Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Chapter 09


__ADS_3

~"Baiklah mari kita bekerja sama kali ini. Mohon kerja samanya" sambil tersenyum ke gw.~


.


.


.


.


.


"Mohon kerja samanya juga" membalas senyumannya tetapi.


"Tunggu, kenapa pandangan gw kabur? kaki gw terasa lemas sekali" gw yang makin merasa lemas dan


Brukk!.


"Oiii kau bangun!!! Bangun!! Jangan bikin orang takut!! Oii".


Gw masih mendengar suaranya tetapi makin lama makin hilang dan menjadi gelap.


...****************...


"Ughh. Gw dimana? kenapa badan gw kaku dan sakit?" gw yang baru sadar dan masih bingung dengan apa yang terjadi sekarang.


"Akhirnya sadar juga. Bisa bisanya kamu pingsan semalam. Kau berada dikamar".


"Tunggu, apa itu lu?".


"Iyalah bodoh memangnya siapa lagi".


"Jaga omongannya, tapi makasih sudah ambil alih tubuh gw" baru pertama kalinya gw gak dingin ke orang yang baru kenal.


"Kau juga jaga omongan sendiri. Buruan bersihin diri dan pergi ke sekolah! Aku gak mau denger teriakan mamamu".


"Ehhh!! kenapa?! Gw pingin bolos sekolah hari ini. Badan gw sakit banget ini" gw memohonnya kepadanya untuk izin hari ini.

__ADS_1


"Tidak! kau harus masuk sekarang. Aku gak mau lihat teman kamu datang menjengukmu kesini dan membuat kehebohan dikamar!" walaupun ngomongnya datar, entah kenapa bikin gw ketakutan juga.


"Cihhh iya iya gw masuk hari ini jangan bawel napa" gw yang langsung bangkit dari tempat kasur gw dan langsung pergi ke kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


Setelah selesai mandi gw langsung memakai seragam sekolah lalu mengisi tas dengan buku pelajaran hari ini dan langsung ke ruang makan untuk sarapan.


"Selamat pagi mah pah" sambil tersenyum ceria didepan orang tua gw.


"Pagi Rin yuk sarapan biar nanti gak telat ke sekolah" mama yang sedang menyiapkan sarapan untuk gw.


"Gak ada pah emang salah ya kalau Rin begini?" sambil mengambil sepotong roti yang dibuat oleh mama dan segelas susu.


"Tidak cuma papa senang saja liat kamu ceria" dan tersenyum kearah gw.


Gw pun membalas senyuman ke papa dan lanjut mengunyah roti yang kumakan.


"Rasanya masih hambar, apa mulai semua yang gw makan rasanya hambar?" pikir gw karena gw gak bisa memakan makanan dengan normal seperti dulu.


"Mungkin untuk sekarang tidak bisa, tetapi nanti kamu akan bisa merasakan rasa makanan itu jika kamu semakin kuat"


"Beneran?!" gw langsung merasa senang denger penjelasannya hingga gw gak sadar kalau papa memperhatikan gw daritadi.


"Ini anak kenapa bertingkah aneh? Dia seperti lagi mengobrol dengan orang lain padahal tidak ada orang yang diajaknya bicara" pikiran papa lalu dia menghiraukan Rin dengan kelakuannya tadi.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Di sekolah


"Yoo Rin, udah kerjain pr minggu lalu belum? Bimo yang menghampiri gw untuk meminta tugas sekolah gw.


"Udah kok nih" sambil menyodorkan buku tugas gw ke dia.


"Wehh rajin sekali lu, kirain gw lu gak kumpulin tugas" yang ngomong tanpa rasa dosa sekali.


Gw yang mendengarnya langsung menjitak kepala Bimo dengan keras dan dia pun kesakitan dengan kepalanya yang gw jitak.


"Jangan marah napa gw kan bercanda" sambil mengeluskan kepalanya yang kena gw jitak.


"Salah sendiri siapa suruh lu jailin gw" kesal gw.


"Ish dinginnya kambuh lagi. Pulang sekolah jadi gak main game yang gw beli kemaren?"


"Hmmm" gw yg berpikir mau ikut tapi raga gw tidak setuju dengan pikiran gw.


"Mending ikut aja"


"Hehh napa?" gw yang kaget dari jawaban alter ego.


(disini panggil dia alter ego dulu sementara ya)


"Kalau kamu hari ini gak main dengannya, dia akan mengajakmu setiap hari hingga kau mau bermain dengannya. Aku gak mau mendengar ajakan dia mulu setiap hari" jawab alter ego.


"Baiklah gw nanti main ke rumah lu pulang sekolah" gw mengikuti saran alter ego karena yang dia bilang benar juga.


"Bener?! Akhirnya lu main juga ke rumah gw padahal ge berpikir kalo lu gak ikut hari ini, gw akan ngajakin lu setiap hari sampai lu ikut" dan ngomong dengan enteng sekali ke Rin.

__ADS_1


"Benar dugaan alter ego" gw yang merasa kesal karena benar dengan dugaan alter ego.


__ADS_2