
Jika Langit memenuhi panggilan tugasnya di Timur tengah, maka Aurora dan Laluna mulai menjalani pendidikan wajib militer nya sebelum mereka nanti resmi menjadi KOWAD.
( Cerita keberangkatan Langit ada di Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah ya )
Tiga hari sebelum Aurora dan Laluna masuk asrama KOWAD.
Nakula dan Aurora
" Jadi dua hari lagi kamu udah harus disana yah Bee..?" Nakula menatap wajah cantik Aurora.
" Iya ka..." Seketika senyum nya mengembang. Aurora bahagia akhirnya cita-citanya untuk bergabung di angkatan darat tercapai.
" Kak Kula gak boleh nakal lho selama aku disana, gak boleh maen sembarangan, gak boleh lirik-lirik cewek.... Apalagi yah...?"
" Kak Kula cuma sayang sama Bee kok, gak mungkin lirik-lirik cewek laen " Kekeh Nakula. Menurutnya lucu juga ketika Aurora melarangnya untuk ini dan itu.
" Nah terus selama aku disana kak Kula ngapain?" Aurora mengerutkan keningnya
" Kak Kula sama kak Dewa bakal sibuk di kantor bareng ayah sama bunda seperti biasanya..."
" Paling cewek yang bakal kak Kula lirik itu bi Inah, soalnya gak mungkin kak Kula gak lirik dia...Gimana ntar kalo kak Kula laper coba ?" Nakula menggoda Aurora nya, gadis itu mencubit lengan Nakula saking gemesnya.
" Awww....Sakit sayang " Mengelus lengannya.
" Abisnya....Diajakin ngomong serius juga " Aurora memajukan bibirnya.
Duuuhhh tuh bibir ....Kalo udah sah gak bakalan gue biarin monyong gitu....Sabar.... Sabar.....
" Monyong gitu bibirnya udah pengen dicium yah ?" Goda nya lagi..
Sontak Aurora menutup bibirnya dengan kedua tangannya, lalu menggerakkan kepalanya.
" Makanya gak boleh dibikin monyong bibirnya, ntar kak Kula khilaf gimana coba ?" Nakula tergelak.
" Kak Kula akan selalu menunggu mu Bee..." Nakula mengelus rambut Aurora nya, dan menarik pundaknya kedalam pelukannya.
Malam ini langit terlihat begitu indah, dengan bintang bertaburan dan sinar rembulan yang menyinari gelapnya malam.
Sadewa dan Laluna
" Pokoknya kak Dewa harus telepon aku pas jam istirahat selesai makan siang sama sebelum tidur juga, kalo pagi chat aku aja takutnya aku lagi apel pagi..."
Sudah sejak entah kapan gadis ini terus saja mencecar Sadewa dengan berbagai aturan wajib yang dia susun secara tiba-tiba, tetapi pria jangkung itu terlihat sangat menikmati kecerewetan kekasihnya itu. Bahkan senyumannya terus saja terukir diwajahnya.
Hedeeehhhh tuh bibir...Kalo udah sah gue cip*k tuh pasti biar brenti ngomong nya...
__ADS_1
" Kak Dewa! Kok cuma senyam senyum aja dari tadi....Kak Dewa dengerin aku ngomong gak sih ?" Laluna mengibaskan tangannya di depan wajah Sadewa.
" Denger kok Boo " Tetap dalam mode senyum menawan hati nya.
" Apa coba tadi yang aku bilang ?"
" Kak Dewa akan selalu menunggu mu Boo, kamu jangan khawatir yah sayang..." Dewa mengacak rambut Laluna nya.
" Iiihhh...Kak Dewa mah gitu..." Laluna merona.
" Kamu fokus disana Boo, raih cita-cita kamu setinggi langit....Nah nanti di langit sana kak Dewa akan menyambut mu sayang..." Sadewa menggenggam erat tangan Laluna dan menatap dalam netra indah milik gadisnya itu.
" Kan wamil aku lama loh kak, tiga tahun..." Laluna menundukkan wajahnya.
" Tiga tahun bentar Boo...Bahkan bazoka yang kita coba waktu itu butuh waktu lebih lama lagi buat nyempurnain nya " Kekeh Dewa.
