Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 32


__ADS_3

~Bimo yang mendengar pertanyaan tersebut sangat terkejut setelah itu muka Bimo mulai kelihatan agak pucat.


"Gu... Gue bisa disandera karena...."~


.


.


.


.


.


"Gue diculik kayak anak kecil dulu yg dibawa pakai mobil jeep hitam" jawab Bimo dan badannya pun langsung merinding seketika.


"Gue kira di mobil bakal di lec*hin gitu apalagi mata gue ditutup gimana gue gak takut coba" sambil mempraktekkan gaya ketakutannya.


"Kalau sampai itu bener terjadi, gue bahagia banget dengernya" saut Rin dengan penuh senang sebelum sebuah pukulan melayang ke arah kepalanya.


Plakk!


"Tidak boleh begitu dengan sahabatmu, Rin" tegur Eden untuk tidak mengulangi perbuatannya tadi.


"Yah gue kan cuma bercanda Eden" protes Rin.


"Bencadanya itu juga harus ada batasnya, sahabatmu itu hampir celaka kok malah bahagia" tegur Eden kedua kalinya hanya kali ini lebih panjang lagi.


"Eden... Gue senang sekali lu belain gue dari sahabat k*mpret gue yg itu" sambil berlari ke arah Eden dengan tangan terbuka seperti seseorang meminta pelukan.


"Sini-sini, aku memang sifatnya baik, ramah penyayang dan suka menabung tidak seperti yg disana" sambil menyambut pelukan Bimo.


Dan terjadilah pelukan satu sama lain seperti teletobis di film animasi bocah hingga membuat Rin yang melihatmu merinding seketika.


"Kok gue merasa merinding liat lu bedua pelukan kayak gitu" cetus Rin.


"Iri?! Bilang boss" ucap mereka berdua dengan kompak.


"Idih ogah gue iri liat lu pelukan kayak gitu" jawab Rin tetapi tidak dengan mukanya.


Bimo dan Eden langsung saling bertatapan sambil tersenyum seperti saling mengerti apa yang mereka lakukan. Mereka langsung menghampiri Rin dan berpelukan bersama seperti Bimo dan Eden tadi.


"Tunggu! Kenapa ngelakuin ini sih?! Malu dan jijik tau!" Protes Rin.


"Kenapa harus malu? Disini hanya kita bertiga, tidak ada orang lain yang berada disini" jawab Eden dengan nada lembut.


"Bener Rin, kenapa harus jijik? Ini bukan sesuatu hal jorok yang harus membuat diri kita jijik" sambung Bimo dari perkataan Eden.


"Te... Makasih" jawab Rin dengan pelan dan mengeratkan pelukannya karena terharu dengan perkataan mereka.


Mereka bertiga berpelukan agak cukup lama hingga salah satu dari mereka sadar jika mereka masih terjebak di dimensi ini.

__ADS_1


"Sudahan dulu pelukannya sekarang kita harus melakukan sesuatu untuk keluar dari dimensi ini" sambil melepaskan pelukannya.


"Yah tapi gimana caranya kita keluar dari sini Eden?" tanya Rin.


"Yah aku ada dua rencana sih, rencana pertama kita harus memecahkan misteri disini seperti saat ini atau kita harus pergi berkeliling untuk melihat dimensi ini jadi mau pilih yang mana?" sambil mengangkat 2 jarinya.


"Kalau gue mending pilih yang kedua karena lebih berguna aja menurut gue, Bim lu pilih yang mana?" tanya Rin ke Bimo.


"Kalo gue dah pasti pilih yang pertama karena lebih aman, kalau pilih yang kedua bisa-bisa nyawa gue bener-bener melayang" jawabnya dengan badan agak bergetar.


"Dihh itu aja takut. Tenang aja disini ada gue ama Eden jadi santuy aja" jawab Rin dengan enteng.


"Enak banget mulut lu ya! Lama-lama gue ulek juga mulut lu pake terasi biar jadi sambel terasi sekalian" protes Bimo.


"Bagus itu jangan lupa pake lalapan biar lengkap" sambung Rin tanpa menghiraukan wajah kesal Bimo.


"Kenapa kalian berdua jadi ribut seperti ini sih! Sekarang bukannya waktu kita ribut karena hal sepele aja! Kalian mau keluar dari sini tidak!" teriak Eden yang sudah capek melihat Rin dan Bimo selalu ribut setiap saat dengan hal sepele.


Kedua orang yang dimarahin Eden pun langsung terdiam dari keributannya karena takut dengan suara tinggi Eden. Setelah situasinya menjadi tenang, Eden pun langsung melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terhenti.


"Bagus, aku juga lebih memilih pilihan kedua karena lebih berguna untuk situasi sekarang. Bimo kamu tenang saja, aku dan Rin akan menjagamu dari bahaya" penjelasan Eden yang kembali tenang.


Bimo yang mendengar keputusan Eden pun tidak setuju sama sekali, saat ia ingin memprotes keputusan itu. "Tidak ada memprotes keputusan ini! Kalau tidak suka kamu bisa tinggal disini sendirian dan bisa saja disini nyawamu melayang" jawab Eden yang memotong suara protes Bimo.


Seketika Bimo pun tidak jadi memprotes keputusan Eden karena penjelasannya tadi. Bimo sudah merasa takut saat nada suara Eden tadi meninggi.


"Duh si Eden kalo marah serem banget njir, lebih serem dari Rin. Kayaknya selevel ama abang Akihito kalo marah" batin Bimo.


"Ya udah lu jalan duluan Eden" perintah Rin dan Eden pun menurut saja daripada nanti dirinya bakal ribut dengan Rin.


