Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 20


__ADS_3

~"Ahh nggak ada kok mending lu diam aja" jawab Rin yang tidak mau memberi tau apa yang dia lamunin tadi.~


.


.


.


.


.


Setelah sampai di depan gerbang sekolah, ia berpamitan dengan abangnya dan pergi menuju ruang kelasnya. Saat ia menuju ke kelasnya, ia mendengarkan suara kegaduhan dari kejauhan, dan benar saja kegaduhan tersebut berasal dari kelasnya.


Rin pun terbingung dengan situasi ini, langsung menanyakan ke Bimo karena Bimo mengetahui dengan kegaduhan ini termasuk ketua kelas juga.


"Oii Bim kenapa pada ribut sih?" tanya gw ke Bimo.


"Astagfirullah copot jantung gw mama" Bimo yang kaget dan mengeluarkan kata kata latah.


"Eh *njing lu jangan kagetin gw b*ngs*t!!".


"Yah salah sendiri kenapa lu kaget, gw kan cuma manggil lu doank, emangnya ada apaan sampe ribut gini?" tanya Rin.


"Gw denger sih katanya ada murid baru di kelas kita, dan mereka itu kembar tapi mereka itu sangat cantik dan ganteng kayak manusia sempurna" Bimo yang menjelaskan dengan rinci.


"Aelah gitu doank heboh, belum pernah liat orang kayak gitu napa. Kenapa zaman ini banyak yang aneh" dan pergi ke tempat duduknya.


Rin hanya melihat teman temannya yang heboh dengan berita murid baru dari tempat duduknya. Banyak yang sudah berkhayal gimana rupa murid tersebut dan akan memintanya sebagai pacarnya. Setelah 5 menit Rin melihat kehebohan temannya, terdengar suara bel sekolah.


Saat terdengar suara bel tersebut, masuklah wali kelas Rin dan 2 murid baru mengekori di belakangnya.


"Ya seperti yang kalian lihat, kita kedatangan 2 murid baru di kelas kita, kalian tolong perkenalan diri kalian masing masing" perintah dari wali kelas Rin.

__ADS_1


"Baik bu terima kasih" jawab mereka berdua dengan kompak.


Lalu salah satu mereka maju beberapa langkah dan mulai perkenalan diri mereka.


"Ya nama gw Charles Stewart. Gw berasal dari Inggris dan gw pindah kesini karena pekerjaan orang. Jadi tolong kerja samanya" dengan dingin.


Setelah dia memperkenalkan dirinya, semua siswi yang berada di kelas pun menjadi histeris karena sikap dinginnya.


Rin yang melihat itu pun menjadi kesel dan menggerutu di dalam hatinya "Begitu aja dah kayak orang gila".


"Apa kau cemburu Rin?" tanya Eden.


"Hahh?! Cemburu darimana gw? Lebih ganteng gw lagi" jawab Rin dengan kesal.


"Gak mau ngaku padahal emang cemburu".


"Diam aja lu!" Rin yang menjadi kesal karena dipanas panasin oleh Eden.


Sekarang tinggal satunya lagi yang akan memperkenalkan dirinya. Dia pun melangkah maju dan mulai memperkenalkan dirinya.


"Jadi begitu lah perkenalan mereka, semoga kalian bisa akrab ya anak anak. Charles Charlize kalian duduk di belakang Rin ya, Rin tolong angkat tanganmu". sambil melihat ke arah Rin.


"Aduh kenapa harus dibelakang gw sih" jawab Rin dalam hati. Walau dia kesal dia tetap mengangkat tangannya dan berkata "Iya bu saya disini".


"Nah sekarang kalian sudah tahu kan, silahkan kalian duduk ibu akan mulai pelajarannya".


Mereka berdua pun beranjak ke tempat duduknya dan saat melewati Rin,


"Kau memang hebat dalam menyembunyikan hawamu".


Rin yang mendengar bisikan itu pun terkejut dengan apa yang dia maksud. Rin pun langsung melihat mereka berdua sambil tersenyum sinis kepadanya dan duduk di belakang Rin.


"Rin, apa mereka mengenalmu? Entah kenapa aku punya firasat buruk dengan mereka, lebih baik kau tidak dekat dengannya" saran Eden karena dia mempunyai firasat buruk.

__ADS_1


"Nggak gw kenal sama sekali sama mereka! Gw juga punya firasat gak enak dengan mereka, mudah mudahan hari ini tidak ada kejadian yang aneh aneh" jawab Rin yang juga punya firasat buruk yang sama.


"Mudah mudahan tidak terjadi apa apa. Gw gak mau mencelakai keluarga gw, gw harus menjaga mereka dengan menjaga identitas gw kalau tidak mereka akan dalam bahaya" pikir Rin dan disambi ngelamun


"Rin? Rin? Oii Rin?!".


Rin pun tersadar dari lamunannya dan suara itu berasal dari panggilan Bimo.


"Itu lu di panggil maju kedepan buat menjawab soal di papan tulis" sambil menunjuk ke arah papan tulis.


"Rin mau sampai kapan ibu menunggu kamu untuk mengerjakan soal ini?".


Rin pun langsung bangun dari tempat duduknya dan pergi ke papan tulis untuk mengerjakan soal yang ada.


Karena Rin adalah anak langganan juara kelas dan angkatannya, pasti akan mudah menjawab soal yang ada walaupun dia tidak memperhatikan. Rin menjawab soal itu dengan cepat dan teliti, dan saat sudah selesai mengerjakannya membuat teman di kelasnya kagum karena soal tersebut sangat sulit untuk dikerjakan.


"Hmm jawaban kamu benar dan rumus yang kamu gunakan juga tepat, kau boleh duduk kembali Rin" jawab guru tersebut.


"Makasih bu" jawab Rin dan balik ke tempat duduknya.


"Mungkin ini kah firasat buruk yang gw rasain" batin Rin yang mengira ini sudah selesai.


.


.


.


.


.


Yoo maaf baru up karena emang sibuk dan gak sempat nulis plus pas nulis malah ide yang ada langsung bluyar hilang begitu saja (^▽^). Oh ya gw sekalian mau promosi karya baru gw yang berupa fanfiction

__ADS_1



Mungkin yang suka ama utaite boleh mampir sebentar O(≧∇≦)O ya. Makasih ya yang sudah baca karya gw, ok see you next time 👋🏻👋🏻


__ADS_2