
~"Rin rencana kita hari ini benar benar hancur. Apa kita akan mati hari ini?".~
.
.
.
.
.
"RIN"
"RIN"
"RIN BANGUN!!"
Lalu anak itu pun membuka matanya perlahan-lahan lalu,
"Umm. Ahh abang Bimo tunggu gw bisa jelasin ini!" Rin yang masih setengah sadar dari tidurnya.
"Pfttt. Hahahaha gak biasanya lu kayak gini hahaha emang lu mimpi apaan tadi" Bimo yang menertawai Rin dengan terbahak bahak.
"Si kambing jangan ketawain gw. Lu ngapain bangunin gw segala sih. Gw masih ngantuk tau" gw yang kesal karena gw di tertawai sama Bimo.
"Sekarang dah pulang, lu gak mau pulang apa? Harusnya lu bersyukur tau gak! Lu mau gw biarin lu tidur di sekolah sampe malam?!"
"Hahh iya iya makasih dah bangunin gw" gw yang mengucapkannya dengan sedikit tidak ikhlas lalu mulai memasukkan buku pelajaran ke dalam tas yang tadi sempat dijadikan buat bantal.
"Emang tadi lu mimpi apaan sampai gitu banget?" Bimo yang penasaran dengan mimpi Rin tadi.
"Gw mimpi pas lu ama abang memergoki gw lagi makan malam gw" gw yang jawab dengan ketus karena kesal dengan sikap kepoan Bimo.
"Ohh yang itu. Kenapa lu ngingetin gw ama kejadian pas itu sih? Gw merinding lagi ini"
"Kenapa lu tadi nanya k*mpret!!" gw ngejawab didalam hati karena gak mau cari ribut aja.
"Makanya jadi orang jangan kepoan napa. Yuk kita ke depan gw mau nungguin jemputan gw" dan langsung menggedong tas sekolah gw.
Lalu mereka pun keluar dari kelas dan pergi ke depan gerbang sekolah untuk menunggu jemputannya masing masing. Saat Rin sedang menunggu mobil jemputannya, dia mengingat kembali dengan kejadian tersebut.
Flashback On
Rin pun terkejut dan dia bertanya ke orang tersebut "Ka... Kalian ngapain disini? Kok ada disini?" dan matanya yang berwarna merah pun terbuka lebar di hadapan pria tersebut karena saking terkejutnya.
"Rin rencana kita hari ini benar benar hancur. Apa kita akan mati hari ini?".
"Harusnya abang yang bertanya kepadamu! Kamu ngapain disini tengah malam? Kenapa mulutmu penuh dengan darah? Kenapa ada mayat didekatmu?" pertanyaan Akihito yang beranak sekali.
__ADS_1
"Ahh gw disini karena lagi cari angin segar saja lalu mulutku penuh darah ini karena tadi aku terjatuh dan mayat ini gw gak tau karena mayat ini dah ada pas gw jatuh" sambil memalingkan wajah gw dari tatapannya.
"Jangan berbohong! Tadi abang melihatmu dari tadi. Abang minta kejujuranmu kali ini" dengan tatapan tajam dan dingin kearah Rin.
"Glek" gw yang menelan saliva gw karena merinding melihat abang gw dengan tampang seramnya.
"Gimana kalau jelasinnya di rumah saja? Gak enak kalau jelasinnya disini, gw janji bakal gw ceritain semuanya" sambil membuat muka memelas ke abang gw.
"Hahh baiklah kamu ceritain semua nanti dirumah" lalu menarik tangan adeknya dan pulang ke rumah.
"Kenapa tadi imut sekali. Pingin ku foto tadi tapi tadi aku sedang marah kepadanya" batin Akihito yang tidak tahan melihat wajah Rin yang sedang memelas kepadanya.
"Sepertinya aku dilupakan disini, buktinya gw ditinggalin sendirian disini" gumam Bimo karena dia dilupakan oleh 2 bersaudara tersebut.
...****************...
Saat mereka sampai dirumah, Rin mulai menjelaskan dari awal yang dimana dia mengetahui identitas aslinya hingga kejadian tadi tetapi dia tidak memberitahu tentang alter ego.
"Jadi begitulah kejadiannya. Apa ada yang masih bingung" tanya gw dan berharap tidak bertanya yang aneh aneh.
"Lu jadi vampir apa karena lu digigit kah?" tanya Bimo dengan tampang polosnya.
"Bim, telinga itu dipake bukan buat di pajang, lu denger gak sih gw jelasin panjang lebar hah? Masa lu nanya lagi masalah itu?" gw yang kesal dengan pertanyaan Bimo.
"Yah maaf soalnya gw gak ada pertanyaan sih" jawab Bimo dengan santai.
"Lu kalo gak ada pertanyaan kenapa nanya *nj*ng! Ngajak bergelud di jam segini hah?!" gw langsung teriak karena kebodohan sahabat gw.
"STOP!! Jangan cari kegaduhan di jam segini!" teriakan Akihito yang menghentikan Rin dengan Bimo.
Saat mereka mendengar teriakan Akihito, mereka langsung mematuhinya dan duduk manis di depan Akihito. Mereka takut dengan kemarahan Akihito yang sekarang.
