
~"Hahaha mana mungkin ada yang mau membunuh tuan. Tuan kan anak yang baik" jawab supir itu.
"Iya juga ya. Hahaha" sambil tertawa karena tidak mungkin ada yang membunuhnya.~
...****************...
"Hwahh akhirnya sampai juga dirumah dan ketemu kasur kesayangan" sambil memeluk boneka domba yang telah menemaninya dari kecil
Saat Rin sedang asik rebahan sambil memeluk boneka dombanya, Akihito memasuki kamar Rin secara diam diam dan memfoto Rin karena baginya itu sangat imut.
Setelah puas memfoto Rin yang sedang memeluk boneka dombanya, Ia pun segera memanggil adeknya dengan tanpa muka yang tidak tahu apa apa.
"Hai Rin abang mau kasih kamu cemilan" sapa Akihito dan sikapnya seperti baru masuk dari kamar Rin.
Rin pun terkejut dengan sapaan abangnya yang tiba tiba dah ada di dalam kamarnya dan bertanya ke abangnya "Kapan abang masuk kesini?".
"Abang baru masuk kok. Abang bawain cemilan untukmu" sambil menyodorkan totebag yang ia bawa kepada Rin.
"Tumben bang kasih gw cemilan?" Rin yang heran kenapa Akihito memberinya cemilan. Ia pun membuka tas totebag itu lalu dia pun terkejut saat melihat cemilan yang dibawa abangnya.
"Abang dapat darimana darah ini?" tanya Rin kepada Akihito karena tidak menyangka abangnya memberi satu kantong darah segar untuknya.
"Semalam kau membunuh manusia lagi kan? Jangan berbohong kepada abang" tanya Akihito tanpa menjawab pertanyaan Rin.
"Abang jawab pertanyaan gw dulu baru abang nanya ke gw" Rin yang tidak terima kalau pertanyaannya tidak dijawab.
__ADS_1
"Abang tanya kamu semalam kamu membunuh manusia lagi kan?!" Akihito yang mengeraskan suaranya.
"Iya bang, semalam gw abis bunuh manusia lagi karena lapar. Entah kenapa kemarin aku merasa sangat lapar dan darah yang abang berikan itu kurang mengenyangkan" jawab Rin sambil menunduk ke bawah karena takut dimarahi oleh Akihito.
"Kau tidak berbohong kan?".
"Nggak bang gw gak bohong sumpah suwer deh".
"Hahhh... Yaudah lain kali kalau merasa lapar datang ke kamar aja kakak. Kayaknya kamu harus meminum darah itu 2 kali sehari buat menghilangkan rasa laparmu itu" Akihito yang pasrah dengan keadaan Rin.
"Iya iya nanti Rin akan ke kamar abang kalau merasa belum kenyang" sambil meminum darah yang diberi Akihito tadi.
Saat Rin sedang meminum darah yang diberikan abangnya, Akihito mendatangi meja belajar Rin dan melihat tugas tugas sekolah Rin yang menurutnya sangat memuaskan.
"Tentu saja. Gw kan anak pintar di sekolah" Rin yang langsung membanggakan diri ke Akihito.
"Tapi sayangnya kamu bukan manusia" Akihito yang menyindir Rin karena identitas aslinya.
"Abang mau memuji gw atau menghujat?" Rin yang tidak terima karena Akihito membahas identitasnya sebagai vampir.
"Hahaha abang cuma bercanda kok. Kamu nya aja yang gampang baperan".
"Tapi Rin, entah kenapa abang punya firasat buruk kepadamu mulai besok dan gak tau kapan itu akan selesai" Akihito yang merasa gak enak adeknya kenapa napa.
"Abang jangan berlebihan napa. Tenang aja gw bisa jaga diri kok" jawab Rin sambil tersenyum.
__ADS_1
"Benar juga, abang tidak perlu merasa khawatir karena kamu bisa menjaga diri kamu sendiri. Yaudah abang pergi keluar dulu ya, abang akan pulang nanti sebelum makan malam" dan keluar dari kamar Rin.
"Selamat bersenang senang" Rin yang meneriaki Akihito saat keluar.
Setelah Akihito keluar, Rin juga merasakan firasat yang sama dengan perkataan Akihito.
"Gw juga punya firasat buruk bang untuk ke depannya tapi gw gak mau membeban pikiranmu lagi bang" gumam Rin karena tidak ingin abangnya membantu masalah saat ini.
.
.
.
.
.
Yoo kembali lagi dengan gw(>y<) maaf kalau ini pendek lagi karena waktunya mepet sekali. Tapi sebagai bonusnya gw bakal liatin boneka domba kesayangan Rin O(≧∇≦)O
Lucu gak sih? Ternyata Rin ini punya sisi feminim juga (//plak//dtampol **Rin)
Makasih sudah membaca karya gw sampai saat ini. Oke see you next time 👋🏻👋🏻
__ADS_1