Para Penakluk Bima Sakti

Para Penakluk Bima Sakti
Misi Petir


__ADS_3

“Temukan segera penembak itu!” Pekik galaxy setelah dirinya menerima kabar dari salah satu komandan kepolisian yang mengabarkan tentang situasi yang terjadi hingga menimbulkan jatuhnya korban kepada Antoni.


“ Ini yang dikirim oleh Mayor Guruh dan Mayor Guntur saat kejadian sedang berlangsung pak!” Antoni memperlihatkan sebuah tayangan video yang dikirim oleh kedua adik kembar Galaxy melalui ponsel khususnya tersebut.


Sayangnya gambar orang yang terlihat mencurigakan tersebut hanya terlihat bagian punggungnya saja, galaxy pun meminta kepada Antoni untuk mengirimkan gambar tersebut kepada tim cybermatika nya juga kepada Nakula dan Sadewa.


“Sebaiknya kamu ke rumah sakit Xy, anakmu membutuhkan mu disana” Ucap Arjuna yang di setujui langsung oleh Antoni.


Di lokasi yang berbeda.


“Bangsadddd!!!” Pekik Sadewa setelah Langit memberitahunya kabar buruk yang telah menimpa Laluna.


“Cepat selesein alat itu Wa, kita udah gak punya banyak waktu” Pinta Langit, lalu meninggalkan keduanya untuk menuju rumah sakit.


“Gus tunggu disana dengan alat itu!” Lanjut Langit, teriakannya terdengar hingga ke luar laboratorium.


“Tenang Wa, kendaliin diri lo…” Nakula mencoba untuk menenangkan saudara kembarnya dengan mengusap punggungnya.


“Om Antoni udah ngirim video pelaku penembakan, dia minta kita buat analisa foto pelakunya” Lanjutnya, lalu menyodorkan ponsel khususnya kepada Sadewa.


Jika bisa memilih, saat ini Sadewa memilih untuk ikut bersama dengan Langit menuju rumah sakit dimana Laluna berada saat ini. Tetapi nalurinya mengatakan dia harus membantu saudara kembarnya Nakula untuk menyelesaikan alat yang akan dipakai oleh langit dan para om nya dalam projek rahasia mereka.


Toh dengan itu dia bisa membantu untuk mempercepat ditemukannya pelaku penunggang dari kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di hampir setiap kota besar tiap harinya.


Apalagi saat ini dia sudah menemukan motivasi besar untuk membuat alat tersebut menjadi lebih canggih lagi, ya…Demi Laluna dan demi para korban yang telah berjatuhan.


“Gimana gue bisa sabar La, Boo pasti lagi ngerasain sakit disana” Sadewa mengusap wajahnya kasar.


“Makanya kendaliin diri lo biar kita bisa lebih cepet lagi selesein ini buat si Langit, dengan itu lo bisa anterin kesana sementara gue ngawasin semuanya dari sini” Ujar Nakula, lalu menepuk pundak Sadewa.


Nakula juga yakin saat ini Aurora tengah berada di rumah sakit, gadis itu dikabarkan terluka akibat menahan dorongan dari para pemuda disana. Dia juga terluka karena telah berusaha untuk menolong Laluna agar tidak terinjak-injak disana.


“Sabar Bee..Sebentar lagi” Batin Nakula.


Di rumah sakit Axel sudah berada disana dengan para ajudan, menunggu Laluna yang masih berada di ruang operasi dan Aurora di ruangan gawat darurat saat Galaxy tiba disusul dengan Langit anak sulungnya.

__ADS_1


“Bagaimana kondisi mereka sayang?” Galaxy memeluk sang istri, saat wanita itu berhambur kedalam pelukannya.


“Luna masih didalam pih, Aura masih di ditangani dokter di UGD” Isak Axel.


Sebagai seorang ibu dari keluarga yang kesemuanya adalah anggota militer, dirinya harus sudah siap menghadapi hal paling buruk sekalipun yang menimpa suami dan anak-anaknya. Seperti halnya yang terjadi saat ini kepada kedua putri kesayangannya.


Langit mencium punggung tangan keduanya setelah dia melakukan penghormatan kepada sang ayah dan para ajudannya setibanya dirinya di rumah sakit.


“Abang dari mana aja?” Tanya Axel.


