
"Akhh bomatlah, mending gw tidur. Besok juga gw langsung sehat" Rin yang akhirnya memutuskan untuk tidur.
...****************...
Sekarang sudah menunjukkan waktu tengah malam. Rin pun terbangun karena ia merasakan haus dan kering di tenggorokannya.
Ia pun pergi menuju ke dapur untuk menghilangkan rasa haus dan kering tenggorokannya yang sangat sakit untuk dia.
"Kenapa? kenapa gw masih haus? tenggorokan gw sakit dan kering sekali" teriak Rin yang merasakan rasa hausnya tidak hilang sama sekali.
Tidak ada yang mendengar teriakan Rin karena jarak kamar tidur keluarganya dan para pekerja rumahnya dengan dapur lumayan cukup jauh. Maka dari itu Rin tidak peduli jika ia berteriak didapur.
Ia pun berlari ke kamarnya untuk mengambil jaket dan masker hitam untuk menutupi identutasnya dan pergi keluar rumah untuk mencari mangsa yang bisa menghilangkan rasa haus dan sakitnya.
Setelah 1 jam dia pergi berkeliling untuk mencari mangsanya akhirnya dia menemukan seorang wanita yang sedang lewat dan beruntungnya lagi wanita itu sedang berjalan sendirian di tengah malam.
"Akhirnya gw temukan satu" gumam Rin dan ia pun melaksanakan aksinya untuk menyekap wanita tersebut. Setelah berhasil menyekap wanita tersebut, Rin pun menariknya ke kebun karena dekat dan keliatan sepi.
Setelah itu dia mengikat wanita ke pohon dan untuk bersiap untuk menghisap darahnya, tetapi wanita tersebut mulai sadar dan saat dia melihat Rin, dia sangat ketakutan karena penampilan Rin.
"Siapa ka-kamu... Mau apa denganku?!" wanita itu sangat takut ke Rin karena ia melihat Rin bukan seperti manusia.
"Aku??! Aku hanya bocah smp yang sedang kehausan. Nah kakak yg cantik, apa aku boleh menghisap darahmu? Aku ingin sekali" sambil menyeringai dengan menunjukkan taringnya dan matanya yang berwarna merah darah.
__ADS_1
"Ka-kau bu-kan manusia!! tapi monster!!" teriak wanita yang sudah sangat ketakutan sekali.
"Siapa bilang aku manusia kak. Jadi apa aku boleh meminta darahmu?" sambil menghampiri wanita tersebut.
"Tidak, jangan jangan kakak mohon!!!". Tetapi Rin tidak menghiraukannya dan langsung mendekatkan mulutnya ke leher wanita tersebut.
"Selamat makan" dan Rin pun menancap taringnya ke leher dan menghisap darahnya.
"Akhhh sakit!! ku mohon lepaskan aku akhh!!" teriakan wanita tersebut yang merasakan kesakitan tetapi bagi Rin itu hanya sebuah nyanyian darinya.
Akhirnya teriakan wanita itu terhenti dan meninggal ditempat karena sudah kehabisan darah yang Rin hisap. Rin pun akhirnya tersadar dengan sifat gilanya, ia pun merasa kaget atas apa yang diperbuatnya tadi dan panik apa yang harus dia lakukan ke wanita ini.
"Mau gw apain nih mayatnya, gw biarin aja kali" pikir Rin dan dia pun langsung meninggalkan wanita tersebut dan langsung pulang kerumahnya.
"Akhirnya rasa haus gw ilang, dan juga darah itu enak sekali. Gw pingin merasakannya lagi dan lagi" Saat ini Rin yang sudah kecanduan dengan rasa darah.
"Mungkin setiap hari gw akan selalu berburu" senyum Rin sambil berlari ke rumah.
Saat susah sampai dirumah, ia pun langsung berganti baju dan tidur supaya tidak ketauan dengan keluarganya kalau dia sudah membunuh manusia dan menghisap darahnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
~Sekian dulu dari author karena sibuk ok. See you next time👋🏻~