
" Lo udah denger kabar terbaru dari cewek lo Wa ?" Nakula memasuki kamar saudara kembarnya.
" Tentang kepulangan si harimau penjaga yang over protektif itu?" Ujar Sadewa santai
" Iya... Gimana dong? Dia ngajakin kita ketemuan, kayaknya urgent gitu tadi bilangnya " Nakula mengerutkan keningnya
" Ya elah...Santai aja kali, toh kita juga gak ngapa-ngapain adek-adek nya "
" Iye...Cuma maenan senjata doang kan? Mereka juga seneng keliatan nya "
Siang itu Langit mengajak mereka untuk bertemu dengannya di cafe tak jauh dari kampus Aurora dan Laluna.
" Ngapain sih Lo pada pake ngajak adek-adek gue maenan senjata segala? Bikin salah paham semalam tau!" Terlihat dengan jelas raut wajah kesalnya Langit, dia masih mengingat kejadian semalam.
" Abisnya adek-adek Lo sukanya yang begituan Ngit, kalo sukanya nonton ke bioskop kita ngajakin nya kesana " Nakula menjawab seakan hal itu sudah menjadi hal biasa bagi mereka.
" Maksud Lo?" Langit semakin penasaran.
" Maksud si Nakula itu, dulu juga kita pernah ngajak maen mereka ke mall sama ke bioskop tapi mereka malah ngambek Ngit, gak suka katanya " Sadewa mencoba untuk memperjelas perkataan saudara kembarnya.
" Kalo itu gue tau, maksud gue emangnya sesering apa kalian ngajakin mereka maenan kayak gitu?" Langit menatap tajam kearah dua orang sahabat yang tak dirindukan nya itu.
" Itu...Ehehehe..." Nakula mengusap tengkuknya, dia terkekeh pelan.
" Lo jangan macem-macem sama mereka yah! Jangan sampe mereka ....Ato jangan-jangan" Langit membulatkan matanya.
" Itu bahaya tau!! Gimana kalo mereka celaka hah?!" Seakan Langit tahu apa yang dilakukan kedua mahluk astral yang ada dihadapannya ini.
" Mereka kegirangan pas ngetes bazoka nya Ngit, sampe loncat-loncat gitu saking senangnya " Sadewa memperlihatkan deretan gigi ginsulnya diikuti oleh Nakula.
" Ya Tuhan! Kalian ini bener-bener yah! Dikasih hati malah minta jantung " Langit mengebrak meja dan menunjuk Nakula dan Sadewa.
" Kayaknya gue salah udah nitipin mereka sama kalian !" Langit meninggalkan mereka berdua disana
Lama-lama disini gue bisa gila!
"Ngit wooii...Yaela, dia malah pergi " Nakula mengejarnya.
" Minggu ini kita mau ke Puncak, Lo ikut yah?" Nakula berhasil mengejar Langit dan menepuk bahunya.
" Gak..! Gak bakalan gue ijinin " Langit menghempaskan tangan Nakula yang masih bertengger di bahunya.
" Yaa...Jangan gitu dong Ngit, ntar mereka sedih soalnya kita udah janji mau nemenin mereka kesana " Sadewa mencoba membujuk sang calon kakak ipar
__ADS_1
" Jadi maksud lo, mereka yang minta?"
Kedua sahabatnya yang berwajah sama itu menganggukan kepalanya dengan antusias.
" Kalian jangan keterlaluan memanjakan mereka kayak gitu!" Langit menaiki motor besarnya dan menyala kan mesin nya.
" Kita jemput Minggu pagi kesana yah! Ajak Queen sekalian!!" Teriak Nakula. Sementara Langit melajukan motornya tanpa menghiraukan perkataan Nakula.
" Ngambek dia kan tuh wa..." Nakula menyenderkan tangannya dipundak Sadewa
" Kayak yang gak paham dia aja, Galak sih galak tapi hatinya selembut kain sutra apalagi sama adek-adek nya itu " Keduanya tergelak
Seperti yang telah mereka janjikan, Minggu dini hari Nakula dan Sadewa akan menjemput para gadis pujaan hatinya sekalian dengan harimau jantan dan betinanya untuk menghabiskan akhir pekan nya bersama ke Puncak untuk menikmati pemandangan dari udara.