"Bagus tetap posisi seperti itu. Bimo jangan mulai mencari masalah dan Rin, jawab pertanyaan abang!" Tatapan Akihito yang tajam kearah mereka.
"Baik" jawab mereka berdua dengan keras.
"Rin apa maksudmu kalau kamu ini Vampir bangsawan?" tanya Akihito yang masih bingung dengan vampir bangsawan.
"Vampir bangsawan itu merupakan keturunan dari sang leluhur dulu. Perbedaan mereka dengan vampir biasa hanya vampir bangsawan saja yang bisa keluar saat matahari terbit. Lalu kekuatannya juga berbeda dengan vampir biasa dan juga di vampir bangsawan juga dibagi beberapa gelar bangsawan. Makin tinggi gelar bangsawannya, makin tinggi juga kekuatannya" jawab dengan dengan panjang dan jelas.
"Jadi kamu berada di gelar yang mana?"
"Yah aku ini pangeran jadi dah jelas kalau aku berada dibawah raja"
"Hehh ternyata lu seorang pangeran walaupun bukan pangeran manusia sih" Bimo yang asal nyeletuk langsung terdiam dan menunduk kembali karena ditatap oleh Akihito dengan tatapan seram dari olehnya.
"Huhhh baiklah jadi tidak ada yang kau tutupi lagi sekarang?" tanya Akihito buat memastikan tidak ada kebohongan lagi dari Rin.
"Gak ada kok. Udah gw jelasin semuanya dan gak ada gw tutupin lagi" jawab gw sambil tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"Rin apa kau yakin kalau kamu tidak memberi tahu tentangku?" tanya alter ego
"Iya gw yakin makanya diam saja dulu" jawab gw lewat pikiran gw.
"Kalau ketahuan nanti, apa yang akan kau lakukan?"
" Kalau ketahuan, nanti gw bakal menjelaskan lagi kepadanya jadi jangan khawatir dan ikut aja alur permainan gw"
"Baiklah aku akan mengikuti alur permainanmu"
"Sekarang kalian berdua segera tidur nanti pagi malah tidak kebangun dan papa mama bakal curiga dengan kalian berdua" dan berdiri dari tempat duduknya dan pergi ke keluar kamar Rin.
Tetapi saat Akihito keluar dari kamar Rin, dia bertanya satu lagi kepada Rin "Rin apa kamu membutuhkan darah? Lalu apa kau akan membunuh manusia setiap malam? Apa tidak bisa digantikan dengan darah hewan?".
"Iya. Setiap hari gw membutuhkan darah karena itu termasuk makanan gw. Yang kedua gw gak tau pasti gw akan selalu memburu manusia atau tidak karena tergantung situasinya. Dan ketiga gw gak tau karena gw belum pernah mencobanya" jawab gw dan gw juga penasaran dengan rasa dari darah hewan.
"Baiklah mulai besok berhenti membunuh manusia. Kau akan meminum darah hewan besok dan abang akan selalu sedian stock darah hewan untuk kamu setiap hari. Dah abang mau tidur lagi, selamat malam" dan menutup pintu kamar Rin.
"Selamat malam" jawab kami berdua dan kami berdua pun kembali ke kasur masing masing dan melanjutkan tidur kami.
Flashback Off
"Rin, Rin, Rin, Oii sadar jangan ngelamun itu mobil jemputan lu dah datang" Bimo yang membangunkan gw dari lamunan tadi.
"Ehh Ohh iya makasih dah beritahu gw, Bye bye semoga gw besok gak ketemu ama lu lagi" dan segera masuk kedalam mobil jemputan gw.
"Anak k*mpret kalau beneran nanti lu nangis" Bimo yang marah marah karena besok ia akan mati.
"Jangan marah napa gw bercanda doank" lalu mobil jemputan gw pun mulai meninggalkan sekolah dan menuju ke rumah.
Saat mereka tadi sedang menunggu mobil jemputan mereka, mereka tidak sadar kalau mereka sedang diawasi oleh orang yang tidak dikenal.
"Apa kau yakin kalau itu orangnya" tanya orang pertama.
"Iya saya yakin kok! Salah satu dari mereka, pasti ada orang yang kita cari selama ini! Gimana kalau besok kita akan test mereka? Dari situ kita tau yang mana kita cari selama ini" jawab dari orang kedua.
"Baiklah sekarang kita atur dulu strategi kita" dari orang pertama dan mereka pun pergi menghilang dari sana dengan cepat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Yoo kembali lagi dengan gw (・∀・) sebenarnya gw belum selesai PTS sih, tetapi karena hari ini gw beristirahat sejenis dulu gw pun melanjutkan ini cerita dan panjang dari biasanya. Harusnya besok senin gw dah mulai belajar tatap muka tetapi karena masih PTS jadi diundur senin depannya lagi (/^▽^)/ di sekolah gw PTS itu diadakan selama 7 hari dan setiap hari cuma 2 mapel sehari (^.^). Jadi makasih yang telah menunggu seminggu ini ok see you next time 👋🏻👋🏻