
" Apa Lo lihat-lihat !" Farah menghampiri Laluna yang masih menatap tajam kearah nya.
" Iisssh....Nenek lampir dasar! Udah dibaekin ngelunjak!" Akhirnya keluar juga jurus lambe turah Laluna.
" Heh! Bocah kecil, ngomong apa Lo?" Bentak Bella
" Boo.."
" Bee.."
Nakula dan Sadewa tiba-tiba berdiri belakang keduanya dan menarik tubuh masing-masing gadis nya.
" Kok lama sih bee ke toilet nya?"
Nakula dan Sadewa menyadari kehadiran Farah dan Bella disana, mereka hanya tidak mau mengindahkan keberadaan mereka.
" Anjirrrrr Lo liat si Nakula?"
" Pake pura-pura gak liat segala...F**k!" Pekik Farah.
Sebelum ke toilet
" Aku mau ke toilet dulu " Laluna beranjak dari kursinya
" Eehh....Tunggu, aku juga " Aurora mengikuti nya
" Kembar dasar..." Langit menggelengkan kepalanya.
Tak lama si pemilik pesta yang adalah anak dari teman orang tua mereka menghampiri.
" Thank bro! Uda nyempetin dateng kesini" Kevin memeluk teman-teman pria nya satu persatu, dan bersalaman dengan Queen tetapi tak bisa lama karena Langit menepis tangannya.
Kevin mengadakan acara pesta perpisahan untuk dirinya dan teman-temannya karena dia akan melanjutkan jenjang pendidikan S3 nya di Amerika.
" Ya elah, dasar bucin!" Kevin tergelak melihat tingkah Langit yang menepis tangannya, sementara Queen tertunduk malu.
Mereka pun terlihat dalam perbincangan seru.
Nakula memberikan kode kepada Sadewa ketika lampu alarm di jam tangan mereka tiba-tiba berkerlip.
" Sorry bro, gue tinggal ke toilet bentar " Nakula berdiri dari duduknya, diikuti oleh Sadewa.
" Dasar kembar!" Langit mendecih
Kembali ke acara pesta
" Tadi ada nenek lampir marah-marah " Jawab Laluna mewakili Aurora.
" Cewek yang tadi Boo ?" Tanya Sadewa
" Hooh ka, dua nenek lampir mengerikan " Lanjut Laluna sekenanya.
" Pantesan lama " Nakula menyentil hidung Aurora pelan.
" Rupanya ketahanan sama nenek lampir " Nakula tergelak.
Selama berlangsungnya acara mereka menikmati suasana dengan bercengkrama bersama, terlebih Kevin sang pemilik pesta dan kekasihnya bergabung bersama mereka.
__ADS_1
" Jadi kalian ini mengikuti jejak ayah dan kakak kalian bergabung di militer?"
" Waaahh keren banget itu!" Lanjut Kevin.
Aurora dan Laluna mengangguk, mereka berdua tak hentinya mengembangkan senyumannya.
" Cocok berarti sama kalian berdua, yang cowok bikinin senjata yang cewek menguji langsung senjata nya " Kevin tergelak.
Mendengar kata senjata, Langit langsung menyambar.
" Stop ngomongin senjata, ilfill gue dengernya " Langit mendengus kesal, dia langsung ingat tentang kesalahpahaman waktu itu.
Seketika semua tertawa terbahak-bahak.
" Kalian sudah dikasih alat apa saja sama bocah-bocah Einstein ini?" Pertanyaan Kevin tertuju kepada kedua gadis kembar dihadapannya.
" Stop Bee, jangan bilang-bilang...Nanti dia minta dibuatin " Pinta Nakula kepada Aurora
" Eeettt... Tutup mulut nya Boo, kecuali cecunguk ini berani bayar mahal baru kita buatin " Ujar Sadewa dengan bangganya.
" Sialan lo berdua!"
Diantara teman-teman satu angkatan nya Nakula dan Sadewa lah yang terlebih dahulu telah menyelesaikan studi hingga jenjang S3 nya ketika mereka semua sedang menyelesaikan studi S1 nya di kampus yang berbeda.
.
Didalam mobil Nakula
" Are you happy Bee...?" Nakula menoleh kearah Aurora, wajah gadis itu semakin hari semakin cantik.
" Aku bahagia kak... Terimakasih " Aurora menatap wajah Nakula. Menurut nya wajah blasteran Nakula mirip artis idolanya Marchel Chandrawinata.