" Lo gak bakalan barengan sama kita Ngit?" Nakula bertanya sambil memasukan ransel milik Langit dan ketiga gadis yang akan ikut bersama mereka.
" Gak! Gak sudi gue satu mobil bareng Lo pada, bisa ikutan gila gue ntar " Langit memutuskan untuk pergi bersama Queen menggunakan sepeda motor gede nya.
" Dih babang Langit galak gitu, ntar gue bilangin Queen loh! " Nakula sengaja mengeraskan suara nya.
" Ssstttt!!! Gak usah kenceng-kenceng ngomong nya bego! Ntar dia denger !"
" Kenapa??!" Sang harimau betina secara ajaib sudah berada dibelakang Langit, bersiap-siap untuk menaiki motornya.
" Engga sayang...Itu si Nakula ngajakin kita makan jagung bakar sekalian ntar pulangnya " Langit membalikkan tubuhnya dan memakaikan helm pada gadisnya itu.
" Duluan yah kak Nakula, ntar kita tunggu disana " Ujar Queen, gadis itu membenahi posisi duduk nya lalu memeluk pria di depannya.
Boleh juga kalo naek motor gitu...Next kita naik motor yah sayang mainnya...hihi
Setelah menerima wejangan dari pasangan calon mertuanya, mereka pun pergi menyusul Langit menuju Puncak.
Sesampainya di lokasi, beberapa orang pengawal ditemani dengan instruktur profesional serta Langit dan Queen yang sudah sampai lebih dulu sudah menunggu kedatangan mereka. Dan setelah rehat sejenak dari lelahnya perjalanan, para Instruktur pun mulai memberikan arahan-arahan secara detil kepada Nakula dan Sadewa beserta sahabat-sahabatnya.
Mulai dari savety procedure, cara untuk menerbangkan gantole dan bagaimana cara untuk mendarat nanti.
Dikarenakan ini adalah kali pertama para gadis untuk melakukan penerbangan, maka mereka akan didampingi oleh para instruktur untuk terbang melayang bersama mereka di udara. Dan meski para pria sudah mengantongi ijin sertifikat terbang, tapi untuk tendem mereka belum disarankan untuk melakukan nya.
Seperti biasa, ke posesif-an Langit sempat membuat peluncuran tertunda.
" Nanti gimana kalo ada apa-apa sama mereka wa?!"
" Ngit, mereka itu instruktur profesional...Lo tenang aja " Sadewa mencoba untuk meyakinkan
__ADS_1
" Tapi...."
" Nih...liat " Akhirnya Sadewa memutuskan untuk memperlihatkan sesuatu dilayar handphone nya.
" Ini apa maksud nya?"
" Titik-titik ini menandakan keberadaan gue, Nakula sama para gadis " Sadewa menunjuk satu persatu titik yang ada di layar handphone nya
" Jadi Lo gak usah khawatir" Lanjutnya
" Ini darimana asalnya?!"
" Jam tangan yang mereka kenakan Ngit, kita kan gak tiap hari sama mereka jadi kita putusin buat bikin ini, kalo ada apa-apa kan gampang jadinya " Sadewa memperlihatkan jam tangan yang dipakainya.
Pinter juga di kunyuk satu ini, gak salah emang gue nitipin adek-adek gue sama mereka meski kadang mereka itu menyebalkan sekali...
" Wuhuuuuuu....!!!" Pekik Aurora ketika dia meluncur bersama dengan salah seorang instruktur.
" Yeaaaayyyyy....Gue terbang kayak Superman!!" Pekik Laluna ketika dia sudah melayang diudara.
" Whooooaaa... Awesome!!!" Pekik Queen saat dia dan sang instruktur meliuk-liuk diudara.
Sementara para pria benar-benar menikmati keindahan alam dari atas cakrawala.
*Tuhan...Betapa agung ciptaan Mu ini...Langit
Dear Lord...Its a true beauty....Nakula
God ...Its a masterpiece...Sadewa*
Tak lupa mereka merekam semua adegan selama mereka melayang di udara untuk mereka pertontonkan bersama dengan keluarga mereka di rumah nanti.
Sementara di daratan para pengawal merasa takjub sekaligus cemas level dewa melihat para majikan kecilnya melayang di udara, berbagai pikiran baik sekaligus jelek menghantui mereka.
Semoga mereka aman dan selamat sampai mendarat nanti ..
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