
Dunia memang terlalu sempit bagi Nakula dan Sadewa sampai-sampai mereka kembali harus bertemu dengan dua orang wanita yang selalu saja membuat mereka risih dengan kehadiran nya sejak dulu.
Iya, Farah dan Bella!
Farah selalu mengejar cinta Nakula dan Bella sebagai teman dekat dari Farah selalu saja mengikuti kemanapun gadis itu pergi dan mendukung apapun yang gadis itu rencanakan.
Nakula dan Sadewa senang berteman dengan siapapun tanpa pilih-pilih kasta, menurut mereka manusia diciptakan sama oleh sang maha pencipta. Tetapi lain halnya dengan Farah, gadis itu membuat Nakula risih dengan keagresifan nya.
Saudara kembar itu bukan tidak tahu jika Farah dan Bella sudah mempunyai kekasih, hanya saja bagi mereka itu sama sekali bukan urusan mereka.
Nakula dan Sadewa sedang beristirahat makan siang di cafe langganan mereka, keduanya sedang asik berbincang dengan pasangan mereka masing-masing ketika Farah dan Bella melihat mereka.
" Bell, lo nyadar gak sih si Nakula sekarang beda banget body nya..."
" Lebih keren !" Bella tergelak
" Ehh...Far lo mau kemana?" Lanjutnya ketika Farah beranjak dari kursinya.
Sementara dimeja Nakula dan Sadewa
" Boo, kamu makin eksotis! Kaka suka " Kekeh Nakula
" Kak Kula juga makin keren, uncle G kuadrat bilang kalo sekarang tiap hari Kaka olahraga ya "
" Abisnya papi kamu ngecengin kita mulu.." Nakula memajukan bibirnya
Jika Nakula sedang merajuk didepan Boo-nya, Sadewa sedang menikmati kecerewetan Bee-nya.
" Kak Dewa gak nakal kan selama aku disini? "
" Engga bee, kak Dewa malah baru hari ini bisa makan siang diluar " Sadewa tersenyum melihat wajah imut kekasihnya yang sedikit lebih eksotis karena terkena sinar matahari setiap hari.
" Ungle G bilang kaka tiap hari olahraga yah, badannya tambah keren dong, Awas loh nanti banyak cewek yang klepek-klepek sama Kaka "
" Kan biar kuat gendong bee nanti kalo pulang " Dewa memperlihatkan deretan gigi putihnya
Farah berdiri mematung didepan meja yang ditempati oleh Nakula dan Sadewa, jiwa cemburu nya memberontak sempurna melihat pria idamannya sedang asik berbincang dengan seseorang yang dia yakini adalah gadis yang dia temui di pesta waktu itu tanpa menghiraukan kehadiran dirinya disana.
Baru setelah kedua laki-laki kembar itu mengakhiri sambungan telepon mereka masing-masing, Nakula dan Sadewa menyapanya .
" Hai Far, lagi disini juga? " Tanya Sadewa asal.
__ADS_1
" Eh...Iya kebetulan lagi istirahat makan siang disini " Farah berusaha untuk menampilkan senyuman nya.
" Boleh kita gabung?" Lanjutnya
Belum juga Nakula dan Sadewa mengiyakan permintaan Farah, gadis itu sudah menarik kursi kosong yang ada disamping Nakula dan menduduki nya lalu memanggil Bella sahabatnya.
" Kita mau udahan sih, harus balik lagi ke kantor " Jawab Nakula, berusaha untuk tetap ramah.
" Wah sayang... padahal gue baru aja gabung " Bella menarik kursi kosong disamping Farah dan menduduki nya.
" Kalian lagi sibuk apa nih?" Lanjut gadis yang bertubuh lebih molek dibandingkan dengan Farah.
" Kita masih magang ditempat papa " Jawab Nakula singkat.
" Eh...Gue ada tawaran nih buat kalian, siapa tau kalian minat " Farah dengan antusias menawarkan sebuah usaha yang selama ini digeluti oleh kekasihnya.
Gadis ini berfikir bahwa bisnis kekasih nya telah menghasilkan omzet hingga ratusan juta, jadi daripada hanya magang kan lebih baik ikutan aja pikirnya.