" Gak apa kak, aku seneng kok...Seru ngobrol nya " Aurora tersenyum
" I love you Bee, dari dulu hingga nanti..." Ucap Nakula sambil menatap wajah cantik Aurora, lalu kembali fokus ke arah kemudi.
" Love you too ka..." Seketika wajahnya merona, Aurora tertunduk malu.
Nakula mulai mengarahkan laju mobilnya ke kediaman Galaxy Bima Sakti, hatinya bahagia mendapatkan balasan cinta dari kekasihnya.
Didalam mobil Sadewa.
" Kamu bahagia malam ini Boo ?" Sadewa tersenyum kearah Laluna, dia membantu Laluna menyematkan ujung tali pengaman kursi.
" Aku bahagia sekali kak, tadi itu seru..." Laluna mengembangkan senyumannya
" Maafin temen-temen kakak yah, mereka memang gitu kalo lagi pada ngumpul bareng " Sadewa mulai mengendarai mobil nya memecah keheningan malam ibukota.
" Kak Kevin itu seumuran sama kak Dewa?" Tanyanya penasaran. Ini yang disukai Sadewa dari Laluna, dia ini rasa ingin tahunya cukup tinggi.
" Iya...Kami lahir hanya beda beberapa Minggu saja, cuma pas sekolah kami duluan yang lulus " Sadewa terkekeh.
" Kak Dewa sama kak Kula beneran udah tamatin kuliah S3?
" Dulu banget...Kami ikut program akselerasi beberapa kali, tapi pergaulan kami ya tetap dengan mereka itu "
" Kakak pernah punya pacar?"
__ADS_1
" Loh kok tanya itu? "
" Kenapa? Gak boleh yah kak ?"
" Engga...boleh kok " Kekeh Sadewa
" Kak Dewa sama kak Kula gak pernah punya pacar dari dulu, kita selalu fokus sama belajar..." Sadewa menghela nafasnya, sekilas di melirik Laluna yang masih menatapnya.
" Plus dari kecil kita udah punya someone spesial, sekarang anaknya duduk disamping kakak " Sadewa menyentil hidung Laluna.
" Iihhh...kakak " Wajah Laluna sontak merona
" I love you Boo, since the beginning till the end " Lanjutnya.
" Love you too ka..." Laluna tertunduk malu
Sementara ditempat yang berbeda.
" Siapa sih kedua cewek itu?!" Farah masih kesal dengan kejadian di toilet tadi.
" Gue juga gak pernah liat mereka Far, nanti coba suruh cowok lu buat cari tau " Saran Bella.
" Lo liat tadi kan cara Nakula perlakuin tuh cewek Bel?"
" Iya gue liat, dan itu gak pernah dia lakuin ke orang lain seinget gue "
" Brengsek Nakula....!"
Seketika Farah menangis, dia marah, kesal dan sakit hati serta cemburu. Dari dulu dia selalu berusaha untuk mendekati Nakula dan ingin mendapatkan hati nya tetapi tak pernah dia dapatkan.
Nakula dan Sadewa hanya menganggap mereka sebagai teman biasa, tidak lebih. Mereka juga selalu bersikap baik, tapi kebaikan itu mereka berikan kepada semua orang. Dan ketika mereka menyatakan cintanya kepada Nakula dan Sadewa, secara tiba-tiba sikap mereka berubah kepada Farah dan Bella. Keduanya selalu menghindari dua wanita itu.
Di tempat yang agak jauh Langit dan Queen sedang menikmati kebersamaan nya, mereka memutuskan untuk tidak langsung pulang.
" Sayang...Surat perintah tugas sudah turun, abang akan dikirim ke timur tengah selama satu tahun bersama dengan teman-teman abang " Langit memeluk bahu kekasihnya, sementara Queen melingkarkan tangannya di pinggang Langit.
" Kamu mau kan nunggu Abang pulang?" Lanjutnya.
Gadis itu hanya bisa mengangguk pelan dan menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Langit.
Dengan satu tangan Langit merogoh saku jas nya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam, lalu melepaskan pelukannya dan mengubah posisi nya. Saat ini dia berada dihadapan Queen dan mendekatkan keningnya sambil membuka kotak kecil itu.
" Anggap ini sebagai pengikat hubungan kita sebelum nanti Abang pulang dan melamar mu " Langit menyemangati cincin emas putih dijari manis Queen, lalu mencium nya.
" Love you sayang..." Langit memeluk tubuh Queen erat.
" Love you too abang..."
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