
Bimo's POV On
.
.
.
.
.
Ini merupakan kenangan masa lalu gue dengan Rin saat baru pertama kali bertemu di SD. Bimo yang kalian kenal selama ini akan berbeda sekali dengan Bimo yang dulu dan ini semua karena perlakuan Rin yang berbeda dengan untuk gue.
Flashback On
"Ingat ya kata Oma, jangan menjadi anak pendiam dan penakut di sekolah, anak laki laki itu harus berani dan keren di depan teman" ucap Oma kepada Bimo sambil mengelus kepalanya.
"Iya Oma, Bimo akan jadi anak yang berani dan keren di sekolah!" jawab Bimo dengan semangat.
Oma pun tertawa kecil dengan tindakan Bimo dan sangat bersyukur ia mempunyai cucu yang imut seperti Bimo.
"Kalau gitu Bimo pergi dulu ya Oma, Assalamualaikum Oma" dan menyalami Omanya lalu berangkat ke sekolah.
"Hati hati ya Bimo belajar yang rajin untuk kelak nanti menggantikan ayahmu" jawab Oma dari kejauhan.
Di sekolah
__ADS_1
Bimo sangat gugup sekali karena ini pertama kalinya ia masuk di sekolah ini dan belum lagi ia tidak mengenal sama sekali orang yang berada di sini.
Bimo berusaha mencari kelasnya sendiri, saking fokusnya ia mencari letak kelasnya ia tidak sengaja menabrak seseorang dan Bimo sangat merasa takut sekali dengan keadaannya sekarang.
"A... Maafkan Bimo karena tidak melihat jalan" suara Bimo yang meminta maaf kepada orang yang telah ditabraknya dengan suara agak kecil.
"Gak papa kok aku juga salah. Kamu ini anak cowok kenapa suaramu kecil sekali? Non binary kah?" tanya orang tersebut yang telah ditabrak Bimo.
"Tidak! Bimo ini cowok tulen kok Bimo bukan perempuan. Kalau tidak percaya tanya sama orang tua Bimo saja" jawab Bimo dengan kepala yang menunduk.
"Baiklah aku percaya, tapi kalau orang diajak berbicara jangan membuang muka ke bawah, liat muka orang yang sedang berbicara denganmu" balas orang tersebut.
Bimo yang mendengarnya langsung melihat muka yang sedang berbicara dengannya dengan ragu karena ia takut sekali bertemu dengan orang baru.
Saat Bimo melihat orang yang sedang berbicara dengannya, ia melihat anak yang terlihat seumuran dengannya dengan rambut yang hitam mengkilat dan mata yang biru seperti meliha permata yang indah. Bimo sangat takjub sekali melihat orang tersebut hingga dia tidak sadar jika orang tersebut sedang memanggilnya.
"Halo? Maaf kamu kenapa?! Kamu gak kesambet atau sakit kan? Kata Mama gak baik kita melamun" tanya orang tersebut.
"Aku bukan cantik tapi ganteng! Aku ini cowok tulen bukan banci atau non binary seperti kamu" balas orang tersebut karena tidak suka dengan perkataan Bimo.
"Bimo ini cowok tulen tahu, tadi katanya kamu percaya jika aku ini cowok tulen tapi kenapa sekarang kamu bilang Bimo in non binary lagi" protes Bimo.
"Kamu yang mulai duluan, sekarang aku mau nanya ke kamu. Kamu anak kelas satu kan? Kalau gitu namaku Rin panggil saja Rin mungkin kita sekelas nanti" sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Iya Bimo baru sekolah disini dan juga kelas satu kalau gitu namaku..." namun saat Bimo sedang memperkenalkan dirinya diputus oleh omongan Rin.
"Iya aku tau namamu Bimo kan? Daritadi kamu menyebut dirimu Bimo bukan aku" Rin yang tidak peduli menyela perkenalan Bimo.
__ADS_1
"Kamu kok jahat banget sih! Tadi kan Bimo lagi memperkenalkan diri Bimo sendiri" Bimo yang tidak terima sama sekali dengan sikap Rin tadi.
"Apa pedulinya denganku? Aku kan hanya memberi tahumu kalau aku sudah tahu namamu itu dari awal" balas Rin yang masih membela dirinya tetapi setelah itu.
Pl**etak**!
Rin sangat kesakitan di dahinya karena seseorang yang lebih tinggi darinya yang menyentil dahinya Rin.
"Kamu ini tidak boleh begitu sama teman, dia itu temanmu loh jadi harus menjaga sikapnya juga" nasehat orang tersebut yang telah menyentil dahinya Rin.
"Tapi kak Rin gak bers- Akhhh iya iya Rin salah jangan tarik pipi Rin lagi kak" Rin yang terlihat kesakitan karena pipinya ditarik pelan oleh orang tadi.
"Kamu ini dek, kenapa makin kesini kamu makin nakal sih. Maaf ya dek perlakuan Rin terhadapmu oh ya nama kakak Akihito dan Rin ini adek kakak" sapa Akihito kepada Bimo.
"Ah iya kak namaku Bimo panggil aja Bimo" balas Bimo dengan senyuman manis kepada Akihito dan Akihito pun "Aduh kenapa anak ini gak kalah imut juga sih" batin Akihito.
"Yaudah kakak antar kalian berdua ke aula dulu yuk! Kalian harus tahu dahulu kalian di kelas satu berapa" ajak Akihito kepada Rin dan Bimo.
"Umm iya kak" jawab mereka serempak dan memegang tangan Akihito dengan bersebelahan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf ya kemarin gw gak menepati janji gw karena kmrn otak gw sempat ngeblock buat ngelanjutinnya dan alhasih gw harus beristirahat dulu selama liburan sklh dan sekalian mencari referensi sedikit dari novel yang ingin gw baca. Makasih ya yang sudah menunggu karya gw ok see you next time ππ»ππ»