Pangeran Vampire

Pangeran Vampire
Bab 1 - Chapter 26


__ADS_3

~"Hooh ternyata ada yang suka ama Rin, dan tidak kusangka ternyata cewek itu" pikir Eden yang mendengar percakapan Annisa dan Lisa.~


.


.


.


.


.


"Dah lama banget gw gak ke rumah lu Rin" Bimo yang senang sekali berkunjung ke rumah Rin.


"Apaan sih lu! Ke rumah gw aja seneng banget. Emang rumah gw tempat wisata apa" Rin yang tidak senang dengan kelakuan Bimo.


"Emang tempat wisata bagi gw Rin" dengan percaya diri.


Rin yang mendengar itu pun langsung memukul punggung Bimo dengan keras.


"Sejak kapan rumah gw jadi tempat wisata hah?!".


"Sejak gw datang ke rumah lu Rin" Bimo yang masih saja santai setelah dipukul Rin tadi.


Setelah itu mereka pun langsung beribut masalah rumah menjadi tempat wisata tetapi sementara itu...


"Kenapa? Kenapa aku bisa satu kelompok dengan Rin dan juga kenapa harus di rumah Rin juga" batin Annisa dengan panik walaupun mukanya hanya menunjukkan wajah datar.


Flashback On

__ADS_1


"Baiklah anak anak, ibu akan memberikan tugas kelompok kali ini. Anggota kelompoknya sudah ibu atur sendiri jadi kalian tenang saja ya".


"Baiklah sekarang yang ibu panggil dengan segera membentuk kelompoknya ya. Pertama ibu akan memanggil..."


Hingga akhirnya...


"Baiklah kelompok lima anggotanya, Rin lalu yang kedua Bimo, yang ketiga Lisa dan terakhir Annisa. Silahkan kalian berkumpul sebagai kelompok".


Annisa yang mendengar siapa anggota kelompoknya langsung terkejut dan mengangkat tangannya karena tidak setuju dengan anggota kelompoknya.


Tetapi penolakan Annisa tersebut ditolak dan ia mau tidak mau akan berkelompok dengan Rin.


"Hah... Kenapa sebanyak orang yang ada di kelas, gw harus satu kelompok dengan mayat hidup itu" batin Annisa.


"Baiklah kita mau kerja kelompok dimana ini? Mau di rumah atau di cafe?" tanya Bimo yang memulaikan pembicaraan mengenai kerja kelompok.


"Gimana di rumah gw aja setelah pulang sekolah? Mumpung di rumah gw sekarang sepi" Rin yang pertama kali mengusulkan tempatnya.


"Gw sih mau aja tapi gw gak tau nih anak" jawab Lisa dengan spontan.


"Annisa lu mau kagak? Kalau kagak kita di cafe aja?" Bimo menanyakan lagi ke Annisa.


"Eh? Gw sih seterah lu pada gw mah ngikut aja" Annisa yang langsung berbicara tanpa sadar sama sekali.


"Ok kita sudah putuskan kerja kelompok di rumah Rin. Tidak ada lagi penolakan kali ini dan rapat kita selesai" dan langsung pergi ke tempat duduknya.


Annisa yang terkejut dengan perkataan Bimo pun hanya bisa terdiam. Ia sangat menyesal dengan keputusannya tadi karena ia tidak sama sekali menyimak dengan benar.


Flashback Off

__ADS_1


Lisa yang melihat rumah Rin pun terkejut karena tidak menyangka jika Rin merupakan orang kaya. Padahal di sekolah Rin hanya berpenampilan sederhana dan tidak menggunakan barang barang mewah.


"Woww Rin aku tidak menyangka jika rumah lu sebesar ini" sambil memberhentikan pertengkaran Rin dengan Bimo.


"Benarkan? Makanya gw bilang ini rumah lebih cocok sebagai tempat wisata daripada tempat tinggal" Bimo yang setuju dengan perkataan Lisa.


"Lama lama gw jahit mulut lu juga" Rin yang sudah habis kesabarannya menghadapi Bimo.


"Udah udah capek gw tunggu lu pada ribut disini. Mending masuk aja napa sih itu aja diributin" Annisa yang sudah kesal dengan kelakuan mereka bertiga.


"Iya sebelum itu gw cuma kasih peringatan ke kalian berdua, jangan masuk ke kamar gw maupun kamar abang gw paham?!" Rin yang memberi peringatan terlebih dahulu kepada Lisa dan Annisa.


"Eh kalo gitu kita kerjainnya dimana?" Lisa yang bertanya kepada Rin.


"Kita kerjanya di ruang tamu saja. Lagian lebih luas ruang tamu daripada kamar gw. Yaudah ayok masuk lu tadi pada minta masuk" ucap Rin dan langsung masuk ke dalam rumahnya terlebih dahulu.


Saat mereka bertiga masuk, Lisa dan Annisa sangat kagum dengan interior rumahnya Rin walaupun itu hanya ruang tamu.


"Ruang tamunya saja sudah secantik ini bagaimana dengan ruang utamanya dan kamar Rin" bisik Lisa ke Annisa.


"Namanya juga holkay jadi begini rumahnya. Lagian lu jangan norak napa Lis" bisik Annisa dengan agak keras supaya terdengar oleh Rin.


"Maaf gw kan cuma kalangan biasa jadi wajarlah. Lagian lu penasaran gak sih ada apa di kamar Rin dan Abangnya?" bisik Lisa untuk membuat Annisa penasaran juga.


Bimo yang mendengar bisikan itu pun langsung bergabung dengan mereka berdua.


"Kalian kalo bergosip jangan dibelakang orangnya. Lu bisa bilang ke depan orangnya kok" bisik Bimo ke Lisa.


Lisa yang mendengar bisikan Bimo pun terkejut dengan perkataan Bimo.

__ADS_1


"Ihh apaan sih Bim, lu mah suka ikut campur urusan orang. Nis yuk ikutin Rin lagi" dan menarik tangan Annisa pergi menjauh dari Bimo.


Bimo yang melihat mereka pergi jauh langsung berpikir "Rin, lebih baik kau hati hati saat ini. Mereka sangat penasaran dengan identitasmu sekarang".


__ADS_2