
Bimo's POV On
.
.
.
.
.
"Yoo welkambek lagi dengan gue disini, kali ini masih sama dengan cerita masa kecil gue bersama Rin si anak l*kn*t" sambil membanggakan diri gue sendiri.
"Karakter figuran aja bangga sekali. Harusnya karakter figuran diam aja gak usah belagu seperti itu" rasis Rin.
"Eh! Karakter utama diam aja dulu! Gak usah iri kalau gue masih jadi tokoh utama disini!" teriak gue.
"Hilih bicit bingit sih jadi orang" dan meninggalkan gue begitu saja. Heran gue kenapa gue bisa betah lama ama dia.
"Yaudah daripada lama lama yuk liat lagi flashback masa lalu gue lagi cekidot".
Flashback On
.
.
.
.
.
__ADS_1
"Rin, kamu mau kemana? Bimo ikut ya" tanya Bimo dengan heran sekaligus ingin mengekori Rin lagi.
"Ish aku cuma mau ke toilet kenapa kamu minta ikut sih? Mending kamu tunggu disini dulu" balas Rin dan meninggalkan Bimo di taman sendirian.
Bimo yang mendengar itu pun menuruti perintah Rin dan menunggu Rin di taman, tetapi Bimo tidak mendapat ketenangan disaat Rin tidak bersama dengannya. Anak tersebut membawa Bimo ke tempat yang sepi di sekitar taman.
"Hei anak cengeng! Bagi duit lo donk! Gue pingin jajan nih!" minta dari teman sekelasnya yang ingin membully Bimo.
"Enak saja kalau mau jajan pake uang sendiri, orang tuamu pasti sudah memberikan uang jajan untukmu kenapa harus Bimo yang membayar jajanmu itu" protes Bimo.
"Banyak omong banget sih! Mau gue pukul hah?!" bentak anak tersebut.
"Tetap tidak! Uang Bimo hanya ada untuk pulang nanti!" bantah Bimo dengan keras.
"Pelit lo a**j**g!" dan mulai memukuli Bimo dengan membuat memar disekitar mukanya lalu kelompok anak tadi meninggalkan Bimo disana sendirian.
Bimo merasakan badannya sangat kesakitan sekali karena dipukuli tadi. Ia mercoba untuk duduk dengan susah karena ia merasa tubuhnya sakit sekali saat digerakkan sedikit.
Tidak lama Rin datang mendatangi Bimo yang pingsan sendirian disana. Rin sangat panik sekali melihat sahabatnya pingsan dengan mukanya yang banyak sekali memar.
"Bim! Bangun Bim! Gak lucu tau gak! Kenapa kamu pingsan disini dan juga kenapa mukamu banyak memar? Bim dengar kata aku! Bim jawab Bim!" teriak Rin sambil memukul pipi Bimo dengan pelan.
Karna Bimo tidak kunjung sadar juga, akhirnya Rin meminta pertolongan seseorang untuk memanggil ambulan dan membawa Bimo ke rumah sakit.
Saat Rin berteriak meminta pertolongan, banyak sekali orang yang mendengar teriak Rin untuk menanyakan ada apa kepada Rin. Setelah Rin menjelaskan ke orang yang ingin menolongnya, orang tersebut langsung menelpon ambulan.
Rin yang mendengar telepon itu langsung menjemput Bimo dan menggendongnya ke tempat tadi, dan saat ambulan datang Rin membantu petugasnya untuk menolong Bimo.
Saat diperjalanan, Rin merutuki diri sendiri karena meninggalkan Bimo sendirian tadi. "Harusnya aku membolehkan dia untuk mengikutiku, pasti dia tidak akan terluka seperti ini" batin Rin.
Saat sudah sampai di rumah sakit, perawat dan dokter segera membawa Bimo ke ruang UGD lalu Rin pun mencari telepon rumah sakit di tempat informasi untuk menelpon keluarga Bimo.
"Maaf mbak, apa aku boleh pinjam telepon disini?" tanya Rin kepada petugas disana.
__ADS_1
"Oh boleh dek. Nih teleponnya dek" dan menyerahkan telepon kepada Rin.
"Makasih mbak" jawab Rin dengan senyuman. Lalu ia menekan tombol nomor telepon rumah Rin dan tidak lama kemudian panggilan tersebut tersambung disana.
"Halo dengan kediaman keluarga Atmodjo. Ingin berbicara dengan siapa?" jawab panggilan dari telepon tersebut.
"Oh saya Rin apa ada mamanya Bimo? Saya ingin berbicara sesuatu dengan beliau" jawab Rin dengan sopan.
"Oh ada bentar ya" lalu tidak sampai semenit pun terdengar suara kembali dari telepon.
"Halo Rin? Kenapa kamu menelpon tante? Apa Bimo membuat kesalahan kepadamu?" tanya mama Bimo lewat panggilan tersebut.
"Tidak tante, cuman Bimo...." lalu Rin pun menjelaskan dengan lengkap kepada mama Bimo, mama Bimo pun sangat terkejut dan penjelasan Rin dan ia meminta Rin untuk meminta Rin menjaga Bimo sebentar disana dan mama Bimo beserta keluarganya akan datang kesana.
"Baik tante hati-hati ya" jawab Bimo dan memutuskan panggilan tersebut. Rin mengembalikan telepon tersebut kepada petugas disana dan berkata "Terima kasih mbak telah meminjamkan saya telepon".
"Oh tidak apa apa dek, ini memang tugas saya" jawab petugas tersebut. Rin pun berpamitan dan pergi ke ruangan UGD dan berdoa untuk menyelamatkan Bimo.
"Semoga kamu tidak kenapa napa Bim, aku tidak mau kamu terluka" batin Rin.
Flashback Off
.
.
.
.
.
Yoo maaf ya kalau baru up dan sekali up malah pendek ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ soalnya memang sekarang lagi sibuk2nya bahkan ini baru selesai uprak kemarin dan hari kamis mau UAS juga. Sebenarnya mau up nih panjang tapi emang gak ada waktu saja karena lagi belajar untuk UTBK, US, latihan gambar, latihan buat animasi karena selain mendaftar ke PTN gue akan mendaftar juga ke politeknik negeri media kreatif yang ada di Jakarta dengan jurusan animasi. Sekali lagi makasih yang sudah menunggu ini up ok see you next time 👋🏻👋🏻
__ADS_1