
Tepat jam 12 malam Handphone Aurora dan Laluna terus berdering hingga membangunkan keduanya.
" Aaahhh....Siapa sih yang nelpon malem-malem begini??! " Aurora mendengus kesal, gadis itu menggulingkan tubuhnya ke sisi kiri dan kanan tempat tidur nya.
" Iiihhhh...Kesel deh!! Telpon orang jam segini!!" Laluna beranjak duduk dari tidurnya.
Mereka meraih handphone nya dan mematikan nya seketika tanpa melihat identitas si penelepon lalu kembali melanjutkan mimpinya masing-masing.
Tok...tok...tok...
Tok...tok....tok...
Dengan serempak dari kamar nya masing-masing.
" Aaaaaaahhh....!!!! Siapa sih? Ganggu banget malam-malam gini?!"
Tetapi tidak ada seorangpun yang berbicara dari balik pintu sana, yang ada malah ketukan itu semakin terdengar.
Tok...tok... tok...
Tok...tok...tok...
Aurora dan Laluna memutuskan untuk membuka pintu kamarnya, dengan mata masih mengantuk dan langkah gontai mereka memaksakan diri untuk berjalan ke arah pintu kamar.
Ceklek...
" Surprise...!!!! Happy Birthday sayang...." Mami Axel ditemani oleh papi Galaxy juga Abang Langit plus Queen dan juga dua pria jangkung yang berwajah sama dibelakang mereka memberikan kejutan ulang tahun untuk keduanya.
Bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober Aurora dan Laluna lahir ke bumi 21 tahun yang lalu.
Tadinya Aurora dan Laluna sudah akan marah saat membuka pintu, tapi kehadiran mereka membuat mereka lupa akan kemarahan nya itu.
" Ayo tiup lilin nya " Pinta mami Axel
" Berdoa dulu sayang..." Papi Galaxy mengingat kan
Lalu Aurora dan Laluna memejamkan matanya sambil merapalkan doa-doa dalam hatinya lalu membuka matanya kembali dan meniup lilin yang ada diatas kue tart ulang tahun berbentuk lambang W yang diambil dari karakter film Wonder Woman favorit mereka.
" Yeeee...." Queen bertepuk tangan setelah semua lilin padam sempurna karena berhasil ditiup oleh kedua sahabat kembarnya.
" Selamat ulang tahun yah sayang " Mami dan papi memberikan ciuman di kening dan pipi keduanya secara bergantian lalu memberikan sebuah kado istimewa berupa mobil baru yang akan menggantikan mobil lamanya yang sebenarnya milik sang mami.
Berikut nya giliran sang kakak, abang Langit kesayangan untuk memberikan kado istimewa untuk keduanya. Langit memberikan masing-masing sepasang sepatu sudah lama mereka idamkan, sepatu hiking dari aparel terkenal buatan Indonesia.
__ADS_1
( Quiz : Merk sepatu apakah itu ?? )
Tiba giliran Queen, sang sahabat tak pernah melupakan hadiah ulang tahun untuk sahabat terbaiknya sepanjang masa. Queen memberikan masing-masing sebuah tas ransel yang juga dari aparel yang sama.
" Happy birthday girls...Loph,loph pokoknya buat kalian berdua..." Queen memeluk ke-dua nya bersamaan.
Terakhir hadiah yang sebenarnya paling ditunggu-tunggu oleh kedua orang gadis tomboy ini, hadiah dari dua orang pria yang tak kenal lelah untuk mengejar cinta mereka Nakula dan Sadewa.
Setelah sebelumnya mereka memberikan masing-masing sebuah jam tangan pintar, kini apalagi yang mereka buat untuk Aurora dan Laluna?
Nakula dan Sadewa secara hampir bersamaan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah maroon dari dalam saku jaketnya, lalu membuka nya dihadapan kedua gadis pujaan hatinya.
Didalamnya masing-masing ada sebuah cincin berbahan titanium dengan titik-titik merah yang terus berkedip ditengahnya.
" Aurora...Mau yah menerima cintanya kakak?" Pinta Nakula.
" Laluna...Mau yah menerima cintanya kakak?" Pinta Sadewa.
