
~"Baiklah sekarang kita atur dulu strategi kita" dari orang pertama dan mereka pun pergi menghilang dari sana dengan cepat.~
.
.
.
.
.
Di kerajaan Vampire
"Dasar bodoh! Apa yang kamu lakukan selama ini?! Kenapa sampai sekarang kalian masih tidak menemukan anak itu!" terdengar Aldrich sedang memarahi bawahannya.
"Maafkan saya yang mulia, saya masih belum menemukan petunjuk dimana pangeran".
"Kenapa?! Apa susahnya kau mencari pangeran busuk itu dan bawa ke hadapanku Aleister?!"
"Karena saya tidak merasakan sama sekali kalau pangeran itu masih hidup yang mulia. Mungkin sudah lama sekali pangeran itu tidak ada" jawab Aleister.
"Gak! Pangeran itu masih hidup! Saya bisa merasakan hawanya. Sekarang mending kau segera mencari kembali pangeran busuk itu ke hadapanku hingga dapat dan jangan datang kemari apabila kau belum menemukannya!" perintah dari Aldrich ke Aleister.
"Baik yang mulia" dan dengan segera meninggalkan Aldrich untuk melanjutkan pencariannya.
"Hahhh... Kenapa pangeran busuk itu belum ditemukan juga" keluh Aldrich.
"Sabar sayangku yang mulia, mungkin sebentar lagi kamu akan menemukannya nanti" jawab perempuan yang bersebelahan dengan Aldrich yang ternyata istrinya.
"Iya sayangku. Aku akan bersabar sedikit lagi untuk menemui pangeran busuk tersebut. Aku akan kembali ke kamar dulu" dan meninggalkan istrinya disana.
__ADS_1
"Istirahat yang benar sayang" teriak istrinya karena ia tahu kalau Aldrich ingin beristirahat dikamar.
Selama Aldrich menuju ke kamarnya, dia mengingat kembali kejadian 17 tahun yang lalu saat ia membunuh kakaknya.
Flashback On
Di dalam hutan, terdapat sebuah kelompok yang sedang mengelilingi 2 orang yang sudah sekarat yang merupakan sepasang suami istri.
"Dimana batu itu kakak?!" tanya dari kelompok tersebut yang ternyata itu adalah Aldrich.
"Heh kau kira batu itu ada bersama dengan kami? Kau sangat bodoh Aldrich" jawab salah satu tawanan tersebut.
"APA?! JANGAN MAIN MAIN DENGAN KU KAKAK!!" dengan perasaan marah karena selama ini dia ditipu.
"Kamu telah terjebak dengan permainan kami. Selama ini kau hanya mengejarku karena batu itu dan ternyata batu itu tidak ada bersama dengan ku" jawab pria tersebut dengan senyuman sinis.
"KURANG AJAR!!" lalu Aldrich pun memukul wajah pria tersebut hingga penuh lebam.
"Sekarang katakan dimana batu tersebut!" ancam Aldrich ke pria tersebut.
"Walaupun ku katakan juga kau tidak akan menemukannya" jawab pria tersebut dengan membuang mukanya dari Aldrich.
Aldrich pun menjadi kesal dan memukul wajah pria tersebut lagi dengan keras. Lalu dia bertanya lagi dimana batunya berada.
"Huh baiklah akan ku kasih tau kau yang berotak bebal. Batu tersebut ada bersama dengan anak kami, tetapi kami sudah meninggalkan anak kami 2 hari sebelum kau menangkap kami sekarang dan kau tidak akan menemukannya hingga anakku lah yang akan menemuimu dan kau akan dibunuh oleh mereka" jawab pria tersebut.
"Hah? Anakmu lah yang akan menemuiku dan membunuhku? Jangan bercanda! Kami yang akan menemukan anakmu itu hari ini juga dan aku akan membunuhnya didepan kalian berdua!" Aldrich yang tidak percaya dengan ucapan pria tersebut.
"Makanya ku bilang kau berotak bebal. Otakmu itu cuma hanya gumpalan daging yang tidak mempunyai akal. Aldrich aku bersumpah kalau nanti kita akan bertemu kembali tetapi bukan untuk membunuhmu, tetapi anakku lah yang akan membunuhmu" jawab pria tersebut lalu muncullah sebuah lubang hitam dibelakangnya.
Pria tersebut menarik tangan istrinya dan masuk ke dalam lubang hitam tersebut, saat mereka memasuki lubang hitam tersebut pria tersebut berkata kepada Aldrich "Mimpi mu yang dimana Vampire akan menjadi penguasa di Bumi ini tidak akan pernah terkabul Aldrich!".
__ADS_1
Setelah itu mereka pun meninggalkan kelompok Aldrich yang kesal karena perkataan pria tersebut. Aldrich pun bersumpah kalau dia akan menemukan anaknya itu segera.
Flashback Off
Aldrich pun menjadi kesal kembali setelah mengingat kejadian 17 tahun lalu itu. Dia masih tidak menyangka kalau perkataan pria tersebut benar karena saat ini dia belum menemukan anak yang membawa batu tersebut.
"Lihat saja kak aku akan menemukan anakmu itu dan mencincang cincang tubuhnya hingga hancur. Aku tidak akan menyerah dengan impianku kak. Tunggu saja kau pangeran busuk!" teriak Aldrich yang berjanji kepada dirinya sendiri.
Sementara itu,
"Hacciuu"
"Tuan Rin, apa tuan terkena Flu?" tanya supir yang selalu mengantar/menjemput Rin ke sekolah.
"Ahh tidak pak. Rin gak kena flu kok entah kenapa aku merasakan ada yang mau membunuhku" jawab Rin dengan senyuman polos.
"Hahaha mana mungkin ada yang mau membunuh tuan. Tuan kan anak yang baik" jawab supir itu.
"Iya juga ya. Hahaha" sambil tertawa karena tidak mungkin ada yang membunuhnya.
.
.
.
.
.
Yoo akhirnya update juga (´∀`) mohon maaf kalau chapter ini pendek karena sibuk bantuin tugas adek menggambar yang sudah menumpuk selama sebulan ╥﹏╥ makasih sudah membaca novel gw. Oke see you next time 👋🏻👋🏻
__ADS_1