" Apa itu?" Tanya Sadewa singkat, tanpa ada kesan ingin tahu lebih banyak.
" Lo tau kan bisnis trading saham? Yang lagi ngetrend itu?? Hasilnya gede banget loh!"
Mereka tidak tahu jika saham terbesar saat ini adalah saham milik keluarga Nakula dan Sadewa, kedua pria kembar itu saling menatap dan menyunggingkan senyuman.
" Wah keren tuh " Nakula menarik salah satu sudut bibirnya.
" Oia kita mesti balik lagi ke kantor, sorry yah kita duluan " Lanjutnya. Nakula beranjak dari duduknya diikuti oleh Sadewa meninggalkan dua gadis yang terlihat masih ingin berbincang dengan mereka disana.
" La, kapan-kapan kita jalan yok " Farah meraih tangan Nakula yang menurutnya jauh lebih kekar saat ini.
" Sorry Far, gue sibuk " Nakula melepaskan pegangan tangan Sarah, dia tidak mau menjadi bahan tontonan para tamu yang ada disana.
" La! Kenapa sih Lo?!"
Benar saja para tamu cafe yang ada disana mulai memerhatikan adegan yang sedang terjadi.
" Apa karena bocah cewek itu?!" Lanjutnya masih dengan nada suara yang tinggi
" Stop it Farah...Sorry kak Farah, bocah cewek yang kamu maksud adalah calon istri ku "
Untuk pertama kalinya selama mereka saling mengenal, Farah melihat kemarahan diwajah pria yang selama ini dikejarnya. Farah melepaskan tangannya dari lengan kekar Nakula, nyali wanita itu menciut seketika.
__ADS_1
Nakula dan Sadewa bergegas meninggalkan kedua wanita itu dan berharap mereka tidak akan pernah bertemu dengan keduanya kembali.
" Gila tuh cewek! Malu-maluin aja..." Nakula memasuki mobil nya diikuti oleh Sadewa, tanpa pikir panjang dia meninggalkan halaman parkir cafe langganan nya.
" Kayaknya kita harus cari cafe baru deh buat nongkrong " Sadewa mengerti perasaan saudara kembarnya.
" Gue malah ogah nyari tempat baru sebelum Aurora pulang nanti "
Sementara di cafe, Farah harus menahan malu karena kata-kata yang dilontarkan oleh Nakula. Pria itu meralat panggilan nya dengan membubuhkan kata kak sebelum menyebutkan namanya, dia merasa seperti seorang penyuka brondong atau parah nya seorang sugar mommy!
" Anjir si Nakula berani-beraninya dia sama gue!"
Farah memutuskan untuk sesegera mungkin keluar dari cafe itu, saat ini dia sudah berada didalam mobilnya.
" Udah lah Far, lagipula Lo udah punya cowok kan? Lebih tajir pula...Apa kurangnya sih si Bobby itu?"
" Gak bisa Bel! Gue harus ngasih pelajaran sama bocah kurang ajar itu!" Farah memukul kemudi mobil nya.
" Lo tau gak sih dimana ceweknya dia sekarang? Gue pengen ngasih pelajaran juga sama bocah kecil itu" Farah bertanya kepada Bella, biasanya sahabatnya ini selalu paling tahu isu-isu hangat yang sedang beredar saat ini.
" Nah itu dia Far, mereka tuh kayak hilang ditelan bumi, siapa mereka dimana mereka gak ada yang tau...Susah gue nyari taunya!"
" Tumben... Biasanya Lo paling tahu kabar- yang beredar bahkan hingga kabar paling kecil sekalipun Lo pasti tau " Farah mencibir.
" Udah lah...Lo lebih cocok sama si Bobby daripada sama brondong Lo itu "
Entahlah menurut Farah dia tidak pernah begitu penasaran dengan seorang laki-laki, apakah karena Nakula terkenal sangat sulit untuk didekati sehingga membuat Farah merasa tertantang untuk menaklukan hati laki-laki yang terpaut tiga tahun lebih muda darinya itu? Karena ketika mendapat kan cinta Bobby Farah hampir bisa dibilang bahkan tidak berusaha sama sekali untuk mendapatkan cintanya.
Selama ini Bobby lah yang terus saja mengejar-ngejar dirinya.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
__ADS_1