Sontak kedua gadis itu menatap sang ayah dan abangnya.
Flashback on
Meminta restu dari om Jendral masih terhitung lebih mudah dibandingkan dengan meminta restu dari Abang kedua gadis pujaan Nakula dan Sadewa.
" Ngit...Gue sayang banget sama adek lu, Please ijinin gue jadi pacar Aurora " Pinta Nakula, sudah beberapa hari ini Nakula dan Sadewa menyambangi Langit di kantornya.
" Gue janji Ngit, bakal jagain adek lu dengan segenap jiwa raga gue..." Sambung Sadewa.
" Gak salah mau jagain? Gak kebalik tuh?" Ujar Langit ketus
Langit masih meragukan keseriusan dari dua orang sahabat nya ini, meski dia tahu mereka bukan pria brengsek yang mudah didekati dan suka menebar cinta dan janji-janji palsu tapi Langit masih sangsi masalah nya kedua sahabatnya ini banyak digandrungi para gadis.
Bagaimana perasaan adik-adik nya nanti pikirnya.
" Kita janji buat saling menjaga Ngit, meski gue akui adek lu itu tangguh..Tapi kita punya cara tersendiri untuk menyayangi mereka " Lagi Sadewa mencoba untuk meyakinkan sang calon kakak ipar.
" Apa?? Dengan memanjakan mereka? Gitu yang dinamakan dengan cara tersendiri untuk menyayangi?" Langit menatap kedua nya tajam.
" Itu kita akui kita yang salah Ngit, pan waktu itu kita lagi pedekate...heheh " Nakula memperlihatkan deretan gigi ginsulnya, lalu mengacungkan dua buah jarinya.
"Yang jelas kita gak bakalan bisa hidup tanpa adek-adek Lo Ngit..." Sadewa memelas
" Tapi ada syaratnya..." Ucap Langit. Dan dia akan sangat menyesali kata-katanya ini.
__ADS_1
Tanpa sempat menyebutkan apa saja persyaratannya, kedua pria berwajah sama itu langsung memeluk sang sahabat yang sudah akan menjadi kakak iparnya itu.
" Gue belom selesai ngomong bego!!" Langit mendengar kesal.
" Apapun persyaratan nya kita oke kok Ngit, thanks ya bro..."
Saking bahagianya, semua persyaratan Langit langsung mereka terima dan mereka setujui. Yang penting mereka sudah mengantongi ijinnya pikir mereka.
Flashback off
Kedua gadis itu tidak melihat sedikitpun penolakan dari orang-orang yang dihormati nya. Seketika senyuman mengembang dibibir mereka.
Hampir bersamaan mereka menjawab...
" Iya ka...Aku bersedia "
Lalu kedua pria itu menyematkan cincin tersebut di jari manis masing-masing gadis pujaannya, sambil menjelaskan cincin apa itu sebenarnya.
" Hampir sama dengan jam tangannya yah ka ?" Laluna terus memerhatikan titik-titik di cincin nya.
" Lebih spesifik lagi Na, perubahan detak jantung aja udah bikin warna lampu nya berubah seketika disini " Sadewa menunjukkan sesuatu melalui layar handphone nya.
Axel mengajak sang suami untuk kembali ke peraduannya, membiarkan anak-anak mereka dengan aktivitas nya. Toh hanya setahun sekali mereka membiarkan anak-anaknya bergadang hingga pagi diluar kedinasannya.
Dan mereka pun sangat percaya bahwa mereka sangat bisa menjada diri mereka sendiri.
" Gak kerasa yah pih....Mereka udah pada dewasa " Axel membenamkan wajahnya didada bidang suaminya.
" Hemmmhh...Serasa baru kemarin papi menggendong mereka, menyuapi mereka, memandikan mereka..." Galaxy mengelus rambut sang istri. Dia baru menyadari sudah ada helaian rambut putih disana.
" Makasih mih...Udah mendampingi papi selama ini, menjadi istri dan ibu yang baik untuk kami..." Galaxy memeluk istrinya lalu mencium puncak kepala wanita yang selama ini selalu setia mendampingi nya dalam suka maupun duka.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗😘
__ADS_1