" Iya gitu...?" Seketika mengangkat wajahnya.
" I love you Boo..." Dewa menarik gadis nya kedalam pelukannya.
Sadewa menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan sang gadis.
" Udah malem kak....Kita pulang yuk " Ajak Laluna.
" Oke bentar..." Sadewa beranjak dari duduknya dan menghampiri Nakula dan Aurora yang sedang asik berbincang sambil menikmati jagung bakarnya di dekat tungku pembakaran tak jauh dari tempat duduknya bersama Laluna.
" Oke..."
Jarum jam hampir menunjukkan pukul 9 malam saat kedua pasangan itu tiba di kediaman para gadisnya, mereka memacu laju motornya dengan kecepatan sedang dari lokasi mereka sebelumnya yakni Puncak.
" Om sama Tante kayaknya udah tidur, titip salam buat mereka yah...Lusa kami kemari lagi " Nakula dan Sadewa bersiap untuk melajukan kembali sepeda motor sport kesayangan keduanya
"Oke kak... Makasih yah
.
.
Keesokan harinya
Pagi setelah sarapan Nakula dan Sadewa sudah berkutat dengan aktivitas mereka di lab pribadi mereka di kediaman nya.
" Mereka pasti bakal ganti jam tangan Wa, dan kalungnya pasti gak boleh dipake selama mereka berada di sana "
" Kita tanam chip ini aja di jam tangan mereka nanti La " Sadewa memperlihatkan sebuah microchip yang baru saja selesai dia sempurna kan.
__ADS_1
" Gimana caranya naro chipnya ntar?"
"Kita bisa minta mereka buat naro chip ini di jam tangan mereka nanti, mereka pasti bisa " Sadewa masukan chip tersebut kedalam kotak plastik pipih kecil yang ada diatas mejanya.
" Bongkar pasang pistol aja mereka udah mahir, apalagi cuma pasang beginian kan ?" Lanjutnya.
Sementara dikediaman Aurora dan Laluna
Kedua gadis itu tengah memilah perlengkapan apa saja yang harus mereka bawa ke asrama.
" Seperlunya aja sayang " Axel membantu keduanya saat mereka terlihat bingung di depan tumpukan baju-baju yang sudah mereka keluarkan dari dalam lemari pakaian mereka masing-masing.
" Nanti disana kalian gak bakalan butuh ini " Axel memisahkan kembali pakaian-pakaian yang sekiranya tidak akan mereka kenakan disana.
" Dikit banget mih jadinya " Laluna memasukkan pakaian yang sudah dipilihkan oleh sang mami kedalam tas carier nya.
" Kan disana nanti kalian juga dikasih baju.."
" Seragam kan mih ?" Aurora menggaruk kepalanya
" Memang kalian akan pake seragam setiap saat sayang, tidur pun kalian hanya boleh pake baju yang sudah mereka persiapkan nanti "
" Kalian nanti hanya boleh tidur dengan baju yang sudah ditentukan disana sayang " Galaxy memasuki kamar.
" Kenapa begitu pih ?" Laluna mengalihkan perhatian kepada papinya.
" Kalian harus selalu siap dalam segala situasi dan kondisi, bahkan ketika kalian tertidur " Lanjutnya.
" Coba bayangkan kalau kalian tidur dengan memakai daster, terus ada musuh tiba-tiba menyerang... Bagaimana kalian bisa menghadapi musuh jika kalian masih sibuk dengan daster kalian ?" Galaxy terkekeh.
Aurora dan Laluna mengusap belakang kepalanya sambil terkekeh kecil mendengar penjelasan logis dari sang ayah.
Merekapun mengikuti nasehat papi dan maminya untuk memilah kembali barang-barang yang akan mereka bawa kesana, toh jika mereka membutuhkan sesuatu mereka masih bisa membelinya disana.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Maaf othor belum bisa crazy up di novel ini, karena masih fokus menyelesaikan novel Bodyguard Cantiknya Sultan dan Me, My Self & I
__ADS_1
Janji othor kalo salah satu novel diatas udah tamat, othor bakal sering-sering crazy up disini...
Happy reading 🤗