Para Penakluk Bima Sakti

Para Penakluk Bima Sakti
Ampun Om!


__ADS_3

Sesuai dengan janji mereka kepada calon ayah mertua bahwa mereka akan mulai melakukan olahraga rutin dan ikut kelas beladiri Taekwondo, saat ini mereka tengah berlatih ditemani oleh dua orang coach yang sangat ahli di bidangnya.


Tidak hanya ahli dalam bidang olahraga dan ilmu beladiri malah, kedua coach yang mereka sewa mempunyai keahlian tambahan yakni membuat strategi jitu untuk menaklukkan hati pujaan hati mereka. Siapa lagi jika bukan uncle G kuadrat nya Bee dan Boo.


" Ampun coach...." Nakula terkapar dilantai dengan peluh mengguyur tubuhnya.


" Aku udah gak sanggup lagi coach " Sadewa terbata, dia masih ngos-ngosan karena lelah setelah berlari mengelilingi lapangan.


" Ini baru satu keliling! Ayo kalian cepat bangun !" Teriakan Guruh memekakkan telinga kedua pria jangkung itu.


" Prriiiiiiittttt!!!" Guntur meniup peluit sekencang-kencangnya, membuat dua pria yang tengah terkapar tadi mau tidak mau beranjak dari posisinya.


" Kalo kalian gak lari sekarang juga, video ini bakal om kasih sama keponakan-keponakan om " Guntur memperlihatkan video yang barusan dia rekam dari ponselnya.


" No...!!" Pekik Nakula


" Please om...Jangan " Pinta Sadewa sambil menakupkan kedua tangannya.


Prriiiiiiittttt


Guntur kembali meniup peluit nya, secepat kilat kedua pria itu berlari meninggalkan keduanya untuk kembali berlari mengelilingi lapangan.


Sudah bisa dipastikan malam ini mereka tidak akan bisa tertidur dengan pulas merasakan sakit akibat aktivitas berat yang mereka lakukan hari ini.


" Waaaaaa....Sakit banget gak sih ini ??" Nakula berteriak dari dalam kamarnya.


" Udah panggil pijat refleksi aja La... Cepetan gue udah gak tahan ini, kaki gue sakit banget " Keluh Sadewa dari dalam kamarnya.


Pintu kamar mereka memang bersebelahan, dan pembicaraan dengan gaya seperti ini sudah bukan hal yang aneh bagi keduanya.


Tiga puluh menit kemudian dua orang terapis dari salah satu spa tempat sang mama biasa melakukan perawatan datang untuk memenuhi panggilan dari Nakula dan Sadewa, diantar langsung oleh kepala rumah tangga dirumah itu.


" Om Jojo kalo kami ketiduran nanti tolong minta sopir untuk mengantarkan mereka kembali yah " Pinta Sadewa yang langsung disanggupi oleh pria paruh baya yang sudah berpuluh tahun mengabdi kepada keluarga mereka itu.


" Sepertinya menyukai kedua gadis itu telah membawa perubahan baik pada para tuan kecil " Kekeh Jojo.


Keesokan harinya


" Om Jojo.....!!!"


Teriak Nakula dan Sadewa bersamaan dari dalam kamarnya masing-masing.


" Iya...Om Jojo datang..!" Seru pria paruh baya itu. Jojo menghampiri mereka satu persatu untuk memberikan ramuan spasial yang sudah dibuat nya sejak dini hari tadi.


" Den Kula minum ini dulu yah, om Jo mau ngasih ini dulu ke den Dewa "


Jojo memberikan satu gelas wedang jahe sereh hangat yang sudah dicampur madu dan sedikit perasan jeruk lemon untuk Nakula dan satu gelas yang lainnya untuk Sadewa.

__ADS_1


" Apaan ini om?" Nakula mencium aroma air hangat yang ada di cangkir yang dia pegang.


" Wedang jahe hangat den, buat ngurangin rasa sakit di badannya "


" Abis minum itu istirahat lagi, om khawatir kalian malah jadi sakit nanti " Lanjutnya.


" Om...Dewa mau telur rebus sama susu buat sarapan pagi, telurnya 4 yah om " Sadewa sedikit berteriak meminta sarapan pagi kepada Jojo, pria itu kembali ke kamar Nakula setelah dia memberikan air jahe untuknya.