“Abang sedang menyelesaikan tugas abang mih, abang buru-buru kesini tadi pake motor” Jawab Langit, tanpa ingin membuat sang ibu lebih khawatir lagi.


“Cari penembaknya bang, abang harus temukan siapa pelakunya” Isak Axel, lalu berpindah kedalam pelukan sang anak.


“Abang pasti akan temukan siapa orangnya mih, tenang aja” Ucap Langit sambil mengelus punggung sang ibunda tercinta.


Satu jam setelah mereka berkumpul disana, dua orang dokter menghampiri mereka untuk memberikan kabar terbaru dari Aurora dan Laluna.


Aurora diharuskan untuk beristirahat karena mengalami keretakan di tulang lengan dan kakinya, beruntung tidak ada cedera serius di kepalanya. Sedangkan Laluna saat ini masih dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat obat bius selama operasi, tetapi untungnya peluru yang bersarang di pundaknya telah berhasil dikeluarkan.


Galaxy terpaksa meninggalkan mereka terlebih dulu untuk segera kembali ke markas komando, sementara Langit memutuskan untuk menunggu kedatangan Sadewa sebelum dirinya pun meninggalkan sang ibu beserta kedua adiknya di rumah sakit.


“Thanks Wa, gue cabut!” Ucap Langit sesaat setelah Sadewa memberikan satu kotak berisi jam tangan dan sepasang earphone didalamnya. Dia pun berpamitan kepada sang mami juga kedua adiknya untuk meneruskan kembali tugasnya.


Sementara Sadewa berbincang dengan Laluna, Aurora terlihat tengah berbincang bersama dengan Nakula melalui sambungan videonya.


“Am sorry am late boo…” Bisik Sadewa, Laluna hanya tersenyum mendengar ucapan Sadewa. Gadis itu masih merasakan pusing yang hebat di kepalanya, juga nyeri di punggungnya.


“Kak Kula emangnya lagi ngapain? Kok gak ikut bareng kak Dewa?” Cicit Aurora.


“Kakak sedang menyelesaikan sesuatu bee, tapi kakak akan segera menyusul kesana oke” Jawab Nakula.


Kembali ke markas komando.


Langit telah menerima tugas langsung dari Galaxy, dia memimpin tim Alpha untuk mencari tersangka pelaku penembakan pada peristiwa kerusuhan yang belum lama ini terjadi.

__ADS_1


Langit akan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh kedua pamannya yang saat ini entah sedang berada di mana, dia juga harus menyerahkan paket pemberian Nakula dan Sadewa untuk mereka. Dengan demikian komunikasi yang akan terjalin diantara mereka nantinya akan berada di jalur komunikasi khusus, dan hanya mereka saja yang mengetahuinya.


“Pastikan mulai saat ini tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan kalian kecuali kami” Titah Galaxy saat mengakhiri pemaparan tugasnya.


Nakula melihat titik merah yang mulai aktif di layar monitornya, itu artinya saat ini Langit telah mengaktifkan alat tersebut. Dia masih harus menyelesaikan dua alat untuk dirinya dan Sadewa serta untuk galaxy dan Antoni.


“Huuffhhttt…” Keluh Nakula sambil mengusap keringat di keningnya.


“Butuh bantuan nak?” Arjuna berjalan mendekati salah satu putranya.


“Papa?! Apa yang sedang papa lakukan disini? Bukannya papa…”


“Papa sudah menyelesaikan pekerjaan papa” Arjuna tersenyum


“Papa yakin anak papa ini lagi butuh bantuan makanya papa pulang” Lanjutnya, lalu bergabung bersama dengan Nakula di meja kerjanya.


“Banget pah! Makasih…” Nakula berdiri dan memeluk sang ayah.


Nakula bersyukur karena sang papa datang diwaktu yang tepat, dia mempunyai semangat baru untuk meneruskan kembali pekerjaannya bersama dengan sang papa sementara Sadewa masih harus menemani Laluna karena Axel masih harus mengurusi administrasi rumah sakit.


Galaxy meminta pihak rumah sakit untuk memindahkan kedua anaknya ke kediamannya, dia tidak ingin keluarganya menjadi incaran para penjahat jika Aurora dan Laluna masih disana.


“ Oke nak, mari kita mulai…”


.


.


.


To be continued


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2