Para Penakluk Bima Sakti

Para Penakluk Bima Sakti
Ups!!


__ADS_3

Nakula dan Sadewa mulai melancarkan aksi mereka, alat yang selama ini mereka ciptakan dan sudah berhasil mereka ujicoba kan tanpa sepengetahuan siapapun mereka buka kembali untuk melihat ke lima jendral yang selama ini mereka pantau pergerakan nya.


Ya, tanpa seorang pun yang tahu Nakula dan Sadewa sudah menyelidiki semua anggota tim yang tergabung didalam projek rahasia yang diberi nama projek Kujang Emas itu sejak awal.


" Kayaknya ada yang kelewat Wa, selama ini kita gak nemuin apapun yang mencurigakan dari mereka " Jemari Nakula makin gencar menekan tombol-tombol keyboard yang ada dihadapannya.


" Coba Lo cek rekening bank mereka La, siapa tau ada transaksi keuangan yang gak biasa " Pinta Sadewa, sementara dia mulai membuka layar monitor besar yang tersembunyi dibalik rak buku besar yang tergantung di dinding ruangan itu.


" Kalo gue liat dari titik lokasi mereka saat ini, hanya satu orang yang posisinya mencurigakan " Lanjutnya.


Nakula membulatkan matanya seketika, dia menyadari posisi siapa yang Dewa maksud.


" Itu om Axy bego! Dia lagi sama Tante Axel !"


" Tapi kenapa mereka ada diruangan itu yah?" Dewa mengusap tengkuknya.


" Udah...Gak usah dibahas! Liat yang lain nya aja..."


*Dasar bucin tua! Makin tua makin jadi...- Nakula


Otak suci gue ternodai...- Sadewa*


.


.


" Pagi tuan kecil..." Jojo membawa satu nampan berisi cereal beserta susu dan juice buah untuk sarapan majikan kecilnya.


Pagi ini dia mencari keberadaan mereka di kamar mereka masing-masing, tetapi Jojo tidak menemukan keberadaan para majikan kecilnya. Jojo tahu benar jika mereka tidak berada di dalam kamar mereka masing-masing, itu artinya mereka sedang berada di ruang rahasia mereka.


" Pagi om Jo..." Nakula menjawab dengan posisi masih tertidur.


" Sarapan om Jo? " Sambung Sadewa, masih dengan posisi yang sama dengan saudara kembarnya.


" Om Jo bawa cereal sama juice mangga kesukaan kalian "Jojo meletakkan nampan tersebut diatas meja diantara sofa yang Kula dan Dewa tiduri.


Semalam mereka bekerja hingga lupa waktu dan baru dini hari tadi mereka tertidur.


" Ini udah jam berapa om ?" Tanya Sadewa masih dalam keadaaan mata terpejam.


" Jam 8 lebih 15 menit den..." Jo melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


Secepat kilat kedua pemuda kembar itu terbangun.

__ADS_1


" Ya Tuhan! Kita terlambat...!" Ucap Nakula dan Sadewa hampir bersamaan.


Hari ini mereka seharusnya menjemput Aurora dan Laluna pada pukul 7 pagi, mereka berjanji akan membahas hasil penyelidikan yang mereka kerjakan semalam.


" Iya ..Kalian terlambat.." Tiba-tiba terdengar suara Aurora.


" Dan kalian harus dihukum atas keterlambatan kalian " Sambung Laluna.


Mereka telah menunggu kedatangan Nakula dan Sadewa sejak jam 6 lebih 30 menit pagi ini, tetapi karena Nakula dan Sadewa tidak juga memunculkan batang hidung nya hingga jam 8 tadi mereka pun memutuskan untuk mendatangi pria kembar itu secara langsung.


" Pagi Bee..." Sapa Nakula masih dengan suara serak khas bangun tidur dan muka bantalnya.


" Pagi Boo..." Dengan kondisi yang hampir sama.


" Maaf sayang...Kita bangun terlambat pagi ini " Ujar Sadewa.


Melihat Aurora dan Laluna mendekati mereka, jantung mereka berpacu dengan sempurna. Melihat adegan yang sedang terjadi dihadapannya, Jo hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu meninggalkan mereka disana.


Mirip tuan Arjuna...- Jo


" Emangnya kalian ngapain aja semalam hhmm??" Laluna menatap dua orang yang ada dihadapannya secara bergantian.


" Tidur jam berapa semalam ?" Sambung Aurora.


Grep!


" Maafin kakak..." Ucapnya bersamaan.


" Apa?? aku gak denger...." Ucap kedua gadis itu hampir bersamaan.


Nakula dan Sadewa mendongakkan wajahnya dan memperlihatkan puppy eyes mereka masing-masing.


" Maafin aku Bee..."


" Maafin aku Boo..."


Para gadis itu meminta mereka untuk push up 100 kali sebagai hukuman, karena selama ini mereka rutin berolahraga maka hukum itu tidak terlalu memberatkan Nakula dan Sadewa.


" Hah...hah..hah..." Nakula dan Sadewa masih mengatur laju nafasnya, keringat bercucuran ditubuh mereka.


" Cape...?" Bisik Aurora ditelinga Nakula


Deg..!

__ADS_1


Hembusan nafas gadis itu ditelinga Nakula telah membangkitkan sesuatu dibawah sana.


" Eh...Kaka ke kamar mandi dulu yah Bee " Secepat kilat Nakula berdiri dan berlari dari hadapan gadis itu sambil berusaha untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dengan salah satu tangannya.


Jika Nakula dibisiki oleh Aurora, Sadewa dipandangi oleh Laluna dengan jarak yang begitu dekat saat gadis itu bertanya " Cape...?" didepan wajahnya. Suara yang terdengar dan wangi peach pada mulut gadis itu telah juga membangkitkan sesuatu dibalik celana pendeknya, dia pun bergegas menuju kamar mandi.


" Ada apa dengan mereka?" Aurora dan Laluna saling berpandangan.


Pria kembar itu bergegas menuju kamar mandinya masing-masing, mereka terpaksa harus menuntaskan keinginan yang bangkit pagi ini dengan melakukan senam lima jari.


Mereka bukan tidak tahu cara melakukan hal itu, meski mereka tidak pernah melakukan hal itu dengan wanita manapun alias masih perjaka ting-ting tetapi untuk urusan senam lima jari terkadang mereka lakukan jika memang sudah sangat terpaksa seperti saat ini.


Setengah jam kemudian Nakula dan Sadewa menghampiri para gadis mereka dengan penampilan yang sudah lebih segar dan wangi.


" Maaf nunggu lama Bee " Nakula meraih kepala Aurora itu dan mencium nya, begitu juga dengan Sadewa terhadap Laluna.


" Sarapan dulu kak, pasti laper kan abis olahraga tadi "


Nakula dan Sadewa saling bertatapan mata, apa mereka mengetahui aktivitas tadi pikir mereka.


" Kan kak Kula sama kak Dewa abis push up 100 kali tadi " Lanjut Aurora.


" Kuat lagi sampe 100 kali " Sambung Laluna


" Hebat! Latihan sama uncle G kuadrat berhasil sempurna!" Lanjutnya.


Seketika kedua saudara kembar itu menghempaskan nafasnya keudara, mereka merasa lega karena apa yang mereka pikirkan tadi ternyata keliru.


" Thanks Bee..."


" Thanks Boo..."


Setelah menyantap sarapan mereka yang sudah sangat terlambat, mereka pun memenuhi janji mereka untuk membahas temuan mereka semalam.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading


Happy weekend 🤗


__ADS_2