" Siap den "


" Den Kula mau sarapan yang sama? "Lanjutnya kepada Nakula


" Iya om, samain aja "


" Oke bos! "


Pria yang sudah menjadi kepala rumah tangga sejak mereka belum dilahirkan itu kembali ke dapur, dia meminta agar bi Nur membuatkan menu sarapan pagi yang diminta oleh para majikan kecilnya.


Tak berselang lama Nakula dan Sadewa turun dari kamarnya sudah dalam keadaan rapi menuju ruang makan, disana bi Nur sedang menaruh makanan yang diminta oleh mereka ke atas nampan.


" Loh...Katanya lagi sakit?" Tanya Nurjanah, tukang masak terbaik di seantero jagad


" Ini bi Nur mau ngaterin makanan nya ke atas " Lanjutnya.


" Makan disini aja bi, kita udah mau berangkat ke kantor " Nakula mendudukkan bokongnya dikursi, begitu juga dengan Sadewa.


" Barusan ayah telpon " Lanjut Sadewa, memenuhi rasa ingin tahu bi Nur nya.


Beni adalah sopir Nakula dan Sadewa dari kecil menggantikan sopir sebelumnya yang teledor menjemput mereka di sekolah hingga mereka berakhir ditangan penculik dulu.


" Om Jo, kita berangkat tanpa om Beni juga gak apa-apa kok " Sadewa Melihat Jojo memasuki ruang makan.


" Udah siap kok Den " Jojo nyengir.


.


.


.


Sampai di kantor Nakula dan Sadewa bergegas menuju kantor sang ayah, meski langkah mereka terlihat sedikit pincang.


" Masih sakit ?" Arjuna menyadari kedua anak kembarnya berjalan sedikit terpincang-pincang.


" Pegel dikit " Nakula menggerakkan kaki dan tangannya


" Ya udah duduk, ayah mau bicara sesuatu sama kalian "

__ADS_1


" Tadi malam ayah gak sempet ngomong, kalian udah pada tidur " Lanjutnya


" Pagi-pagi kalian nya masih tidur " Lanjutnya lagi.


Arjuna mulai menyampaikan apa yang ingin dia bicarakan dengan anak-anaknya sejak malam tadi.


" Jadi kita ketemu sama om Galaxy dulu nanti siang ?" Nakula memastikan


Projects microchip yang sedang mereka kembangkan mulai diuji coba secara rahasia oleh pihak militer, dan saat ini Nakula dan Sadewa akan bertanggung jawab secara langsung untuk memantau misi rahasia tersebut.


Selesai dengan ayah mereka, Nakula dan Sadewa bergegas menuju markas komando pasukan elit dimana Galaxy sudah menunggu kedatangan mereka.


" Dateng ke tempat ini tuh pasti bikin gue merinding " Nakula membuka jendela samping mobil nya ketika para petugas penjaga meminta kartu identitas mereka.


" Selamat siang adik-adik, bisa saya minta kartu identitas nya ?" Pinta salah satu petugas setelah dia memberikan hormat kepada keduanya.


" Dik Nakula dan Sadewa " Sang petugas membaca nama yang tertera pada KTP yang diserahkan oleh Nakula.


" Benar pak..."


" Baik... Adik-adik sudah ditunggu didalam, silahkan parkir ditempat yang sudah disediakan "


" Selamat siang " Petugas itu pun memberikan kembali kartu identitas yang telah dia periksa.


" Siang pak..."


Selesai dengan urusan parkir, Nakula dan Sadewa masuk kedalam gedung. Disana lagi-lagi mereka diminta untuk memperlihatkan KTP mereka, tapi kali ini sang petugas langsung mengantarkan mereka ke ruangan dimana Galaxy sudah menunggu kedatangan mereka.


" Sudah sampai rupanya kalian " Galaxy menyambut kedatangan mereka.


" Om Antoni juga disini " Sadewa menyalami dan memeluk kedua perwira tinggi itu, begitu pula dengan Nakula.


" Wah...Wah ..Rupanya uncle G kuadrat sudah mulai menggembleng kalian yah " Galaxy menyadari cara berjalan keduanya.


" Kalian harus ikut anak buah om buat latihan sesekali..." Kekeh Antoni


" Ampun Om!!!" Serempak keduanya mengangkat kedua tangan mereka.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak....Aku kembali 😁😁😁😁😁✌️

__ADS_1


Terimakasih udah selalu menunggu episode baru dari novel ini...


Happy reading 🤗


__ADS_2