Jadilah Eden yang memimpin jalannya yang disusul dengan Bimo dan Rin, mereka berjalan dengan perintah tadi ke arah timur untuk melihat kondisi disana.


Sementara itu...


"Sepertinya saat ini kita hanya cukup mengawasi pangeran kita saja".


"Iya dan pangeran Eden sangat kelihatan berwibawa sekali dengan raja kita".


"Dan pangeran Rin juga mengingatkanku dengan ratu kita yang suka tidak mau diatur".


"Hahahaha iya benar, lebih baik kita ikutin mereka dari jauh untuk berjaga-jaga jika ada serangan musuh".


Lantas orang tersebut mengikuti Rombongan Eden dari belakang.


Balik ke posisi Eden, Rin dan Bimo


Mereka sudah berjalan lumayan cukup lama, tetapi mereka bertiga tidak menemukan apapun sama sekali. Mereka berjalan seperti dikota tanpa penduduk sama sekali. Terlihat hanya bangunan dan perumahan yang tersusun seperti di bumi.


"Kok gue merasa pernah berada disini ya? Dan juga kenapa tidak ada orang sama sekali disini?" tanya Bimo yang menyadari keanehan ini.


"Iya juga ya, kok gue merasa pernah lewat sini?" tanya Rin yang ikut penasaran juga.

__ADS_1


"Kayaknya aku tahu, bukankah ini jalan menuju ke sekolahan kalian?" jawab Eden.


"Eh iya juga, apakah ini mungkin..." Rin yang juga langsung menyadari tempat mereka berada ini.


"Ya, kita hanya beda dimensi dan sebenarnya kita masih berada di bumi hanya saja kita ada di sisi satunya" jawab Eden yang membenarkan jawaban Rin.


"Tunggu! Maksudnya apa Eden?" tanya Bimo yang masih tidak mengerti dengan penjelasan Eden.


"Dimensi ini menggunakan sistim seperti cermin Bimo, sebenarnya kita masih berada di bumi tetapi kita berada di pantulan gambarnya seperti cermin maka dari itu disini tidak ada sama sekali manusia berada disini" penjelasan Eden yang lebih mudah dimengerti dari penjelasan sebelumnya.


"Oh gue mengerti, bilang kayak tadi donk gak usah berbelit-belit kayak pertama!" jawab Bimo dengan kesal karna penjelasan Eden yang sebelumnya sulit dimengerti olehnya.


"Otakmu saja yang tidak menangkap penjelasanku! Jangan tuduh aku yang penjelasannya berbelit-belit!" jawab Eden dengan teriak karena penjelasannya yang terbelit-belit.


Bimo yang mendapatkan teriakan dari Eden langsung menyembunyikan diri di belakang Rin, Bimo terlihat sangat takut dengan Eden marah.


"Rin kok kepribadian ganda lu serem banget njir, lu pernah dimarahin kayak gini?" tanya Bimo dengan nada pelan yang hanya bisa didengar Rin, mungkin?.


"Dia kalo udah marah emang serem, tapi lu santuy aja dia kalo marah cuma sebentar" jawab Rin dengan santai karena sudah terbiasa mendengar suara Eden marah.


"Daripada kalian berdua menggosipkan aku, lebih baik kita berjalan lagi sekarang atau mungkin kita bisa singgah dulu ke sekolah kalian" ucap Eden dan berjalan lebih dahulu.


Bimo dan Rin yang mendengar itu sangat terkejut karena Eden bisa mendengarkan percakapan mereka padahal jarak mereka dengan Eden cukup jauh.


"Kok dia bisa denger suara kita sih Rin? Kita kan ngomonginnya dengan suara pelan sekali" bisik Bimo ke Rin.


"Elu lupa kalo dia itu juga vampir kayak gue? Tentu saja dengan jarak segini masih bisa dia denger. Vampir itu masih bisa denger suara makhluk hidup atau benda mati dengan jarak 2km" jawab Rin dengan berbisik juga.


"Kenapa lu gak bilang daritadi!" bisik Bimo dengan nada kesal.


"Kan lu baru tanya sekarang juga!" jawab Rin yang tersulut kesal juga.


"Kalian berdua! Lama-lama akan kutinggalkan saja kalian disini!" teriak Eden yang terdengar cukup jauh.


"Oi Bim, ayuk sekarang kita kejar dia! Nanti yang ada malah tambah marah" ucap Rin dan hendak menarik tangan Bimo sambil berlari.


"Eh tunggu dulu!" jawab Bimo namun apa daya tangannya sudah ditarik duluan oleh Rin.


.


.


.


.


.


Hello semua maaf kalau baru up tapi setelah ini akan gue usahain bakal up cepat karena urusan untuk masuk PTN saya sudah selesai O(≧∇≦)O


__ADS_1


Akhirnya gue termasuk 192 ribu yang lolos di UTBK-SBMPTN 2022 dan lolos di pilihan pertama(>y<) mungkin ada yang berpikir jika test di jurusan ini gampang, tapi ternyata tidak sama sekali. Di jurusan yang berbau seni kudu melampirkan portofolio yang berbau seni dengan tema yang disuruh dan gue mengerjakannya sampe seminggu mau penutupan pendaftaran peserta UTBK-SBMPTN 2022. Sekarang gue sedang menunggu hasil verifikasi KIP-K dan tanggungan UKT gue di hari ini pukul 18:00 WIB (・∀・). makasih yang sudah baca karya gue, oke see you next time 👋🏻👋🏻


__ADS_2